
Bola.net - Ribuan suporter Persebaya Surabaya, Bonekmania hadir untuk memberikan penghormatan terakhir pada tokoh suporter Surabaya, Wastomi Suhari. Wastomi dikebumikan di TPU Lidah Wetan, Surabaya, Selasa (31/12) siang sekitar pukul 13.00.
Rumah duka yang terletak di Jalan Lidah Wetan Gg 6 no 30, Surabaya sudah disesaki oleh teman atau kerabat dari almarhum sejak pukul 06.00 pagi tadi. Karena begitu banyaknya Bonek yang takziah, kediaman mendiang Wastomi berubah menjadi lautan hijau.
Bonek secara bergiliran menyalati almarhum. Karena jumlahnya banyak, maka salat jenazah untuk almarhum harus dilakukan secara bergantian. "Mereka datang sendiri. Tanpa dikomando. Mereka ingin memberi penghormatan pada Pak Was," ucap Nur Hasim, dedengkot Bonek.
Perlu diketahui, Wastomi Suhari yang lahir di Kalipare, Kabupaten Malang, 30 Juni 1953, menghembuskan nafas terakhir Selasa dini hari tadi sekitar pukul 02.15 di RS Wijaya Wiyung, Surabaya. Wastomi ditengarai meninggal karena sakit jantung.
Wastomi termasuk sosok yang dihormati di kalangan suporter sepakbola Surabaya dan nasional. Hal itu tak lepas dari dedikasinya untuk Bonek, Persebaya maupun sepakbola Indonesia. Wastomi tercatat sebagai salah satu pendiri dan pembina Yayasan Suporter Surabaya (YSS).
Ucapan bela sungkawa mengalir dari Persebaya. "Selamat jalan Cak Wastomi Suheri. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadahmu dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin," tulis manajemen Persebaya melalui akun twitter resminya. (faw/row)
Rumah duka yang terletak di Jalan Lidah Wetan Gg 6 no 30, Surabaya sudah disesaki oleh teman atau kerabat dari almarhum sejak pukul 06.00 pagi tadi. Karena begitu banyaknya Bonek yang takziah, kediaman mendiang Wastomi berubah menjadi lautan hijau.
Bonek secara bergiliran menyalati almarhum. Karena jumlahnya banyak, maka salat jenazah untuk almarhum harus dilakukan secara bergantian. "Mereka datang sendiri. Tanpa dikomando. Mereka ingin memberi penghormatan pada Pak Was," ucap Nur Hasim, dedengkot Bonek.
Perlu diketahui, Wastomi Suhari yang lahir di Kalipare, Kabupaten Malang, 30 Juni 1953, menghembuskan nafas terakhir Selasa dini hari tadi sekitar pukul 02.15 di RS Wijaya Wiyung, Surabaya. Wastomi ditengarai meninggal karena sakit jantung.
Wastomi termasuk sosok yang dihormati di kalangan suporter sepakbola Surabaya dan nasional. Hal itu tak lepas dari dedikasinya untuk Bonek, Persebaya maupun sepakbola Indonesia. Wastomi tercatat sebagai salah satu pendiri dan pembina Yayasan Suporter Surabaya (YSS).
Ucapan bela sungkawa mengalir dari Persebaya. "Selamat jalan Cak Wastomi Suheri. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadahmu dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin," tulis manajemen Persebaya melalui akun twitter resminya. (faw/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bola Indonesia 31 Desember 2013, 15:37

-
Ribuan Bonek Beri Penghormatan Terakhir untuk Wastomi
Bola Indonesia 31 Desember 2013, 13:56
-
Jadi Kiper Pelapis di PBR, Alfonsius Tak Risau
Bola Indonesia 21 Desember 2013, 15:51
-
Delapan Pemain Berebut Sisa Tiga Tempat di PBR
Bola Indonesia 21 Desember 2013, 15:14
-
Bertanding di Lamongan, PSM Pilih Basis di Sidoarjo
Bola Indonesia 14 Desember 2013, 21:24
LATEST UPDATE
-
YPP Wujudkan Impian Rumah Sejahtera Terpadu untuk Warga Magelang
Lain Lain 9 Juli 2026, 08:59
-
Manchester United Siapkan Kontrak 5 Tahun untuk Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 9 Juli 2026, 02:03
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
-
RESMI: PSIM Yogyakarta dan Fahreza Sudin Berpisah
Bola Indonesia 8 Juli 2026, 19:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR