Rasyid dulunya tidak ada yang mengenalnya, selain sebagai salah satu skuad MFS 2000 di Danone Cup tahun 2005 lalu. Namun, seiring waktu berjalan, belum semusim bersama PSM, nama Rasyid kian melambung, bahkan kini menjadi langganan timnas.
Petar mengaku bahwa ia sudah merasakan aura kehebatan Rasyid saat pertama kali melihatnya, ketika mengikuti seleksi masuk skuad PSM. Makanya, ia tidak segan-segan langsung menerima Rasyid sebagai bagian dari tim Ayam Jantan dari Timur.
“Saya pertama kali melihat Rasyid saat saat dia ke PSM untuk seleksi tahun lalu. Sebagai pelatih, saya bisa melihat dengan cepat bahwa Rasyid bisa menjadi pemain hebat suatu saat nanti di Indonesia,” ujar Petar.
Awal-awal berkiprah di klub profesional, Rasyid mengalami beberapa hambatan. Salah satunya, ia terkena sakit tifus dan tidak latihan cukup lama. Setelah mulai membaik, Petar belum mengijinkannya untuk latihan penuh bersama pemain PSM lainnya.
Petar mengaku mendapat banyak kritikan karena keputusannya itu. Tapi, dengan pengalaman kepelatihannya, Petar tidak membiarkan Rasyid latihan keras dan latihan berbeda dengan pemain lainnya. Petar terus mendukungnya dan mengembangkan bakat Rasyid.
“Sekarang Rasyid menjadi popular di Indonesia dan menjadi langganan timnas. Ia juga makin dekat masuk skuad timnas senior,” kata Petar.
“Hubungan saya dan Rasyid jelas adalah antara pelatih dan pemain. Saya senang dengan Rasyid karena saya tidak harus banyak bicara padanya. Rasyid mengerti dengan cepat apa yang saya inginkan dari dia,” ungkap pelatih berkebangsaan Kroasia itu.
Menurut mantan pelatih Bali Devata itu, Raysid adalah sosok yang cerdas, baik sebagai individu maupun sebagai pemain bola. Petar juga senang karena Rasyid tidak banyak bicara di luar maupun di lapangan.
“Tapi, ketika dia mengatakan sesuatu, itu sangat cerdas dan jelas. Seperti seorang pemimpin yang bicara. Ya, saya pikir, Rasyid suatu saat nanti menjadi pemimpin di PSM dan berharap juga di timnas Indonesia,” jelas Petar.
“Dia memiliki segalanya apa yang dibutuhkan dari seorang pemimpin. Menurut saya, pemimpin harus memiliki sikap yang baik dan menjadi panutan, berkualitas, serta memiliki talenta seperti teknik, kecepatan, agresif, dan kondisi yang sangat baik,” tuturnya.
Hal lain yang membuat Petar kagum pada Rasyid karena pemain berusia 21 tahun itu pandai menempatkan dirinya di lapangan. Dalam posisinya sebagai gelandang tengah, Rasyid panda membawa permainan dengan baik.
“Rasyid juga memperlihatkan sikap profesional sebagai pemain hebat. Saya suka karena Rasyid terbuka dalam berbagai hal dan siap untuk belajar sesuatu yang baru baik di kancah sepakbola maupun dalam kehidupan,” kata Petar.
Dengan segala pandangan tersebut, Petar berharap agar Rasyid tetap berada di PSM, saat ini ataupun di masa mendatang. Memang, semua keputusan kembali pada Rasyid, tapi Petar ingin Rasyid bisa lebih lama di PSM. (bola/nda)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Petar: Rasyid Calon Pemimpin di Tim PSM
Bola Indonesia 23 September 2012, 02:59
-
Petar: Tidak Masalah Kembali Dua Liga
Bola Indonesia 21 September 2012, 22:33
-
Petar Dapat Kiriman Foto Kenangan Bersama Felipe Scolari
Bola Indonesia 20 September 2012, 21:30
-
Petar Segrt Menunggu Lampu Hijau Dari PSSI
Bola Indonesia 20 September 2012, 08:00
-
Petar Kembali Hunting Pemain Muda
Bola Indonesia 19 September 2012, 21:45
LATEST UPDATE
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 10 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Tottenham vs Aston Villa 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Everton vs Sunderland 10 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 06:25
-
Hasil Piala Afrika Tadi Malam: Mazraoui Pulangkan Bryan Mbeumo ke MU
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Bukan Pelatih, Lionel Messi Ungkap Rencana Pensiun, Apa Itu?
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Prediksi Como vs Bologna 10 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 05:00
-
6 Rekor Mustahil yang Bisa Dihancurkan Cristiano Ronaldo Tahun 2026
Asia 10 Januari 2026, 04:30
-
Prediksi Charlton vs Chelsea 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs Sassuolo 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 00:00
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52

























KOMENTAR