
Bola.net - Jelang keberangkatan Timnas Indonesia ke Palestina untuk mengikuti turnamen Al-Nakbah, PSSI mengeluarkan keputusan larangan pemain kembali ke klubnya.
Keputusan ini membuat pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, kecewa. Pasalnya, PSM menempatkan dua pilar pentingnya di Timnas yaitu Rahmat dan Satrio Syam. Selain itu, PSM akan menghadapi empat laga dalam pekan ini.
PSM akan menjamu Arema Indonesia di ajang IPL pada 12 Mei. Empat hari berikutnya dilanjutkan dengan laga babak 16 besar Piala Indonesia, di mana PSM masih menjamu Arema.
PSM kemudian bertolak ke Madiun untuk menghadapi Persija Jakarta pada 19 Mei dan lanjut ke Malang untuk melakoni leg kedua Piala Indonesia pada 23 Mei.
Jadwal tersebut bertepatan dengan turnamen di Palestina. Dengan demikian, Satrio dan Rahmat kemungkinan tidak bisa tampil dalam empat laga tersebut.
Padahal, Petar tentu sangat membutuhkan tenaga Satrio dan Rahmat. Apalagi, pelatih asal Kroasia itu sudah merasakan imbas kehilangan 7 pemain ke Timnas dengan kalah telak 0-2 dari Persiba Bantul, akhir pekan lalu.
Petar mengaku sudah melayangkan surat protes ke PSSI dan sampai saat ini belum ada respon. Petar merasa bahwa keputusan tersebut dianggap merugikan PSM dan tidak adil. Karena klub lain seperti Semen Padang, Arema, dan Persebaya Surabaya justru tidak mendapat peringatan keras meski telah menarik pemainnya dari Timnas.
"Ada ketidakadilan karena klub lainnya tidak mengirimkan pemainnya. Tetapi, saya tetap mengirim pemain PSM walau turnamen ini tidak masuk agenda resmi FIFA dan AFC," kata Petar.
Arsitek berusia 45 tahun ini pun bersiap mengambil langkah tegas jika PSSI masih berkeras melarang Satrio dan Rahmat dipinjam PSM saat melawan Arema. Petar menunggu respon PSSI sampai pukul 19.00 WITA.
"Kita masih menunggu jawaban dari PSSI untuk pemain di Timnas. Kita ingin PSSI dan PT LPIS mengubah jadwal IPL serta Piala Indonesia," tegas Petar.
"Tapi jika tidak ada respon sampai nanti malam, saya akan mengambil keputusan apakah harus menarik Satrio dan Rahmat dari Timnas atau tidak," lanjutnya.
Petar kian kesal karena lima pilar PSM juga ditahan dalam pemusatan latihan Timnas U-23. Mereka juga tidak diberi izin membela PSM saat melawan Arema.
"Sangat berat dan menjadi masalah bagi kita jika tujuh pemain tidak bisa memperkuat PSM. PSSI dan PT LPIS harus mengambil kebijakan dan mengubah jadwal," katanya. (nda/end)
Keputusan ini membuat pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, kecewa. Pasalnya, PSM menempatkan dua pilar pentingnya di Timnas yaitu Rahmat dan Satrio Syam. Selain itu, PSM akan menghadapi empat laga dalam pekan ini.
PSM akan menjamu Arema Indonesia di ajang IPL pada 12 Mei. Empat hari berikutnya dilanjutkan dengan laga babak 16 besar Piala Indonesia, di mana PSM masih menjamu Arema.
PSM kemudian bertolak ke Madiun untuk menghadapi Persija Jakarta pada 19 Mei dan lanjut ke Malang untuk melakoni leg kedua Piala Indonesia pada 23 Mei.
Jadwal tersebut bertepatan dengan turnamen di Palestina. Dengan demikian, Satrio dan Rahmat kemungkinan tidak bisa tampil dalam empat laga tersebut.
Padahal, Petar tentu sangat membutuhkan tenaga Satrio dan Rahmat. Apalagi, pelatih asal Kroasia itu sudah merasakan imbas kehilangan 7 pemain ke Timnas dengan kalah telak 0-2 dari Persiba Bantul, akhir pekan lalu.
Petar mengaku sudah melayangkan surat protes ke PSSI dan sampai saat ini belum ada respon. Petar merasa bahwa keputusan tersebut dianggap merugikan PSM dan tidak adil. Karena klub lain seperti Semen Padang, Arema, dan Persebaya Surabaya justru tidak mendapat peringatan keras meski telah menarik pemainnya dari Timnas.
"Ada ketidakadilan karena klub lainnya tidak mengirimkan pemainnya. Tetapi, saya tetap mengirim pemain PSM walau turnamen ini tidak masuk agenda resmi FIFA dan AFC," kata Petar.
Arsitek berusia 45 tahun ini pun bersiap mengambil langkah tegas jika PSSI masih berkeras melarang Satrio dan Rahmat dipinjam PSM saat melawan Arema. Petar menunggu respon PSSI sampai pukul 19.00 WITA.
"Kita masih menunggu jawaban dari PSSI untuk pemain di Timnas. Kita ingin PSSI dan PT LPIS mengubah jadwal IPL serta Piala Indonesia," tegas Petar.
"Tapi jika tidak ada respon sampai nanti malam, saya akan mengambil keputusan apakah harus menarik Satrio dan Rahmat dari Timnas atau tidak," lanjutnya.
Petar kian kesal karena lima pilar PSM juga ditahan dalam pemusatan latihan Timnas U-23. Mereka juga tidak diberi izin membela PSM saat melawan Arema.
"Sangat berat dan menjadi masalah bagi kita jika tujuh pemain tidak bisa memperkuat PSM. PSSI dan PT LPIS harus mengambil kebijakan dan mengubah jadwal," katanya. (nda/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
IPL Review: Ferdinand Sinaga Bawa Semen Padang ke Puncak
Bola Indonesia 7 Mei 2012, 23:00
-
Persijap Jepara Kebanjiran Lamaran Pelatih
Bola Indonesia 7 Mei 2012, 22:00
-
Dokter Belum Vonis Cedera Syamsul Chaerudin
Bola Indonesia 7 Mei 2012, 19:30
-
Petar Segrt Ancam Tarik Pemainnya dari Timnas
Bola Indonesia 7 Mei 2012, 17:30
-
Gagal Kalahkan Persema, Camargo Sebut Persibo Kelelahan
Bola Indonesia 7 Mei 2012, 15:07
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Harley Davidson Bagger World Cup 2026
Otomotif 26 Mei 2026, 09:28
-
Jadwal Lengkap Red Bull Rookies Cup 2026
Otomotif 26 Mei 2026, 09:25
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 26 Mei 2026, 09:23
-
Jalan Pulang Jose Mourinho ke Real Madrid Semakin Mahal!
Liga Spanyol 26 Mei 2026, 09:15
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00




















KOMENTAR