5 Pemain Man United yang Bangkit dan Bersinar Bersama Michael Carrick: Benjamin Sesko Supersub Gacor

5 Pemain Man United yang Bangkit dan Bersinar Bersama Michael Carrick: Benjamin Sesko Supersub Gacor
Pelatih Manchester United, Michael Carrick usai laga melawan Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Kebangkitan Manchester United di bawah komando Michael Carrick kian terasa nyata. Teranyar, Setan Merah mencuri kemenangan tipis 1-0 di markas Everton berkat gol penentu dari supersub mereka, Benjamin Sesko.

Sejak pergantian pelatih, performa United menanjak drastis. Mereka mengoleksi 16 poin dari kemungkinan 18 di bawah arahan Carrick, sebuah laju impresif yang kembali membuka peluang menuju zona Liga Champions.

Carrick tak cuma berandil mempersembahkan rentetan poin bagi United. Eks gelandang Setan Merah itu juga berperan besar membuat sejumlah pemain bangkit dan menemukan performa terbaiknya.

Siapa saja pemain tersebut? Berikut daftar selengkapnya.

1 dari 5 halaman

Benjamin Sesko

Momen penyerang Manchester United, Benjamin Sesko mencetak gol ke gawang Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Momen penyerang Manchester United, Benjamin Sesko mencetak gol ke gawang Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Jika musim ini United sempat kebingungan mencari sosok penyelamat, mereka kini seolah menemukan “roh” supersub ala Ole Gunnar Solskjaer dalam diri Sesko.

Meski belum sekalipun menjadi starter di era Carrick, penyerang asal Slovenia itu sudah tiga kali masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol krusial yang berbuah tambahan lima poin.

Sebelumnya, Sesko menjadi penentu kemenangan kontra Fulham, menyelamatkan satu poin saat bertandang ke West Ham, dan kini kembali menjadi pembeda di kandang Everton.

Gol tersebut menjadi yang kedelapan bagi Sesko bersama United. Catatan itu kontras dibandingkan masa kepelatihan Ruben Amorim, saat ia hanya mencetak dua gol dari 17 pertandingan sebelum sang pelatih dipecat.

2 dari 5 halaman

Luke Shaw

Wilfried Gnonto dan Luke Shaw berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Leeds United vs Manchester United di Elland Road, 4 Januari 2026 (c) Danny Lawson/PA via AP

Wilfried Gnonto dan Luke Shaw berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Leeds United vs Manchester United di Elland Road, 4 Januari 2026 (c) Danny Lawson/PA via AP

Dalam dua musim terakhir sebelum 2025/26, Shaw harus melewati periode sulit karena dibekap cedera yang datang silih berganti. Ia sempat kembali merumput, namun kebangkitannya ternoda setelah mencetak gol bunuh diri pada partai puncak Liga Europa.

Total absennya menembus angka lebih dari 70 laga di seluruh ajang bersama Manchester United. Statistik tersebut memunculkan keraguan dari berbagai kalangan soal kemampuannya menjaga konsistensi performa sepanjang satu musim kompetisi.

Namun pada musim ini, kondisinya berbalik drastis dengan kehadiran yang jauh lebih reguler di atas lapangan. Rasa percaya diri Shaw pun terus meningkat seiring jam terbang yang kian bertambah dari pekan ke pekan.

3 dari 5 halaman

Harry Maguire

Harry Maguire mencoba menghalau bola di pertandingan Everton vs Manchester United, Selasa (24/2/2026) (c) AP Photo/Ian Hodgson

Harry Maguire mencoba menghalau bola di pertandingan Everton vs Manchester United, Selasa (24/2/2026) (c) AP Photo/Ian Hodgson

Perjalanan Harry Maguire musim ini bersama Manchester United sempat berada di titik terendah. Dalam kurun hampir tiga bulan, bek tengah asal Inggris itu hanya sekali tampil. Namun, momentum berubah saat tongkat estafet kepelatihan sementara dipegang Michael Carrick.

Ketika Carrick menjalani laga perdananya menghadapi Manchester City di Old Trafford pada 17 Januari, Maguire langsung dipercaya turun sejak awal. Secara mental, ia dinilai siap dengan tuntutan laga besar. Namun secara fisik, Carrick mengakui itu menjadi “wilayah abu-abu” karena sang pemain minim menit bermain sebelumnya.

Carrick, yang pernah merasakan kerasnya kompetisi level tertinggi bersama United dan Timnas Inggris, memahami betul pengorbanan yang dibutuhkan untuk tetap relevan. Ia juga paham bagaimana tuntutan fisik dapat menggerus performa pemain.

Dalam konteks itu, kekuatan mental Maguire menjadi pembeda.

Terlepas dari kualitas teknisnya, sikap profesional Maguire membuatnya tetap menempatkan diri sebagai opsi utama. Ia bahkan secara aktif menyatakan kesiapannya tampil saat menghadapi Burnley, sebuah sikap yang memperlihatkan tanggung jawab sekaligus komitmen terhadap tim.

4 dari 5 halaman

Kobbie Mainoo

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo (c) AP Photo/Dave Shopland

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo (c) AP Photo/Dave Shopland

Kobbie Mainoo adalah salah satu talenta muda hasil tempaan akademi Manchester United yang berhasil menembus tim utama. Namanya mulai mencuri perhatian publik Old Trafford setelah mendapat kepercayaan dari Erik ten Hag untuk tampil bersama skuad senior. Sejak saat itu, ia perlahan menjelma menjadi pilihan reguler di lini tengah dan menunjukkan kedewasaan bermain yang tak biasa untuk pemain seusianya.

Perjalanan Mainoo sempat mengalami pasang surut ketika posisi manajer beralih ke Ruben Amorim. Gelandang muda tersebut perlahan kehilangan tempatnya di dalam skuad. Padahal sebelumnya ia sempat mencatatkan momen gemilang, termasuk tampil sebagai pahlawan di ajang Piala FA serta dipercaya menjadi starter pada partai final Euro 2024 bersama Timnas Inggris. Meski memiliki catatan impresif, Amorim disebut-sebut tidak memasukkan namanya dalam rencana utama tim.

Situasi itu diyakini berkaitan dengan kesulitan Mainoo dalam menyesuaikan diri terhadap pendekatan taktik yang diterapkan pelatih asal Portugal tersebut. Sistem permainan yang berbeda membuat perannya tak lagi seefektif sebelumnya, sehingga ia lebih sering menghuni bangku cadangan.

Akan tetapi, keadaan berubah ketika Michael Carrick mengambil alih kendali. Di bawah arahan Carrick, Mainoo kembali menemukan sentuhan terbaiknya. Ia kini kembali menjadi elemen penting di sektor tengah Manchester United, berperan sebagai motor permainan sekaligus penghubung antar lini dalam skema Setan Merah.

5 dari 5 halaman

Bruno Fernandes

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes (c) AP Photo/Jon Super

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes (c) AP Photo/Jon Super

Sejak didatangkan dari Sporting CP pada Januari 2020, Fernandes menjelma menjadi jantung permainan Setan Merah. Dalam enam musim dan 315 penampilan di semua kompetisi, konsistensinya nyaris tanpa cela.

Namun, musim ini tidak berjalan mulus. Di era Amorim, ia sempat “dikunci” dalam sistem tiga bek yang memaksanya bermain lebih dalam. Peran tersebut membuatnya harus lebih disiplin bertahan, mengurangi risiko, dan bermain lebih jauh dari kotak penalti, area yang selama ini menjadi habitat alaminya.

Padahal, kekuatan Fernandes terletak pada kebebasan bergerak di antara lini, bermain cepat dalam kombinasi, serta insting muncul di momen krusial untuk mencetak atau menciptakan gol. Saat ruang geraknya dibatasi, United justru kehilangan elemen kejutan yang selama ini menjadi pembeda.

Meski begitu, ia tetap mampu menyumbang lima gol dan tujuh assist dalam periode tersebut, lebih karena kualitas individunya ketimbang efektivitas sistem.

Perubahan terjadi ketika Carrick kembali mengambil alih kursi pelatih pada Januari. Fernandes dikembalikan ke peran gelandang serang murni, diberi keleluasaan untuk bergerak bebas dan mengekspresikan kreativitasnya.

Hasilnya langsung terlihat. Tempo permainan United menjadi lebih cair, peluang tercipta lebih banyak, dan Fernandes kembali menjadi figur sentral dalam fase menyerang.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL