Bola.net - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menuding krisis kepemimpinan dalam tubuh PSSI dan pemangku kepentingan lainnya telah berdampak pada merosotnya prestasi sepakbola Indonesia.
"Prestasi tim nasional semakin menurun. Hal tersebut harus menjadi perhatian khusus terutama dalam pembenahan masalah kepemimpinan yang nantinya akan berpengaruh kepada manajemen persepakbolaan nasional dan pembangunan karakter," kata Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (15/7).
Saat jumpa pers "Deklarasi Enam Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra" bersama sejumlah wartawan dari media dalam negeri dan asing, dia meyakini tidak ada pemain sepakbola yang tidak berkualitas. Penentu kualitas sepakbola adalah kualitas pemimpinnya.
"Jadi sebaiknya mencari pemimpin yang baik dulu dan kemudian baru bicara masalah permainannya," kata dia.
Pernyataan Prabowo tersebut keluar setelah tim Indonesia dikalahkan oleh tim dari Premier League Arsenal dengan skor telak 7-0. Hasil akhir yang menunjukkan terdapat kesenjangan kualitas persepakbolaan.
Prestasi timnas Indonesia di tingkat Asia Tenggara juga belum bisa disebut membanggakan karena belum sekalipun memenangi Piala AFF, trofi supremasi sepakbola regional zona ASEAN.
"Memang saya pribadi menilai prestasi timnas kita mengalami penurunan. Saya masih ingat Indonesia pernah memiliki prestasi yang membanggakan dengan menahan imbang timnas Rusia 0-0 pada pertandingan Olimpiade 1956. Setelah itu, Indonesia selama bertahun-tahun sempat bertengger di posisi tiga zona Asia," katanya.
Tahun lalu, Indonesia sempat mengalami kekalahan telak 10-0 dari Bahrain pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E.
Banyak pihak yang menganggap konflik dualisme persepakbolaan merupakan penyebab menurunnya prestasi timnas Indonesia. Meski begitu saat dualisme belum mengemuka, Tim Garuda juga sempat kalah telak dari Uruguay dengan skor 7-1. (ant/mac)
"Prestasi tim nasional semakin menurun. Hal tersebut harus menjadi perhatian khusus terutama dalam pembenahan masalah kepemimpinan yang nantinya akan berpengaruh kepada manajemen persepakbolaan nasional dan pembangunan karakter," kata Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (15/7).
Saat jumpa pers "Deklarasi Enam Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra" bersama sejumlah wartawan dari media dalam negeri dan asing, dia meyakini tidak ada pemain sepakbola yang tidak berkualitas. Penentu kualitas sepakbola adalah kualitas pemimpinnya.
"Jadi sebaiknya mencari pemimpin yang baik dulu dan kemudian baru bicara masalah permainannya," kata dia.
Pernyataan Prabowo tersebut keluar setelah tim Indonesia dikalahkan oleh tim dari Premier League Arsenal dengan skor telak 7-0. Hasil akhir yang menunjukkan terdapat kesenjangan kualitas persepakbolaan.
Prestasi timnas Indonesia di tingkat Asia Tenggara juga belum bisa disebut membanggakan karena belum sekalipun memenangi Piala AFF, trofi supremasi sepakbola regional zona ASEAN.
"Memang saya pribadi menilai prestasi timnas kita mengalami penurunan. Saya masih ingat Indonesia pernah memiliki prestasi yang membanggakan dengan menahan imbang timnas Rusia 0-0 pada pertandingan Olimpiade 1956. Setelah itu, Indonesia selama bertahun-tahun sempat bertengger di posisi tiga zona Asia," katanya.
Tahun lalu, Indonesia sempat mengalami kekalahan telak 10-0 dari Bahrain pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E.
Banyak pihak yang menganggap konflik dualisme persepakbolaan merupakan penyebab menurunnya prestasi timnas Indonesia. Meski begitu saat dualisme belum mengemuka, Tim Garuda juga sempat kalah telak dari Uruguay dengan skor 7-1. (ant/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terobosan Badan Liga Inisiatif Pengcab PSSI Surabaya Sendiri
Bola Indonesia 16 Juli 2013, 20:19
-
Prestasi Timnas Terpuruk, Prabowo Tuding PSSI Tak Becus
Bola Indonesia 16 Juli 2013, 13:29
-
Kompetisi PSSI Surabaya Punya Badan Liga
Bola Indonesia 15 Juli 2013, 16:41
-
Kantor PSSI Direnovasi Dengan Melibatkan Ahli Tata Ruang
Bola Indonesia 10 Juli 2013, 12:42
-
Pernyataan Ketua Umum PSMS Terkait Gaji Pemainnya Dikecam
Bola Indonesia 9 Juli 2013, 21:09
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR