Bola.net - Turnamen Piala Presiden dipastikan bergulir sesuai jadwal, pada 30 Agustus mendatang. Hal tersebut, menyusul diperolehnya izin dari pihak Kepolisian.
Promotor Piala Presiden, Hasani Abdul Gani, menegaskan jika pihaknya telah melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Sehingga, izin dari pihak Kepolisian mampu diperoleh. Sedangkan sebelumnya, juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Kamis (24/8).
"Tentunya, izin Polisi sudah selesai karena kami telah melengkapi berkas-berkas," terang Hasani Abdul Gani.
Pada laga pembuka nanti, mempertemukan Bali United Pusam melawan Persija Jakarta, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Laga ini rencananya bakal dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Selain di Bali, penyisihan grup juga akan digelar di Bandung, Malang, dan Makassar. Sebanyak 16 klub ikut serta, di mana 13 di antaranya berasal dari Indonesia Super League (ISL), sementara sisanya dari Divisi Utama.
Grup A diisi Persib, Persebaya, Persiba, dan Martapura FC, sementara Grup B terdapat Arema, Persela, Sriwijaya FC, dan PSGC Ciamis. Bali United yang menjadi tuan rumah berada di Grup C bersama Persija, Persita, dan Mitra Kukar. Sedangkan Grup D, diisi PSM, PBR, Gresik United, dan Pusamania Borneo FC.
Selain itu, Hasani menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi mengalami kendala pada klub peserta. Misalnya, terkait perubahan Persebaya yang telah menjadi Persebaya United. Sebab perubahan tersebut membuat BOPI akhirnya mengeluarkan rekomendasi.
Apalagi, hal tersebut karena ingin mengakomodir permintaan Bonek 1927, di samping pengambilalihan hak Panpel dari Arema ke promotor dalam penyelenggaraan penyisihan Grup B di Stadion Kanjuruhan, Malang.
"Sebelum keluarnya rekomendasi, kami dipertemukan oleh BOPI dengan Bonek di Kantor Kemenpora. Salah satu jalan keluarnya mengubah nama dan akhirnya menjadi Persebaya United. Saat itu, pihak Bonek menerima. Kalau Persebaya saja, kesannya memang tidak ada Persebaya 1927. Dengan adanya Persebaya United dan 1927, Surabaya menjadi punya dua klub seperti Manchester United dan Manchester City. Di pertemuan itu mereka terima perubahan nama dan itu menjadi salah satu jalan keluar yang akhirnya disepakati," pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Promotor Piala Presiden, Hasani Abdul Gani, menegaskan jika pihaknya telah melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Sehingga, izin dari pihak Kepolisian mampu diperoleh. Sedangkan sebelumnya, juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Kamis (24/8).
"Tentunya, izin Polisi sudah selesai karena kami telah melengkapi berkas-berkas," terang Hasani Abdul Gani.
Pada laga pembuka nanti, mempertemukan Bali United Pusam melawan Persija Jakarta, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Laga ini rencananya bakal dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Selain di Bali, penyisihan grup juga akan digelar di Bandung, Malang, dan Makassar. Sebanyak 16 klub ikut serta, di mana 13 di antaranya berasal dari Indonesia Super League (ISL), sementara sisanya dari Divisi Utama.
Grup A diisi Persib, Persebaya, Persiba, dan Martapura FC, sementara Grup B terdapat Arema, Persela, Sriwijaya FC, dan PSGC Ciamis. Bali United yang menjadi tuan rumah berada di Grup C bersama Persija, Persita, dan Mitra Kukar. Sedangkan Grup D, diisi PSM, PBR, Gresik United, dan Pusamania Borneo FC.
Selain itu, Hasani menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi mengalami kendala pada klub peserta. Misalnya, terkait perubahan Persebaya yang telah menjadi Persebaya United. Sebab perubahan tersebut membuat BOPI akhirnya mengeluarkan rekomendasi.
Apalagi, hal tersebut karena ingin mengakomodir permintaan Bonek 1927, di samping pengambilalihan hak Panpel dari Arema ke promotor dalam penyelenggaraan penyisihan Grup B di Stadion Kanjuruhan, Malang.
"Sebelum keluarnya rekomendasi, kami dipertemukan oleh BOPI dengan Bonek di Kantor Kemenpora. Salah satu jalan keluarnya mengubah nama dan akhirnya menjadi Persebaya United. Saat itu, pihak Bonek menerima. Kalau Persebaya saja, kesannya memang tidak ada Persebaya 1927. Dengan adanya Persebaya United dan 1927, Surabaya menjadi punya dua klub seperti Manchester United dan Manchester City. Di pertemuan itu mereka terima perubahan nama dan itu menjadi salah satu jalan keluar yang akhirnya disepakati," pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Promotor: Piala Presiden Sudah Kantongi Izin Kepolisian
Bola Indonesia 24 Agustus 2015, 23:43
-
Persebaya dan Arema Tampil di Piala Presiden dengan Syarat
Bola Indonesia 21 Agustus 2015, 00:55
-
Piala Presiden Tak Akan Terganjal Izin Kepolisian
Bola Indonesia 21 Agustus 2015, 00:33
-
Rekomendasi Tak Turun, Promotor Piala Presiden Akan Lapor Jokowi
Bola Indonesia 19 Agustus 2015, 00:54
-
Pertahankan Arema dan Persebaya, Promotor Piala Presiden Ogah Rugi
Bola Indonesia 18 Agustus 2015, 23:58
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Persib 5 April 2026
Bola Indonesia 4 April 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13


























KOMENTAR