
Bola.net - Protes yang dilayangkan Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt terkait kinerja panpel Arema Indonesia dalam melayani Laskar Juku Eja, ditanggapi dingin oleh manajemen Singo Edan.
Menurut Media Officer Arema, Noor Ramadhan, protes Segrt itu tak lebih dari sekedar psywar. "Menurut saya, ini merupakan hal yang tak lebih dari sebuah celotehan saja. Ini yang namanya psywar. Ini adalah hal yang lazim dilontarkan seorang pelatih untuk mengacaukan konsentrasi lawannya," ungkap Nunun, sapaan karib Noor Ramadhan pada Bola.net. "Bahkan pelatih sekelas Jose Mourinho pun kerap melakukan hal serupa."
Lebih lanjut, Nunun menambahkan, bahwa apa yang dikeluhkan Segrt saat ini, juga adalah hal yang diterima Arema kala melawat ke Makassar beberapa waktu lalu. Bahkan, sambung dia, waktu itu lebih buruk.
"Di sana, kami juga mendapat bis yang tidak layak, lebih kecil ketimbang apa yang kami sediakan saat ini. Bahkan, para pemain harus berdesakan di bus tersebut," Nunun mengenang.
"Lebih buruknya lagi, di sana, kami mendapat teror dari suporter. Kami dilempari batu baik dalam perjalanan berangkat ke stadion maupun saat pulang dari stadion. Bahkan, di dalam stadion pun, lemparan batu dan botol mengarah ke bench kami. Masseur kami sempat terkena lemparan batu di pahanya," sambungnya.
"Di sana, kami juga tidak disediakan lapangan untuk berlatih. Alhasil, kami menyewa lapangan mereka dengan tarif Rp500 ribu per jam. Namun, apa yang terjadi? Petar malah marah-marah dengan berbagai alasan," tukas Nunun.
Pria yang juga merupakan jurnalis salah satu televisi swasta di Indonesia ini menambahkan bahwa usai sesi konferensi pers kemarin, Segrt sempat menanyainya mengapa dia tidak 'wadul' kala mendapat perlakuan buruk di kandang PSM lalu. "Saya jawab, kami bukan tim lebay dan cengeng," tandasnya. (den/end)
Menurut Media Officer Arema, Noor Ramadhan, protes Segrt itu tak lebih dari sekedar psywar. "Menurut saya, ini merupakan hal yang tak lebih dari sebuah celotehan saja. Ini yang namanya psywar. Ini adalah hal yang lazim dilontarkan seorang pelatih untuk mengacaukan konsentrasi lawannya," ungkap Nunun, sapaan karib Noor Ramadhan pada Bola.net. "Bahkan pelatih sekelas Jose Mourinho pun kerap melakukan hal serupa."
Lebih lanjut, Nunun menambahkan, bahwa apa yang dikeluhkan Segrt saat ini, juga adalah hal yang diterima Arema kala melawat ke Makassar beberapa waktu lalu. Bahkan, sambung dia, waktu itu lebih buruk.
"Di sana, kami juga mendapat bis yang tidak layak, lebih kecil ketimbang apa yang kami sediakan saat ini. Bahkan, para pemain harus berdesakan di bus tersebut," Nunun mengenang.
"Lebih buruknya lagi, di sana, kami mendapat teror dari suporter. Kami dilempari batu baik dalam perjalanan berangkat ke stadion maupun saat pulang dari stadion. Bahkan, di dalam stadion pun, lemparan batu dan botol mengarah ke bench kami. Masseur kami sempat terkena lemparan batu di pahanya," sambungnya.
"Di sana, kami juga tidak disediakan lapangan untuk berlatih. Alhasil, kami menyewa lapangan mereka dengan tarif Rp500 ribu per jam. Namun, apa yang terjadi? Petar malah marah-marah dengan berbagai alasan," tukas Nunun.
Pria yang juga merupakan jurnalis salah satu televisi swasta di Indonesia ini menambahkan bahwa usai sesi konferensi pers kemarin, Segrt sempat menanyainya mengapa dia tidak 'wadul' kala mendapat perlakuan buruk di kandang PSM lalu. "Saya jawab, kami bukan tim lebay dan cengeng," tandasnya. (den/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Indonesia: PSMS IPL Kandaskan Persiraja
Bola Indonesia 30 Mei 2012, 23:00
-
Piala Indonesia: Semen Padang Kubur Mimpi Pro Duta
Bola Indonesia 30 Mei 2012, 22:38
-
Segrt: Keputusan Wasit Persis Seperti Kekhawatiran Kami
Bola Indonesia 30 Mei 2012, 18:25
-
Piala Indonesia: Arema IPL Lolos Dari Hadangan Laskar Juku Eja
Bola Indonesia 30 Mei 2012, 17:47
-
Piala Indonesia: Atasi PSLS, Persebaya Tembus Perempat Final
Bola Indonesia 30 Mei 2012, 17:30
LATEST UPDATE
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR