Bola.net - Kemelut yang masih melanda pentas sepakbola Tanah Air, membuat para pemain sibuk memilih hengkang. Hal tersebut direspon PSSI dengan positif.
Sekjen PSSI, Azwan Karim menerangkan jika pihaknya masih bisa mengeluarkan ITC (International Transfer Certificate) untuk pemain Indonesia yang hendak melanjutkan kiprah di luar negeri.
Dilanjutkan Azwan, hal tersebut tetap bisa dilakukan meski sepakbola Indonesia dalam masa sanksi FIFA. Pemain Indonesia, ditegaskan Azwan, bisa tetap berkiprah di luar negeri. Sebab, sepakbola Indonesia hanya dihadang perihal supporting contact.
"ITC itu bisa diartikan hanya proses administrasi, antara satu federasi dengan federasi lain terkait perpindahan dan agar perpindahan pemain diketahui. Itu tidak masuk dalam cakupan pasal 14 terkait sanksi dari FIFA. Dalam poinnya hanya disebutkan supporting contact," jelas Azwan Karim.
"Jadi, perpindahan pemain diperbolehkan. AFC dan FIFA juga tidak bisa menghalangi. Sebatas ITC boleh, yang lain-lain dan formal tidak bisa. Seperti rapat dewan AFF, PSSI tidak bisa ikut walau AFF sebuah paguyuban yang tidak masuk organ AFC dan FIFA," imbuhnya.
Azwan juga membuka pintu seluas-luasnya kepas pemain untuk mengurus hal tersebut. Sejauh ini, disebutkannya sudah ada beberapa pemain yang melakukan proses administrasi.
"Untuk perkembangan, saya belum tahu karena perlu mengecek lagi. Tapi, sudah ada yang melakukan proses tersebut. Saya mengetahui ada beberapa pemain yang ke luar seperti Greg Nwokolo dan Dedi Guswaman yang ke Myanmar," pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Sekjen PSSI, Azwan Karim menerangkan jika pihaknya masih bisa mengeluarkan ITC (International Transfer Certificate) untuk pemain Indonesia yang hendak melanjutkan kiprah di luar negeri.
Dilanjutkan Azwan, hal tersebut tetap bisa dilakukan meski sepakbola Indonesia dalam masa sanksi FIFA. Pemain Indonesia, ditegaskan Azwan, bisa tetap berkiprah di luar negeri. Sebab, sepakbola Indonesia hanya dihadang perihal supporting contact.
"ITC itu bisa diartikan hanya proses administrasi, antara satu federasi dengan federasi lain terkait perpindahan dan agar perpindahan pemain diketahui. Itu tidak masuk dalam cakupan pasal 14 terkait sanksi dari FIFA. Dalam poinnya hanya disebutkan supporting contact," jelas Azwan Karim.
"Jadi, perpindahan pemain diperbolehkan. AFC dan FIFA juga tidak bisa menghalangi. Sebatas ITC boleh, yang lain-lain dan formal tidak bisa. Seperti rapat dewan AFF, PSSI tidak bisa ikut walau AFF sebuah paguyuban yang tidak masuk organ AFC dan FIFA," imbuhnya.
Azwan juga membuka pintu seluas-luasnya kepas pemain untuk mengurus hal tersebut. Sejauh ini, disebutkannya sudah ada beberapa pemain yang melakukan proses administrasi.
"Untuk perkembangan, saya belum tahu karena perlu mengecek lagi. Tapi, sudah ada yang melakukan proses tersebut. Saya mengetahui ada beberapa pemain yang ke luar seperti Greg Nwokolo dan Dedi Guswaman yang ke Myanmar," pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
- PSSI Siap Sanksi Klub yang Tampil di Piala Kemerdekaan
- Pilih Undang Djohar, Kemenpora Dikecam PSSI
- 'Asal Tak Menyimpang Dari PSSI, Arema Ikut Piala Presiden'
- PSSI Nilai Menpora Melecehkan Kecerdasan dan Norma Umum
- PSSI Lapor Menpan & RB, Ini Kata Kemenpora
- Penuhi Desakan DPR-RI, Kemenpora Bingung Undangan Untuk PSSI
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Siapkan Hukuman Bagi Djohar Arifin
Bola Indonesia 23 Juni 2015, 22:05
-
Djohar Arifin Beber Alasan Penuhi Undangan Kemenpora
Bola Indonesia 23 Juni 2015, 21:34
-
PSSI Nilai Djohar Arifin Merusak Kehormatan Organisasi
Bola Indonesia 23 Juni 2015, 21:16
-
PSSI Tunggu Bukti Dugaan Pengaturan Skor Timnas U-23 di SEA Games
Bola Indonesia 23 Juni 2015, 20:55
-
Djohar Arifin Berharap Kompetisi Segera Digulirkan
Bola Indonesia 23 Juni 2015, 20:38
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13


























KOMENTAR