
Bola.net - - PSSI menegaskan siap memberantas pengaturan pertandingan (match fixing), yang belakangan ini dikabarkan kembali marak di sepak bola Indonesia. Penegasan ini diungkapkan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, di Stadion Gajayana Kota Malang, Selasa (20/11).
"PSSI akan menindak dan menghabisi juga memerangi hal-hal tersebut," ujar Ratu Tisha.
"Laporkan! Beri tahu kami. Jangan sekadar mencaci maki, tapi juga laporkan demi sepak bola Indonesia yang lebih baik," sambungnya.
Tisha meminta agar pihak-pihak yang selama ini bersuara mengenai pengaturan pertandingan agar melaporkan praktik lancung tersebut pada PSSI. Ia memastikan federasi tak akan segan-segan melakukan pengusutan pada laporan tersebut.
"Jangan cuma katanya, tapi buktikan," tuturnya.
Lebih lanjut, penerima beasiswa FIFA Master ini menegaskan bahwa laporan tak terbatas pada Liga 1 atau Liga 2 saja. Perempuan kelahiran 30 Desember 1985 tersebut memastikan federasi akan merespon seluruh laporan ihwal praktik match fixing tersebut.
"Seluruh kompetisi PSSI pun akan kami respon. Apabila laporan masuk, kami pasti akan bertindak tegas," pungkas lulusan jurusan Matematika Institut Teknologi Bandung tersebut.
Sebelumnya, sempat muncul suara sumbang terkait berlangsungnya kompetisi di Indonesia. Salah seorang mantan runner pengatur pertandingan, Bambang Suryo, menyebut bahwa saat ini pengaturan pertandingan masih ada di Indonesia. Bahkan, BS, yang beberapa waktu lalu sempat membongkar praktik culas match fixing ini, menyebut bahwa salah satu pelaku pengaturan pertandingan adalah sosok yang karib disapa Sontoloyo.
Selain itu, tengara masih adanya praktik lancung di sepak bola Indonesia disebut-sebut terjadi pula pada Babak Delapan Besar Liga 2 musim 2018. Tengara ini diungkapkan oleh salah satu lembaga yang concern dengan pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia, Save Our Soccer (SOS). Mereka bahkan menyebut Babak Delapan Besar di Grup A lalu sebagai dagelan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Tegaskan Siap Habisi Praktik Match Fixing di Sepak Bola Indonesia
Bola Indonesia 20 November 2018, 23:45
-
Match Fixing Ditengarai Kembali Marak, Ini Jawaban Sekjen PSSI
Bola Indonesia 20 November 2018, 16:46
-
5 Alasan Edy Rahmayadi Harus Mundur Dari Ketua Umum PSSI
Editorial 19 November 2018, 12:56
-
Desakan Mundur untuk Edy Rahmayadi Juga Terdengar di Media Luar
Bola Indonesia 18 November 2018, 23:00
-
Iwan Budianto Sebut Kekalahan Indonesia Disebabkan Faktor Nonteknis
Tim Nasional 12 November 2018, 00:44
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR