Bola.net - Ternyata, bukan perkara mudah untuk menyelesaikan masalah gaji pemain PSM Makassar yang telah tertunggak selama empat bulan. Karena manajemen dan Konsorsium PT Mitra Bola Indonesia (MBI) harus menyiapkan dana besar untuk membayar gaji pemain.
Untuk melunasi utang gaji kepada 29 pemain dibutuhkan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar. Mantan Direktur Finance atau Keuangan PSM, Ishlah Idrus mengatakan bahwa untuk satu bulan dibutuhkan dana sebesar Rp 600 juta.
Sementara manajemen telah berutang gaji selama empat bulan yaitu Mei, Juni, Juli, dan Agustus ini. Khusus gaji Mei, manajemen telah membayar sebesar 40 persen. Jadi masih tersisa 60 persen atau sekitar Rp 360 juta.
Itu baru gaji pemain. Belum termasuk gaji pelatih, asisten, dan ofisial PSM.
"Ya, begitulah besarnya anggaran dibutuhkan. Tetapi, saya tak bisa komentar karena bukan wewenang saya. Sebab, saya tidak lagi di manajemen PSM," kata Ishlah.
Ketua PSM Makassar, Sadikin Aksa, menjelaskan soal pelunasan gaji pemain untuk bulan Juni dan Juli diupayakan pada September mendatang. Dia mengaku terus mendesak konsorsium.
"Bagaimanapun, pemain tetap akan mendapatkan gajinya. Entah itu dicicil atau bagaimana, yang pastinya paling lambat September gaji pemain sudah dibayarkan semua," kata Sadikin.
Sadikin menambahkan, sebenarnya konsorsium masih menanggung pembayaran semua gaji pemain PSM hingga September. Tetapi, karena masih krisis finansial, pembayaran bakal tertunggak lagi. Karena itu, dia mengimbau kepada 29 pemainnya agar bisa lebih bersabar.
"Bukan hanya PSM yang mengalami nasib seperti ini, klub lain juga demikian. PSM bisa dibilang masih sedikit beruntung sebab baru dua bulan. Klub LPI lain bahkan lebih parah lagi," jelas Sadikin.
Kapten PSM, Andi Oddang menyatakan seluruh pemain sangat membutuhkan uang untuk kebutuhan bulan Ramadan. Dia berharap agar manajemen bisa segera menyelesaikan masalah itu.
"Mudah-mudahan manajemen bisa segera membayarkan gaji kami. Soalnya kami butuh uang. Apalagi menjelang lebaran," pinta Oddang.
CEO PSM, Rully Habibie mengaku masih berupaya mencari sumber pendanaan lain di luar konsorsium. "Kalau konsorsium masih terkendala finansial, makanya saya mencoba mendekati sumber lainnya. Misalnya sponsor yang mau bekerja sama dengan PSM," katanya. (nda/opw)
Untuk melunasi utang gaji kepada 29 pemain dibutuhkan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar. Mantan Direktur Finance atau Keuangan PSM, Ishlah Idrus mengatakan bahwa untuk satu bulan dibutuhkan dana sebesar Rp 600 juta.
Sementara manajemen telah berutang gaji selama empat bulan yaitu Mei, Juni, Juli, dan Agustus ini. Khusus gaji Mei, manajemen telah membayar sebesar 40 persen. Jadi masih tersisa 60 persen atau sekitar Rp 360 juta.
Itu baru gaji pemain. Belum termasuk gaji pelatih, asisten, dan ofisial PSM.
"Ya, begitulah besarnya anggaran dibutuhkan. Tetapi, saya tak bisa komentar karena bukan wewenang saya. Sebab, saya tidak lagi di manajemen PSM," kata Ishlah.
Ketua PSM Makassar, Sadikin Aksa, menjelaskan soal pelunasan gaji pemain untuk bulan Juni dan Juli diupayakan pada September mendatang. Dia mengaku terus mendesak konsorsium.
"Bagaimanapun, pemain tetap akan mendapatkan gajinya. Entah itu dicicil atau bagaimana, yang pastinya paling lambat September gaji pemain sudah dibayarkan semua," kata Sadikin.
Sadikin menambahkan, sebenarnya konsorsium masih menanggung pembayaran semua gaji pemain PSM hingga September. Tetapi, karena masih krisis finansial, pembayaran bakal tertunggak lagi. Karena itu, dia mengimbau kepada 29 pemainnya agar bisa lebih bersabar.
"Bukan hanya PSM yang mengalami nasib seperti ini, klub lain juga demikian. PSM bisa dibilang masih sedikit beruntung sebab baru dua bulan. Klub LPI lain bahkan lebih parah lagi," jelas Sadikin.
Kapten PSM, Andi Oddang menyatakan seluruh pemain sangat membutuhkan uang untuk kebutuhan bulan Ramadan. Dia berharap agar manajemen bisa segera menyelesaikan masalah itu.
"Mudah-mudahan manajemen bisa segera membayarkan gaji kami. Soalnya kami butuh uang. Apalagi menjelang lebaran," pinta Oddang.
CEO PSM, Rully Habibie mengaku masih berupaya mencari sumber pendanaan lain di luar konsorsium. "Kalau konsorsium masih terkendala finansial, makanya saya mencoba mendekati sumber lainnya. Misalnya sponsor yang mau bekerja sama dengan PSM," katanya. (nda/opw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Andi Oddang Akan Bertahan di PSM
Bola Indonesia 4 Agustus 2012, 19:30
-
Sadikin: Butuh Rp 2,2 Miliar Untuk Bayar Gaji Pemain PSM
Bola Indonesia 4 Agustus 2012, 17:30
-
Pemain PSM Kembali Menagih Gaji
Bola Indonesia 4 Agustus 2012, 13:30
-
Andi Oddang Sarankan PSM Rekrut Greg Nwokolo
Bola Indonesia 23 Juli 2012, 20:15
-
Pemain PSM Berharap Gaji Dibayar Sebelum Ramadhan
Bola Indonesia 5 Juli 2012, 07:32
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Torino vs Milan - Senin 24 Agustus 2026
Liga Italia 23 Agustus 2026, 14:54
-
Link Streaming Frosinone vs Juventus - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Italia 23 Agustus 2026, 14:41
-
Link Streaming Elche vs Barcelona - Senin 24 Agustus 2026
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 14:38
-
Link Streaming Newcastle vs Liverpool - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 14:26
-
Link Streaming Man City vs Bournemouth - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 14:13
-
Prediksi Fulham vs Chelsea 25 Agustus 2026
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 13:21
-
Elkan Baggott Ungkap Perasaan Frustrasinya Usai Tinggalkan Ipswich Town
Tim Nasional 23 Agustus 2026, 12:28
-
Kevin Diks Naik Kelas di Borussia Monchengladbach: Dipercaya Jadi Wakil Kapten
Tim Nasional 23 Agustus 2026, 11:55
-
Kevin De Bruyne yang Menggila dan Debut Massimiliano Allegri di Napoli Berakhir Manis
Liga Italia 23 Agustus 2026, 08:41
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59


























KOMENTAR