
Bola.net - Save Our Soccer (SOS) memberi tanggapan keras soal sanksi hukuman yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI kepada PSS Sleman, dalam kasus pengaturan pertandingan Liga 2 pada 2018 lalu. Lembaga yang fokus dalam perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia tersebut berharap agar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turun tangan meluruskan polemik ini.
"Ketua Umum PSSI harus mengambil sikap untuk meminta Peninjauan Kembali (PK) terhadap keputusan Komdis yang ngawur dan manipulatif. Ini preseden buruk dan merusak citra PSSI," kata Koordinator SOS, Akmal Marhali.
"Efeknya ke depan akan sangat buruk bila dibiarkan. Hal ini bisa menjadi yurisprudensi hukum apabila kasus serupa terjadi pada kemudian hari," sambungnya.
Sebelumnya, pada 6 Agustus 2024 lalu, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada PSS Sleman atas kasus pengaturan pertandingan yang terjadi di Liga 2 musim 2018 lalu. Super Elja, julukan PSS Sleman, disanksi mendapat pengurangan poin sebanyak tiga poin dan denda sebesar Rp150 juta. Sanksi ini dituangkan Komdis dalam surat keputusan bernomor 001/SK/KD-PSSI/VIII/2024.
Menurut SOS, keputusan Komdis PSSI, yang dipimpin Eko Hendro Prasetyo, ini sama sekali tak tepat. Pasalnya, mereka menggunakan dasar yang salah dalam mengambil keputusan tersebut.
Dalam Kode Disiplin PSSI, kasus pengaturan skor sangat gamblang dijelaskan di pasal 64 ayat 1 sampai 5. Namun, Komdis hanya menggunakan ayat 1 sampai 3 dalam amar putusannya. Padahal pasal tersebut menjelaskan tentang kasus yang melibatkan perorangan: pemain, wasit, dan ofisial. Sementara ayat 5 yang terkait klub yang melakukan pengaturan skor tidak disertakan dalam amar putusan.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Komite Etik Harus Turun Tangan
Selain Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, SOS berharap agar Komite Etik juga turun tangan. Komite yang diketuai Komjen. Pol.(Purn) Drs. Suhardi Alius, M.H ini harus melakukan investigasi terhadap keputusan dari sanksi Komdis PSSI tersebut.
"Ini manipulasi hukum yang mencederai keadilan. Karena itu Komite Etik PSSI harus turun tangan melakukan investigasi dan menjatuhkan sanksi kepada anggota Komdis PSSI," tegas Akmal.
"Ini adalah keputusan yang tak sesuai Kode Disiplin. Ini penyelewengan konstitusi. Inilah wajah buruk sepakbola Indonesia," sambungnya.
(Dendy Gandakusumah/Bola.net)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Soal Hukuman Komdis ke PSS Sleman, SOS Minta Erick Thohir Turun Tangan
Bola Indonesia 18 Agustus 2024, 19:17
-
Maarten Paes Gabung, Begini Perkiraan Starting XI Terkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 18 Agustus 2024, 18:15
LATEST UPDATE
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 23 Mei 2026
Bola Indonesia 23 Mei 2026, 08:55
-
Prediksi Crystal Palace vs Arsenal 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 08:07
-
Peringatan Bojan Hodak: Persib Bandung Belum Juara!
Bola Indonesia 23 Mei 2026, 08:00
-
Prediksi Brighton vs Man Utd 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:40
-
Prediksi Bologna vs Inter 23 Mei 2026
Liga Italia 23 Mei 2026, 07:30
-
Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
Bundesliga 23 Mei 2026, 07:19
-
Prediksi Sunderland vs Chelsea 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:15
-
Prediksi Valencia vs Barcelona 24 Mei 2026
Liga Spanyol 23 Mei 2026, 07:15
-
Prediksi Real Madrid vs Athletic Bilbao 24 Mei 2026
Liga Spanyol 23 Mei 2026, 07:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25























KOMENTAR