Bola.net - Penampilan buruk kembali diperlihatkan kiper PSM Makassar, Markus Horison. Mantan kiper Timnas Indonesia ini harus kebobolan empat kali saat melawan Persebaya Surabaya di GBT semalam.
Sampai saat ini, dari 9 kali penampilannya, Markus sudah kebobolan 11 gol. Sebagai mantan kiper timnas, penampilan Markus dinilai jauh dari harapan. Bahkan suporter menyebut kiper berkepala plontos itu tidak konsisten. Karena itu, suporter minta manajemen segera mengevaluasi Markus.
"Dari segi statistik, Markus sudah pantas sekali di evaluasi. Bukankah data mengacu pada statistik sehingga fakta yang ada jadi akurat," kata Jenderal Lapangan suporter The Macz Man, Andi Syam Paswah, Rabu (21/5/2014).
Pria yang akrab disapa Coklat ini juga heran karena pelatih masih memainkan Markus meski penampilannya tidak konsisten. Padahal, PSM masih punya kiper lain yang tidak kalah kualitasnya seperti I Ngurah Komang Arya Perdana.
"Pelatih juga harusnya lebih bijaksana. Sudah tahu secara statistik Markus tidak konsisten penampilannya, tapi kok masih dipake? Berarti ada yang salah dengan pelatih," tuturnya.
Pelatih PSM, Rudi William Keltjes, menilai bahwa kekalahan PSM bukan semata karena kesalahan Markus. Rudi menyoroti penampilan pemain sayapnya yang lamban mengantisipasi pergerakan lawan.
"Pemain sayap kita yang kurang cepat menutup lawan. Itu yang akan kita perbaiki nantinya di samping ujung tombak harus diganti," kata Rudi. (nda/dzi)
Sampai saat ini, dari 9 kali penampilannya, Markus sudah kebobolan 11 gol. Sebagai mantan kiper timnas, penampilan Markus dinilai jauh dari harapan. Bahkan suporter menyebut kiper berkepala plontos itu tidak konsisten. Karena itu, suporter minta manajemen segera mengevaluasi Markus.
"Dari segi statistik, Markus sudah pantas sekali di evaluasi. Bukankah data mengacu pada statistik sehingga fakta yang ada jadi akurat," kata Jenderal Lapangan suporter The Macz Man, Andi Syam Paswah, Rabu (21/5/2014).
Pria yang akrab disapa Coklat ini juga heran karena pelatih masih memainkan Markus meski penampilannya tidak konsisten. Padahal, PSM masih punya kiper lain yang tidak kalah kualitasnya seperti I Ngurah Komang Arya Perdana.
"Pelatih juga harusnya lebih bijaksana. Sudah tahu secara statistik Markus tidak konsisten penampilannya, tapi kok masih dipake? Berarti ada yang salah dengan pelatih," tuturnya.
Pelatih PSM, Rudi William Keltjes, menilai bahwa kekalahan PSM bukan semata karena kesalahan Markus. Rudi menyoroti penampilan pemain sayapnya yang lamban mengantisipasi pergerakan lawan.
"Pemain sayap kita yang kurang cepat menutup lawan. Itu yang akan kita perbaiki nantinya di samping ujung tombak harus diganti," kata Rudi. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sukses Bekuk Arema, Eka Ramdani Bahagia
Bola Indonesia 21 Mei 2014, 23:36
-
'Lini Belakang Teledor Penyebab Arema Cronus Kalah'
Bola Indonesia 21 Mei 2014, 23:33
-
Semen Padang: Menang Lawan Arema Bukan Balas Dendam
Bola Indonesia 21 Mei 2014, 22:49
-
Pelatih Arema: Kalah Dari Semen Padang Bukan Kiamat
Bola Indonesia 21 Mei 2014, 22:33
-
Jelang Persegres vs Persija, Balas Dendam Joko Samudro
Bola Indonesia 21 Mei 2014, 22:14
LATEST UPDATE
-
Prediksi Crystal Palace vs Arsenal 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 08:07
-
Peringatan Bojan Hodak: Persib Bandung Belum Juara!
Bola Indonesia 23 Mei 2026, 08:00
-
Prediksi Brighton vs Man Utd 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:40
-
Prediksi Bologna vs Inter 23 Mei 2026
Liga Italia 23 Mei 2026, 07:30
-
Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
Bundesliga 23 Mei 2026, 07:19
-
Prediksi Sunderland vs Chelsea 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:15
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25




















KOMENTAR