
Bola.net - Keputusan Arema FC menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih sejauh ini terbukti jitu. Sebab, berkat tangan dingin eks pelatih Persela Lamongan itu, Singo Edan mampu bangkit dan beranjak dari zona degradasi BRI Liga 1 2023/2024.
Saat ini, Arema berada di urutan ke-15 klasemen sementara BRI Liga 1 dengan 30 poin. Mereka unggul dua poin atas Persita Tangerang yang turun ke peringkat 16.
Seperti diketahui, dia baru melatih Arema pada 9 Februari 2024. Belum sebulan, dia sudah menjalani tiga pertandingan dengan hasil poin maksimal. Mereka menang lawan RANS Nusantara FC, Persija Jakarta, dan Persikabo 1973.
Widodo mengaku hanya membuat pemain lebih nyaman dan sedikit melakukan sentuhan taktikal. "Saya hanya sedikit melakukan perubahan. Membenahi kelemahan tim. Tetapi, intinya membuat pemain lebih nyaman," jelasnya.
Simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Formasi Ideal di Lini Depan

Sebelum Widodo datang, Arema agak bermasalah dengan lini depan. Dari 24 pertandingan, Tim Singo Edan baru mencetak 26 gol.
Pada putaran pertama, mereka bergantung kepada Gustavo Almeida. Striker asal Brasil itu mengemas 14 gol dan jadi top skorer Liga 1 musim ini. Namun saat paruh musim, dia dilepas ke Persija Jakarta.
Sejak itu, Arema FC seperti kehilangan striker haus gol. Dedik Setiawan permainannya masih naik turun, sedangkan striker baru, Gilbert Alvarez tampil di bawah ekspektasi. Namun saat Widodo datang, dia melihat ada potensi lain di lini depan Tim Singo Edan.
Striker berpaspor Australia, Charles Lokolingoy, dipasang sebagai targetman. Karena sebelumnya dia lebih sering jadi winger. Adapun Dedik dipasang sedikit melebar dan menjadi striker bayangan.
Lokolingoy membuat empat gol dan satu assist, dan Dedik mencetak dua gol plus dua assist. "Pada latihan, lebih banyak finishing, karena latihan finishing itu menyenangkan bagi pemain. Dan efek positifnya bisa terbawa dalam pertandinga," jelasnya.
Maksimalkan Pemain Berstatus Timnas Indonesia

Komposisi starting eleven Arema FC mengalami perubahan. Beberapa pemain yang sempat diparkir pelatih sebelumnya, Fernando Valente, kembali dipercaya. Seperti M. Rafli, Bagas Adi, dan Arkhan Fikri.
Khusus Arkhan, masih mendapat beberapa kali kesempatan tampil oleh pelatih lama. Namun Rafli dan Bagas, lebih banyak jadi penonton di bangku cadangan.
Rafli dan Bagas sempat butuh waktu lagi untuk menemukan sentuhannya. Namun kini, mereka mulai memberikan kontribusi. Performa paling mencolok diperlihatkan Arkhan.
Gelandang berusia 19 tahun itu menjadi gelandang serang menggeser pemain asing Ariel Lucero. Ada sinyal jika Widodo memberikan kesempatan kepada pemain lokal agar tampil maksimal. Sehingga mereka punya kans kembali ke Timnas Indonesia.
Taktik Widodo Lebih Mudah Dipahami Pemain

Jika melihat cara bermain yang diterapkan Widodo, bisa dibilang skemanya lebih mudah dipahami. Misalnya, ketika bermain di cuaca terik, pemainnya diminta menurunkan tempo.
Begitu juga saat bermain di lapangan yang rumputnya lebih tebal. Dia juga tidak memaksa anak buahnya memainkan ball possesion untuk membongkar pertahanan lawan.
Widodo lebih mengutamakan efektivitas permainan. Ternyata, skema yang mudah dipahami membuat pemain lebih lepas dilapangan.
Hal ini berbeda dengan skema Fernando Valente. Pelatih asal Portugal itu membuat pemainnya harus melakukan ball possesion. Baginya, menguasai permainan selama mungkin membuat lawan tidak punya kesempatan berkembang.
Disadur dari Bola.com: Iwan Setiawan/Rizki Hidayat, 2 Maret 2024
Klasemen BRI Liga 1 2023/2024
Baca ini juga ya Bolaneters:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tangan Dingin Widodo C Putro di Arema FC
Bola Indonesia 3 Maret 2024, 03:20
-
Widodo C Putro Beber Kunci Sukses Arema FC Kalahkan Persikabo 1973
Bola Indonesia 1 Maret 2024, 19:08
-
Hadapi Persikabo 1973, Arema FC Tak Gentar Rekor Apik Aji Santoso
Bola Indonesia 29 Februari 2024, 21:47
-
Sisa Kompetisi BRI Liga 1 2023/2024, Arema FC Tak Sekadar Kejar Kemenangan
Bola Indonesia 29 Februari 2024, 21:40
LATEST UPDATE
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR