Transisi Bertahan Jadi Fokus Utama Persebaya jelang Hadapi Persita di BRI Super League

Transisi Bertahan Jadi Fokus Utama Persebaya jelang Hadapi Persita di BRI Super League
BRI Super League: Diskusi antara Bernardo Tavares dan Shin Sang-gyu dan pada sesi latihan Persebaya Surabaya (c) Dok. Persebaya

Bola.net - Persebaya Surabaya mulai membenahi sektor pertahanan menjelang duel penting menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/26. Tim asal Kota Pahlawan itu berupaya memperbaiki koordinasi lini belakang yang kerap bermasalah.

Persebaya menjadi perhatian setelah rentetan kebobolan dalam beberapa laga terakhir. Masalah utama terlihat pada transisi defensif yang belum berjalan optimal saat kehilangan bola.

Persebaya kini memprioritaskan keseimbangan antara lini depan dan belakang agar tidak kembali kehilangan poin di Liga 1. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dalam sesi latihan terbaru.

1 dari 4 halaman

Transisi Bertahan Jadi Fokus Utama

Duel Madura United vs Persebaya Surabaya di BRI Super League, Sabtu (3/1/2025) (c) Dok. Persebaya Surabaya

Duel Madura United vs Persebaya Surabaya di BRI Super League, Sabtu (3/1/2025) (c) Dok. Persebaya Surabaya

Pelatih Bernardo Tavares menaruh perhatian besar pada buruknya koordinasi saat tim kehilangan penguasaan bola. Kondisi ini dinilai menjadi penyebab utama banyaknya gol yang bersarang ke gawang tim.

Dalam periode sejak 10 Januari, Persebaya mencatat empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan tersebut menunjukkan performa yang belum sepenuhnya stabil di kompetisi.

Produktivitas gol sebenarnya cukup baik dengan torehan 15 gol dalam sembilan pertandingan. Namun, jumlah kebobolan yang sama menjadi indikasi lemahnya organisasi lini pertahanan.

2 dari 4 halaman

Evaluasi Usai Kekalahan Telak

Duel Borneo FC vs Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/2026, Sabtu (7/3/2026) malam WIB. (c) Dok. Borneo FC

Duel Borneo FC vs Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/2026, Sabtu (7/3/2026) malam WIB. (c) Dok. Borneo FC

Kekalahan mencolok 1-5 dari Borneo FC menjadi alarm keras bagi tim pelatih. Laga itu memperlihatkan rapuhnya struktur pertahanan saat menghadapi tekanan lawan.

Sebagian besar gol yang bersarang terjadi dalam tiga pertandingan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa masalah bukan hanya insidental, tetapi sudah menjadi pola yang perlu segera diperbaiki.

"Target kami adalah memperbaiki kesalahan pada pertandingan terakhir. Kami memerlukan pemain yang memiliki keseimbangan defensif mumpuni agar tidak mengalami kerugian lagi karena penempatan diri pemain sebelumnya tidak begitu bagus," ujar Tavares, dikutip dari ileague.id.

3 dari 4 halaman

Penekanan pada Keseimbangan Tim

BRI Super League 2025/26: Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares (c) ileague.id

BRI Super League 2025/26: Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares (c) ileague.id

Persebaya kini menitikberatkan latihan pada prinsip garis pertahanan dan pengambilan keputusan saat transisi. Fokus tersebut diharapkan mampu meningkatkan disiplin posisi pemain sepanjang pertandingan.

"Kami menyusun beberapa prinsip garis pertahanan dan juga skema menyerang, seperti hal penting saat kami menguasai bola. Keseimbangan ini perlu lebih baik karena kami kemasukan banyak gol melalui proses serangan balik lawan," lanjut Tavares.

Selain lini belakang, sektor serang juga mendapat perhatian agar lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Pendekatan ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara agresivitas dan kehati-hatian.

Dengan pembenahan ini, Persebaya optimistis dapat tampil lebih solid saat menjamu Persita Tangerang, Sabtu (4/4). Kedisiplinan dan pemahaman ruang menjadi kunci untuk meredam ancaman lawan dan mengamankan hasil maksimal.

Sumber: ileague.id

4 dari 4 halaman

Klasemen


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL