Aksi yang digelar di depan bangunan berlantai tiga di Jalan Lodaya Kota Bandung, Kamis, itu diwarnai dengan aksi orasi dan membentangkan spanduk yang mengkritisi PSSI. Tulisan yang mereka usung antara lain "Turut Berduka Cita Atas Mestinya Keadilan Sepak Bola Indonesia," kemudian spanduk lainnya bertuliskan Kami (berhuruf warna biru) bukan Mereka (berhuruf warna orange).
"Kami menuntut PSSI bersikap tegas, Komdis bergerak cepat mengusut kekerasan yang dialami tim Persib Bandung tempo hari. Aksi pengrusakan bus Persib itu telah mencederai fair play," kata Egi, koordinator aksi itu seperti dilansir Antara.
Menurut dia, aksi tersebut sudah di luar batas dan sudah selayaknya mendapat perhatian serius dan tidak lagi sebatas kekerasan spontanitas.
Para pelaku aksi damai itu berasal dari delapan kampus di Kota Bandung. Selain membentangkan spanduk berisi kritikan kepada PSSI juga memakai atribut dan kostum Persib Bandung biru-biru.
Aksi pelemparan terhadap bus Persib Bandung pekan lalu, mengakibatkan batalnya pertandingan big match antara Persib Bandung melawan Persija di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Tim Persib yang saat itu hendak menuju stadion diserang sekelompok orang tak dikenal sehingga mengakibatkan kaca bus pecah dan adanya lemparan bom molotov.
Aksi tersebut memicu kemarahan oknum bobotoh di Bandung yang sempat terpancing dan melakukan sweeping terhadap sejumlah kendaraan berplat nomor B di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Namun aksi berhasil diredakan oleh petugas kepolisian di Kota Bandung. (ant/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Komdis Belum Beri Putusan Untuk Persiwa Wamena
Bola Indonesia 27 Juni 2013, 22:29
-
Hantam Persela, Naga Mekes Geser Posisi Barito
Bola Indonesia 27 Juni 2013, 21:02
-
Persisam Kehilangan Kone Saat Tur Jawa Barat
Bola Indonesia 27 Juni 2013, 20:30
-
PT LI Tunggu Proposal Persija Untuk Menjamu Persib
Bola Indonesia 27 Juni 2013, 19:24
-
Viking Kampus Tuntut Keadilan Dari PSSI
Bola Indonesia 27 Juni 2013, 15:38
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR