10 Manajer Termahal Premier League 2025/2026: Roberto De Zerbi Langsung Menyodok ke Peringkat 2!

10 Manajer Termahal Premier League 2025/2026: Roberto De Zerbi Langsung Menyodok ke Peringkat 2!
Roberto De Zerbi saat melatih Marseille dalam pertandingan Ligue 1 melawan Paris FC, Sabtu (31/1/2026). (c) AP Photo/Thibault Camus

Bola.net - Klub Premier League, Tottenham, resmi menunjuk Roberto De Zerbi sebagai manajer baru mereka. Pelatih asal Italia itu langsung mencatatkan diri sebagai salah satu juru taktik dengan bayaran tertinggi di Liga Inggris setelah menandatangani kontrak jangka panjang bernilai fantastis.

De Zerbi, yang menggantikan posisi Igor Tudor, dikabarkan akan menerima gaji mencapai 12 juta poundsterling per tahun. Angka tersebut menempatkannya sebagai manajer dengan bayaran tertinggi kedua di Premier League, hanya berada di bawah Pep Guardiola yang mengantongi sekitar 20 juta poundsterling per musim bersama Manchester City.

Menariknya, pendapatan De Zerbi kini melampaui sejumlah pelatih papan atas lainnya. Mikel Arteta yang membawa Arsenal bersaing di jalur juara hanya menerima sekitar 10 juta poundsterling per tahun. Sementara itu, Unai Emery bersama Aston Villa berada di kisaran 8 juta poundsterling.

Di bawah mereka, terdapat Arne Slot yang meraih gelar liga musim lalu dengan bayaran 6,6 juta poundsterling, disusul Eddie Howe dari Newcastle United dengan 6 juta poundsterling per musim.

Nama lain seperti David Moyes (Everton) berada di angka 5 juta poundsterling, diikuti Nuno Espirito Santo dengan 4,5 juta poundsterling. Sementara dua pelatih asal London Barat, Marco Silva dan Liam Rosenior, melengkapi daftar 10 besar dengan bayaran sekitar 4 juta poundsterling.

1 dari 3 halaman

Investasi Besar di Tengah Tekanan

Roberto De Zerbi (c) Marseille Official

Roberto De Zerbi (c) Marseille Official

Keputusan Tottenham menggelontorkan dana besar untuk De Zerbi dinilai sebagai langkah berani. Pasalnya, klub asal London Utara itu tengah terpuruk di papan bawah klasemen dan bahkan sempat berganti manajer lebih dari sekali dalam satu musim.

Manajemen klub tampak ingin bertaruh besar pada kemampuan De Zerbi untuk membalikkan situasi. Kontrak berdurasi lima tahun yang diberikan juga tidak menyertakan klausul khusus jika klub terdegradasi, sebuah bentuk kepercayaan penuh terhadap proyek jangka panjang sang pelatih.

Menariknya, De Zerbi dikenal tidak pernah bertahan lebih dari tiga tahun di satu klub sepanjang kariernya. Ia terakhir menangani Olympique de Marseille sebelum mundur pada Februari lalu akibat performa tim yang menurun.

2 dari 3 halaman

Awal Karier yang Tak Sepenuhnya Mulus

Roberto De Zerbi (c) Marseille Official

Roberto De Zerbi (c) Marseille Official

Meski disambut sebagai solusi atas krisis tim, kedatangan De Zerbi tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sebagian suporter Tottenham melayangkan protes terkait penunjukannya, terutama karena komentarnya di masa lalu mengenai Mason Greenwood.

Greenwood sendiri sempat tersandung kasus hukum sebelum akhirnya kembali bermain dan mendapat pembelaan dari De Zerbi saat keduanya bekerja sama di Marseille. Hal ini memicu penolakan dari sejumlah kelompok fans yang menggelar aksi bertajuk “No to De Zerbi”.

Namun, pihak klub tetap teguh dengan keputusan mereka. Direktur Tottenham, Johan Lange, menegaskan bahwa De Zerbi merupakan target utama klub.

“Roberto adalah pilihan nomor satu kami untuk musim panas dan kami senang bisa membawanya sekarang. Ia adalah salah satu pelatih paling kreatif dan progresif di sepak bola saat ini,” ujar Lange.

Dengan tekanan besar serta ekspektasi tinggi, perjalanan De Zerbi bersama Tottenham kini menjadi sorotan. Ia diharapkan mampu mengangkat performa tim sekaligus membuktikan bahwa investasi besar klub bukanlah keputusan yang keliru.

Sumber: The Sun


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL