
Bola.net - Manchester United kembali membuat keputusan besar dengan memecat Ruben Amorim dari kursi manajer. Langkah tersebut sejatinya tidak terlalu mengejutkan, mengingat hubungan Amorim dengan jajaran petinggi klub yang kerap memanas serta performa tim yang belum konsisten di Premier League.
Pelatih asal Portugal itu memang meninggalkan catatan win rate hanya 38 persen, angka yang jelas berada di bawah standar para pendahulunya sejak era Sir Alex Ferguson berakhir.
Dari sudut pandang manajemen, pemecatan ini terasa “logis”. Namun, jika ditilik lebih dalam, keputusan tersebut justru berpotensi menjadi blunder baru bagi Setan Merah.
Berikut lima alasan mengapa Manchester United dinilai keliru memecat Ruben Amorim.
Mengulangi Kesalahan Lama

Manchester United seolah kembali terjebak dalam pola lama: mengganti pelatih di tengah musim dengan harapan ada efek instan. Catatan 1,24 poin per laga Amorim di Premier League memang tidak istimewa, tapi angka itu sejatinya selevel dengan beberapa manajer lain yang pernah bekerja di Inggris.
Harapan bahwa sosok baru, siapa pun itu, bisa langsung mengangkat atmosfer tim dan membawa United ke papan atas terdengar familiar. Sayangnya, sejarah klub menunjukkan bahwa situasi masih bisa memburuk.
Pergantian manajer tanpa pramusim, skuat yang dibangun untuk filosofi pelatih sebelumnya, serta rekrutan yang tidak sinkron kembali menjadi masalah klasik yang berulang.
Minim Opsi Pengganti Ideal

Pemecatan manajer kerap dibenarkan jika klub sudah menyiapkan pengganti yang jelas lebih baik. Namun, kondisi tersebut tidak terlihat di Manchester United saat ini.
Pasar pelatih elite sedang tidak ramah, dengan opsi yang tersedia dinilai minim dan berisiko.
Tidak ada sosok sekelas Jurgen Klopp atau Pep Guardiola yang siap direkrut. Pertanyaannya, apakah United rela mengulang siklus ini lagi hanya demi taruhan pada nama yang belum tentu memberi jaminan peningkatan signifikan?
Target Musim Masih dalam Jangkauan

Meski performa United belum stabil, posisi mereka di klasemen sejatinya masih kompetitif. Setan Merah hanya tertinggal selisih gol dari zona lima besar, posisi yang hampir pasti cukup untuk tiket Liga Champions dan terpaut tiga poin dari peringkat empat.
Target Amorim musim ini adalah membawa United kembali ke kompetisi Eropa. Dengan separuh musim masih tersisa, misi tersebut sebenarnya masih realistis.
Terlebih, ketatnya persaingan Premier League membuat inkonsistensi bukan hanya dialami United, tetapi juga klub-klub besar lain.
Data Dasar yang Menjanjikan

Jika menilik data statistik, performa United di bawah Amorim tidak sepenuhnya buruk. Berdasarkan catatan expected goals (xG), hanya Arsenal dan Manchester City yang lebih unggul. United bahkan mencatat selisih xG terbaik ketiga di liga.
Dalam 13 dari 20 laga liga musim ini, United menciptakan xG lebih tinggi dibanding lawan, termasuk saat menghadapi tim-tim papan atas.
OPTA juga menempatkan mereka di peringkat empat klasemen “expected points”, sebuah indikator bahwa hasil di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan kualitas permainan.
Menunjukkan Manajemen Tidak Konsisten

Alasan terbesar pemecatan Amorim justru terletak pada citra manajemen klub. United sebelumnya memberi dukungan penuh meski finis di posisi ke-15 musim lalu dan gagal di final Liga Europa.
Amorim juga dibekali dana besar untuk membangun tim sesuai filosofi 3-4-3 yang ia yakini sejak awal.
Dengan semua komitmen tersebut, perubahan arah di tengah jalan membuat kebijakan klub terlihat inkonsisten. Bahkan pernyataan petinggi klub sebelumnya menekankan pentingnya kesabaran dan proses jangka panjang. Keputusan memecat Amorim kini justru bertolak belakang dengan narasi tersebut.
Sumber: Planet Football
Klasemen Premier League 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- Mengapa Liam Rosenior Tak Langsung Debut Usai Resmi Tukangi Chelsea?
- Liam Rosenior Boyong 3 Staf dari Strasbourg ke Chelsea, Debut Resmi di Piala FA
- Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
- Ruben Amorim Malah Senang Usai Dipecat Manchester United, Dapat Pesangon Hampir Rp680 Miliar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Dicari: Kiper Baru untuk Persib Bandung
Bola Indonesia 24 Agustus 2026, 15:11
-
Dean James Bersinar di Eredivisie: Bawa Go Ahead Eagles Raih Peringkat ke-2 Klasemen
Tim Nasional 24 Agustus 2026, 14:12
-
Ambisi Sandy Walsh Bersama Persib: Kejar Gelar Keempat hingga Tantang Klub Asia
Bola Indonesia 24 Agustus 2026, 13:48
-
Tanpa Striker Murni, Barcelona Ternyata Tetap Ganas di Area Penalti
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 13:16
-
Makna Selebrasi Spiderman Raphinha di Balik Kemenangan 5-0 Barcelona
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 12:17
-
Ferran Torres Debut dan Cetak 2 Gol, PSG Selamat dari Kekalahan
Liga Eropa Lain 24 Agustus 2026, 12:01
-
Kesempatan Xavi Espart, Agresivitas Gavi, dan Debut Impresif Anthony Gordon
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 11:41
-
Debut Impian Anthony Gordon, 2 Assist dalam Kemenangan Besar Barcelona
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 11:19
-
Adrien Rabiot Sudah Memahami Tuntutan Ruben Amorim di AC Milan
Liga Italia 24 Agustus 2026, 11:08
-
Randal Kolo Muani Bikin Luciano Spalletti Frustrasi
Liga Italia 24 Agustus 2026, 10:19
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR