
Bola.net - Pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United langsung menyita perhatian publik sepak bola Inggris. Keputusan itu datang di tengah performa tim yang tak kunjung stabil.
Amorim gagal menghadirkan konsistensi hasil di Old Trafford. Tekanan hasil dan ekspektasi tinggi membuat posisinya kian rapuh dari pekan ke pekan.
Di balik persoalan di lapangan, ada dinamika internal yang turut memengaruhi nasibnya. Hubungan Amorim dengan manajemen MU dikabarkan memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam situasi itulah, Pep Guardiola angkat bicara. Pelatih Manchester City itu menyampaikan pesan penuh respek untuk rivalnya di seberang kota.
Pep Guardiola dan Pengakuan atas Kualitas Amorim

Pep Guardiola ditanya mengenai pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer MU. Ia menyoroti realitas keras yang dihadapi para manajer di Premier League. Pemecatan jadi resiko yang harus diterima.
Mengenai apakah para manajer mendapatkan waktu lebih sedikit untuk membuktikan diri, Pep menjawab tegas. Bukan hanya pada kasus Amorim, Pep juga menemukan contoh lainnya.
"Ya, itu fakta. Waktu lebih sedikit. Seperti yang terjadi dengan Enzo ," ucap Pep dikutip dari BBC Sport.
Namun, Pep tidak ingin bicara lebih banyak soal keputusan klub lain. "Saya tidak bisa mengatakan apa pun karena menghormati para pemain dan institusi Chelsea dan Manchester United," ucapnya.
Tekanan Inggris dan Realitas Dunia Kepelatihan

Pep Guardiola juga membahas tekanan ekstrem yang dihadapi pelatih di Inggris. Pemecatan seorang manajer bisa terjadi kapan saja. Menurutnya, situasi itu tidak jauh berbeda dengan liga-liga top Eropa lainnya.
"Cukup mirip. Saya rasa tidak ada negara lain di mana Anda aman jika tidak memenangkan pertandingan," kata eks pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu.
"Jika Anda tidak mendapatkan hasil, itu tidak masalah. Masa lalu atau masa kini. Setiap manajer dipekerjakan karena ide-idenya dan dipecat karena hasilnya," tegasnya.
Sumber: BBC Sport
Klasemen Premier League 2025/2026
Baca Ini Juga:
- 5 Alasan Manchester United Blunder Pecat Ruben Amorim: Kesalahan Lama yang Terulang Kembali
- Pesona Declan Rice, Gelandang Serba Bisa Arsenal yang Jadi Harapan Baru Inggris di Piala Dunia
- Liam Rosenior ke Chelsea: Minim Trofi, Minim Pengalaman, dan Apa yang Spesial Darinya?
- Mengapa Liam Rosenior Tak Langsung Debut Usai Resmi Tukangi Chelsea?
- Di Balik Penunjukan Liam Rosenior jadi Manajer Chelsea: Relasi yang Dibangun Sejak 15 Tahun Lalu
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


















KOMENTAR