Bola.net - Gelandang Tottenham, Harry Winks, menebar kode bahwa sebagian besar pemain Premier League mungkin bakal menolak gagasan pertandingan tanpa penonton. Bagi mereka sepak bola tidak berarti jika tanpa fans.
Pada pertemuan darurat, Jumat 1 Mei 2020 lalu, klub Premier League masih berkomitmen menuntaskan musim 2019/20. Mereka juga diminta berdiskusi tentang 'Project Restart', yang berisikan protokol untuk menggelar latihan kembali, dan akhirnya menggelar pertandingan kembali.
Latihan masih lebih mudah dikontrol daripada pertandingan. Meski Inggris sudah bersih total dari virus corona, pemusatan puluhan ribu manusia dalam stadion tentu sangat berbahaya.
Premier League paling cepat bisa kembali bergulir bulan Juni, itu pun dengan menggelar pertandingan di tempat netral dan tanpa penonton.
Gagasan itulah yang ditolak Winks dan mungkin sebagian besar pemain lain. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Rasanya Aneh
Winks tahu kemungkinan menggelar pertandingan tanpa penonton sangat besar, tapi dia pribadi tidak terlalu setuju. Baginya bermain di stadion kosong terasa aneh dan dia yakin sebagian besar pemain pun merasa demikian.
"Tentu kemungkinan itu [tanpa penonton] ada dan itu bisa terjadi. Mungkin tidak semua pemain Premier League mau melakukannya," buka Winks kepada BBC.
"Rasanya aneh bermain tanpa fans di stadion. Fans-lah yang membentuk sepak bola, merekalah yang menciptakan atmosfer."
"Karena fans setiap pemain mau tampil habis-habisan, semuanya untuk fans. Sebab itu, ketika Anda tidak bisa mendengar sorakan mereka, jelas situasinya bakal aneh," imbuhnya.
Tidak Sama
Winks tidak sendiri. Kapten Spurs, Hugo Lloris, pun merasakan masalah yang sama. Namun, dia tahu sepak bola harus mengalah. Setidaknya harus berkompromi untuk kepentingan yang lebih besar.
"Itu [tanpa penonton] bakal terasa aneh, di mana pun. Sepak bola bukanlah olahraga tanpa penonton," kata Lloris.
"Tanpa penonton, olahraga ini tidak akan sama. Saya tidak pernah memandang sepak bola dengan cara itu. Kami berada di sini untuk berbagi emosi."
"Kami menginginkan stadion penuh, dengan atmosfer tangguh, fans, warna-warni, dan nyanyian. Namun, kami juga harus mempertimbangkan konteks saat ini," tutupnya.
Sumber: BBC
Baca ini juga ya!
- Andai Premier League Dilanjutkan Tanpa Penonton: Man City Rugi Besar, Arsenal Menang Banyak
- Michael Owen Menjadi Sosok di Balik Kesuksesan Aguero di Premier League
- Thierry Henry: Main di Arsenal Lebih Mudah Daripada di Barcelona
- Eks Arsenal Ini Heran Mengapa Ozil Begitu Sering Panen Kritikan
- Bos Ajax Tunggu Tawaran Barcelona dan Chelsea untuk Andre Onana
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Diminta Tidak Gengsi untuk Rekrut Willian
Liga Inggris 5 Mei 2020, 21:40
-
Mengejek Aturan Virus Corona, Eks Chelsea Ini Dihukum Bundesliga
Bundesliga 5 Mei 2020, 08:55
LATEST UPDATE
-
AC Milan Cari Bek Baru, Nathan Ake Jadi Peluang atau Sekadar Mimpi?
Liga Italia 6 Januari 2026, 15:28
-
Prediksi West Ham vs Nottingham Forest 7 Januari 2026
Liga Inggris 6 Januari 2026, 15:19
-
Luapan Emosi Gonzalo Garcia Usai Cetak Hattrick di Laga Madrid vs Betis
Liga Spanyol 6 Januari 2026, 14:57
-
Prediksi Pisa vs Como 6 Januari 2026
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:43
-
Sebut Wasit Mafia, Fabio Capello Buru-buru Beri Klarifikasi Penting
Liga Italia 6 Januari 2026, 14:13
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
























KOMENTAR