
Bola.net - Panggung sepak bola Inggris kehilangan salah satu gelandang terbaiknya. Adam Lallana, mantan bintang Liverpool dan timnas Inggris, secara resmi mengumumkan gantung sepatu dari karier profesionalnya.
Keputusan ini diambilnya di usia 37 tahun, sekaligus menandai akhir dari sebuah perjalanan panjang yang membentang selama hampir dua dekade. Lallana dikenal sebagai pemain cerdas dengan teknik tinggi yang meninggalkan jejak manis di setiap klub yang dibelanya.
Melalui sebuah pernyataan emosional di media sosial, ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas semua kesempatan yang didapatkannya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki penyesalan sedikit pun atas semua yang telah terjadi dalam kariernya.
Kini, kisah inspiratifnya telah mencapai babak akhir. Sebuah perjalanan yang dimulai dari akademi Southampton, mencapai puncak kejayaan di Liverpool, hingga merasakan kebanggaan tak terhingga saat membela negaranya di panggung dunia.
Rasa Syukur di Akhir Perjalanan Panjang
Adam Lallana mengakhiri karier profesionalnya di tempat di mana semuanya dimulai, yaitu Southampton. Dalam pesannya, ia mengenang kembali perjalanan luar biasa yang ia mulai sejak bergabung dengan akademi klub pada tahun 1999.
View this post on Instagram
Ia merasa sangat diberkati karena bisa menjalani mimpi yang dimiliki jutaan orang di seluruh dunia. Lallana juga secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, yang tanpanya ia tidak akan bisa mencapai semua ini.
"Saat saya mengakhiri karier bermain saya, saya melakukannya dengan rasa syukur dan bangga yang luar biasa. Saya sangat menghargai kesempatan yang telah diberikan dan dukungan yang saya terima selama ini," tulis Lallana di Instagram.
"Anda berutang banyak kepada begitu banyak orang dalam perjalanan seperti ini - mustahil untuk menyebutkan semua orang, tetapi untuk semua itu, ketahuilah betapa bersyukurnya saya. Saya tidak bisa melakukannya tanpa Anda," lanjutnya.
Puncak Karier dan Mimpi yang Jadi Kenyataan
Perjalanan karier Lallana membawanya ke puncak tertinggi sepak bola. Setelah menjadi kapten dan ikon di Southampton, ia pindah ke Liverpool pada tahun 2014 dan menjadi bagian penting dari skuad bersejarah Jurgen Klopp.
Di Anfield, mimpinya untuk meraih trofi-trofi bergengsi terwujud dengan menjuarai Liga Champions dan Premier League. Setelah itu, ia juga sempat menjadi figur penting di Brighton sebelum akhirnya kembali ke Southampton untuk menutup kariernya.
"Gila rasanya berpikir semua ini dimulai pada milenium lalu, ketika saya menandatangani kontrak dengan akademi pada tahun 1999. Sejak melakukan debut profesional pada tahun 2006, saya menyadari bahwa saya telah diberkati untuk menjalani mimpi yang dibagikan oleh jutaan orang," ungkapnya.
"Saya bangga dengan karier bermain yang saya miliki dan tidak menyesali apa pun. Saya merangkul semua suka dan duka karena itu telah membentuk saya menjadi diri saya yang sekarang," tegas Lallana.
Sebuah Kehormatan Bernama Tim Nasional
Selain karier gemilang di level klub, Lallana juga memiliki catatan membanggakan bersama timnas Inggris. Total, ia mengoleksi 34 caps dan mencetak tiga gol untuk The Three Lions.
Ia menjadi bagian dari skuad Inggris di Piala Dunia 2014 dan Euro 2016. Salah satu golnya yang paling dikenang adalah gol kemenangan di satu-satunya laga yang dipimpin oleh Sam Allardyce sebagai manajer Inggris.
"Setiap satu caps sangat berarti bagi saya. Mewakili negara saya adalah kehormatan terbesar," katanya.
"Saya bersemangat untuk apa pun yang akan dibawa masa depan," pungkasnya, menandakan ia siap membuka lembaran baru dalam hidupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Adam Lallana Pamit dari Sepak Bola
Liga Inggris 26 Juni 2025, 13:31
-
Marcelo: Kisah Sukses Bek Kiri Legendaris Real Madrid dan Timnas Brasil
Liga Spanyol 7 Februari 2025, 09:00
-
Eks Bintang Arsenal, Theo Walcott Putuskan Pensiun di Usia 34 Tahun
Liga Inggris 18 Agustus 2023, 15:32
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR