
Bola.net - Ruben Amorim sudah 13 bulan menukangi Manchester United sejak resmi ditunjuk pada akhir 2024. Perjalanannya sejauh ini jauh dari kata mulus dan kerap menghadirkan grafik performa yang naik turun.
Dalam periode tersebut, Amorim memimpin MU dalam 61 pertandingan di semua kompetisi. Hasilnya terbilang kurang bagus, dengan 25 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 23 kekalahan.
Produktivitas Setan Merah sebenarnya tidak buruk karena mampu mencetak 120 gol. Namun, rapuhnya lini belakang terlihat jelas setelah kebobolan 112 gol sepanjang era kepemimpinan pelatih asal Portugal itu.
Musim ini, Manchester United masih berada di peringkat enam klasemen sementara Premier League. Mereka mengoleksi 29 poin dari 18 laga, tertinggal tiga angka dari Liverpool yang menempati posisi empat.
Eriksen Ungkap Alasan MU Belum Stabil di Tangan Amorim

Christian Eriksen akhirnya memberikan pandangannya soal mengapa Manchester United belum mampu tampil konsisten. Gelandang asal Denmark itu menilai akar masalahnya terletak pada proses perubahan besar yang tengah dilakukan Ruben Amorim.
Amorim datang dengan filosofi dan pendekatan yang berbeda dari kebiasaan lama United. Hal tersebut menuntut adaptasi besar, baik dari segi sistem, peran pemain, hingga gaya bermain secara keseluruhan.
Eriksen menyebut bahwa pelatih baru memang membutuhkan waktu untuk menanamkan idenya. Tidak semua pemain terbiasa dengan sistem yang diinginkan Amorim, sehingga proses transisi berjalan cukup menantang.
“Ya, ia datang dengan ide-idenya. Ia mencoba mengubah banyak hal seperti yang masih Anda lihat, mencoba untuk mendapatkan apa yang diinginkannya,” katanya pada The times, dikutip dari Goal.
“Pemain tertentu untuk posisi tertentu, untuk gaya bermain tertentu, itulah cara dirinya melihat kesuksesan. Ia harus banyak berubah karena para pemain tidak terbiasa dengan sistem itu. Selain itu, secara historis, United selalu menyukai sistem yang berbeda.”
Ruang Ganti Tetap Kondusif Meski Tekanan dari Luar

Di tengah hasil yang belum konsisten, Manchester United terus menjadi sasaran kritik dari berbagai pihak. Mulai dari mantan pemain, pengamat, hingga suporter kerap menyuarakan ketidakpuasan mereka.
Namun, Eriksen menegaskan bahwa situasi di dalam tim jauh dari kesan kacau. Menurutnya, ruang ganti United justru berada dalam kondisi yang relatif stabil dan penuh kebersamaan.
Para pemain disebutnya berusaha menjaga suasana kekeluargaan di tengah tekanan besar. Lingkungan internal yang terlindungi menjadi salah satu hal penting agar tim tetap fokus pada pekerjaan mereka di lapangan.
“Suara bising itu tidak berasal dari dalam. Di sekitar tempat latihan dan sebagainya, kami cukup terlindungi, berusaha merasa seperti keluarga, dan saya rasa kami berhasil," klaim Eriksen.
"Tetapi di luar, ada banyak pengamat, mantan pemain United, yang memiliki opini, begitu juga para penggemar. Jadi jelas suara bising di luar—itu memberi banyak tekanan pada Anda. Dari dalam, lebih seperti jika Anda bisa mengabaikan semua hal lain, saya rasa Anda akan mampu meraih kesuksesan.”
Klasemen Liga Inggris
(Goal)
Baca Juga:
- Kala Bek Muda MU ini Sukses Buat Roy Keane Angkat Topi
- Lisandro Martinez, Bek MU yang Kecil-kecil tapi Cabe Rawit!
- Clean Sheet yang Dinanti: Ayden Heaven Jadi Sorotan Usai Man United Kalahkan Newcastle
- Manchester United Boyong Pemain Everton Ini di Januari 2026?
- MU Jadi Raja Bola Mati! Gol Spektakuler Patrick Dorgu Paksa Arsenal Lengser
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eriksen Geram! Komentar Ruben Amorim Dinilai Tak Bantu Manchester United Sama Sekali
Liga Inggris 28 Desember 2025, 18:53
-
Lisandro Martinez, Bek MU yang Kecil-kecil tapi Cabe Rawit!
Liga Inggris 28 Desember 2025, 14:55
-
Kala Bek Muda MU ini Sukses Buat Roy Keane Angkat Topi
Liga Inggris 28 Desember 2025, 14:39
-
Manchester United Boyong Pemain Everton Ini di Januari 2026?
Liga Inggris 28 Desember 2025, 14:31
LATEST UPDATE
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR