
Bola.net - Arsenal resmi memastikan gelar juara Premier League musim ini. Kini, perhatian publik tertuju pada satu hal menjelang laga pamungkas melawan Crystal Palace: apakah The Gunners akan mendapat guard of honour di Selhurst Park?
Kepastian juara Arsenal datang setelah Manchester City tumbang dari Bournemouth pada malam sebelumnya. Hasil itu langsung memicu perayaan besar di Emirates Stadium, sementara para pemain dan staf merayakannya di pusat latihan London Colney. Suasana euforia pun menyelimuti seluruh kubu London Utara.
Di tengah pesta tersebut, Mikel Arteta memilih menghabiskan malam spesial bersama keluarganya. Namun, sang pelatih dipastikan tetap menjadi pusat perhatian saat Arsenal menutup musim akhir pekan nanti.
Perayaan juara Arsenal belum selesai. Selain prosesi pengangkatan trofi setelah pertandingan, skuad Arteta juga diperkirakan menerima guard of honour sebelum kick-off melawan Crystal Palace. Tradisi itu menjadi bentuk penghormatan atas keberhasilan mereka menjuarai liga musim ini.
Tradisi Penghormatan dan Aturan di Premier League

Guard of honour merupakan tradisi tidak resmi yang diberikan kepada tim yang sudah memastikan gelar juara sebelum musim berakhir. Para pemain lawan akan berdiri membentuk dua barisan sambil bertepuk tangan saat tim juara memasuki lapangan. Momen ini menjadi simbol penghormatan antarklub di sepak bola Inggris.
Tradisi tersebut biasanya berlangsung hingga pertandingan terakhir musim selesai. Karena itu, Crystal Palace diperkirakan tetap menjalankannya saat menyambut Arsenal di Selhurst Park.
Meski sudah mengakar selama bertahun-tahun, guard of honour sebenarnya tidak diatur dalam regulasi resmi Premier League. Tidak ada kewajiban maupun sanksi bagi klub yang memilih untuk tidak melakukannya.
Prosesi ini sepenuhnya lahir dari rasa hormat antarpemain profesional. Fokus Palace menuju final Conference League tiga hari setelah laga juga diyakini tidak akan mengubah rencana tersebut. Tim asuhan Oliver Glasner tetap diperkirakan memberi penghormatan kepada Arsenal sebelum pertandingan dimulai.
Catatan Sejarah Guard of Honour

Manchester United era Sir Alex Ferguson menjadi tim pertama yang menerima guard of honour di Premier League. Momen itu terjadi saat mereka bertandang ke Goodison Park menghadapi Everton pada Mei 2003.
Sejak saat itu, tradisi serupa muncul dalam sebelas musim berbeda di kasta tertinggi Inggris. Beberapa klub juara bahkan menerima penghormatan lebih dari satu kali karena memastikan titel lebih awal.
Leicester City pernah mendapat guard of honour dari Everton dan Chelsea saat menjuarai liga pada musim 2015/16. Sementara itu, Manchester City menerima empat penghormatan pada musim dominan mereka di 2017/18.
Liverpool masih memegang rekor terbanyak dengan tujuh guard of honour pada musim 2019/20. Tim asuhan Jurgen Klopp menerima penghormatan dari seluruh lawan tersisa di tengah kompetisi tanpa penonton akibat pandemi.
Momen Paling Ikonik dan Canggung di Masa Lalu

Di balik nilai simbolisnya, guard of honour juga pernah menghadirkan suasana canggung. Salah satu yang paling diingat terjadi pada musim 2004/05 ketika Manchester United harus menyambut Chelsea di Old Trafford.
Rivalitas panas kedua tim membuat atmosfer terasa dingin. Situasi semakin menyakitkan bagi tuan rumah setelah Chelsea menang telak 3-1. Dua tahun kemudian, keadaan justru berbalik saat Chelsea gantian memberikan penghormatan kepada United.
Momen emosional lain terjadi ketika Robin van Persie kembali ke Emirates Stadium bersama Manchester United. Mantan kapten Arsenal itu tetap mendapat tepuk tangan dari para pemain Arsenal meski dicemooh suporter tuan rumah.
Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1 setelah Van Persie mencetak gol penalti. Hingga kini, momen itu masih dianggap sebagai salah satu guard of honour paling dramatis dalam sejarah Premier League.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bisakah Juventus Datangkan Bernardo Silva Tanpa Liga Champions?
Liga Italia 20 Mei 2026, 21:58
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR