
Bola.net - Ralph Hasenhuttl merupakan salah satu pelatih 'beruntung' yang pernah menyaksikan tim asuhannya dihajar lawan sembilan gol tanpa balas. Bos Southampton ini tidak berdaya melihat timnya dihajar 0-9 oleh Leicester City akhir pekan lalu.
Kekalahan itu merupakan kekalahan terbesar The Saints dalam sejarah mereka di Premier League. Terlebih, kekalahan itu kian menyakitkan karena terjadi di hadapan pendukung mereka sendiri.
Hasenhuttl tentu diserang kritik keras setelah kekalahan tersebut. Dia mengaku tidak pernah merasakan hasil pertandingan seperti itu sepanjang kariernya.
Biar begitu, Hasenhuttl percaya pengalaman pahit itu bakal membuatnya jadi pelatih yang lebih baik. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Belum Pernah Terjadi
Kala itu, Southampton benar-benar tidak berdaya menghadapi gempuran serangan Leicester. Mereka kebobolan pertama di menit ke-10, lalu terus kebobolan sampai menit ke-90.
Southampton kian kesulitan karena bermain dengan 10 pemain saja sejak menit ke-12. Hasenhuttl mencoba mengubah taktik, tapi pada akhirnya tetap kesulitan.
"Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, bahwa saya bisa kalah pada pertandingan seperti itu [0-9]. Situasinya sangat menantang, tapi karena itulah kami ada di sini," tutur Hasenhuttl kepada Sky Sports.
"Sepak bola bukan pekerjaan mudah, memang tidak pernah demikian. Pada momen sulit seperti ini, penting bagi Anda untuk jadi manajer tangguh dan berusaha membuat keputusan tepat."
Jadi Lebih Baik
Hasenhuttl hanya ingin belajar. Dia tahu kekalahan itu menyakitkan, tapi bisa membantunya jadi pelatih lebih baik. Dia berharap para pemain pun berpikir demikian.
"Saya kira situasi ini baru bagi saya, tapi sekarang saya sudah menjadi manajer yang lebih baik dari sebelumnya. Itulah sisi positif permainan ini. Juga, jika para pemain melihatnya dengan cara yang sama, mereka bakal jadi pemain lebih baik di masa mendatang," lanjutnya.
"Setelah kekalahan 9-0, tidak perlu ada diskusi lagi. Saya kira semua orang sudah tahu bahwa kami tidak bisa terus bermain seburuk itu," tutupnya.
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
- Latihan Jam 6 Pagi, Kisah Tipu Muslihat Carlos Tevez untuk Cristiano Ronaldo
- Trent Alexander-Arnold, Bocah Asli Liverpool yang Bermimpi Pakai Ban Kapten
- Ketimbang Mandzukic, Manchester United Lebih Baik Kontrak Zlatan Ibrahimovic
- MU Disarankan Beli James Maddison dan Jack Grealish, Setuju?
- Mengapa Willian Begitu Penting untuk Chelsea dan Frank Lampard? Ini Alasannya
- Frank Lampard Sebarkan Kabar Baik Soal Kondisi N'Golo Kante
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tren Kemenangan Manchester United Diprediksi Terhenti Saat Jumpa Bournemouth
Liga Inggris 1 November 2019, 22:44
-
Liverpool Sepertinya Akan Terus memainkan Lovren Beberapa Pekan ke Depan
Liga Inggris 1 November 2019, 22:19
-
Aston Villa vs Liverpool, Klopp Dibikin Puyeng Oleh Fabinho
Liga Inggris 1 November 2019, 21:54
-
Marcus Rashford, Lawan Tersulit yang Pernah Dihadapi Trent Alexander-Arnold
Liga Inggris 1 November 2019, 21:40
-
Apapun yang Terjadi, Manchester United Harus Pulangkan Zlatan Ibrahimovic
Liga Inggris 1 November 2019, 21:00
LATEST UPDATE
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
-
Real Madrid Unggul Telak atas Bayern Munchen Secara Sejarah
Liga Champions 7 April 2026, 20:38
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32

























KOMENTAR