
Bola.net - Mantan bek Inggris, Joleon Lescott, menilai Arsenal belum cukup kuat untuk menjuarai Premier League musim ini. Menurutnya, Viktor Gyokeres belum menunjukkan ketajaman yang dibutuhkan tim untuk bersaing di level tertinggi.
Gyokeres dibeli dari Sporting CP pada musim panas dengan biaya besar mencapai £64 juta. Namun sejauh ini, striker asal Swedia tersebut baru mencetak tiga gol dalam sepuluh laga di semua ajang.
Meski Arsenal masih bertengger di puncak klasemen dan tampil solid di Eropa, performa lini depan tetap jadi bahan diskusi. Banyak pihak merasa The Gunners membutuhkan penyerang yang benar-benar tajam untuk menjaga kans juara hingga akhir musim.
Komentar Lescott menjadi peringatan bagi Mikel Arteta agar segera memperkuat sektor serangan. Dengan Manchester City dan Liverpool terus menekan, Arsenal tak boleh kehilangan momentum.
Ketajaman Gyokeres Masih Belum Terlihat

Lescott menilai performa Viktor Gyokeres belum sepadan dengan label rekrutan mahal. Ia menyebut pemain berusia 26 tahun itu tampil cukup baik, tapi belum bisa menjadi pembeda seperti yang diharapkan.
Menurutnya, tim yang ingin menjuarai Premier League membutuhkan striker yang konsisten mencetak gol di laga-laga krusial. Lescott pun menekankan bahwa “cukup baik” bukan standar untuk klub sebesar Arsenal.
“Saya akan menggambarkan Viktor Gyokeres sebagai pemain yang ‘oke’,” ujar Lescott kepada Sky Bet.
“Jika ingin memenangkan liga, striker Anda tidak boleh hanya oke. Ia harus berada di level teratas.”
Arteta Dianggap Belum Siap Bawa Arsenal Juara

Selain menyoroti Gyokeres, Lescott juga meragukan kemampuan Mikel Arteta dalam mengelola tekanan perebutan gelar. Menurutnya, Arteta masih kurang pengalaman menghadapi situasi kompetitif di penghujung musim.
Namun, Lescott percaya gaya kepemimpinan Arteta lebih cocok untuk ajang Liga Champions. Pola rotasi dan tempo kompetisi Eropa dinilai lebih sesuai dengan pendekatan taktik sang pelatih.
“Saya tidak berpikir Mikel Arteta bisa membawa Arsenal melintasi garis finis di Premier League,” ujar Lescott.
“Tapi di Liga Champions, ceritanya berbeda. Dengan sistem rotasi dan jarak waktu sebelum fase gugur, Arsenal bisa lebih diuntungkan.”
Mentalitas dan Emosi Jadi Kendala

Lescott juga menyoroti sisi emosional para pemain Arsenal yang kerap goyah dalam laga besar. Ia menilai pengalaman dan ketenangan adalah kunci yang masih belum dimiliki skuad muda Arteta.
Menurutnya, Arsenal perlu meniru sikap Manchester City yang tetap tenang meski berada dalam tekanan. Mentalitas juara itulah yang menurut Lescott masih menjadi pembeda besar antara kedua tim.
“Mereka memang seperti itu karena belum punya referensi soal bagaimana cara mengendalikan emosi saat berada di puncak,” kata Lescott.
“Lihat Manchester City musim lalu, ketika mereka kesulitan, mereka tidak panik. Mereka tahu bisa bangkit kembali, sedangkan Arsenal kadang terlihat seperti dunia akan berakhir saat mereka tak bermain baik.”
Sumber: Metro
Klasemen Premier League
Baca Juga:
- Bukan Uang atau Trofi, Ini Alasan Martin Zubimendi Akhirnya Pilih Arsenal Ketimbang Liverpool
- Bedah Gol Zidane Iqbal ke Gawang Timnas Indonesia: Irak Terinspirasi Arsenal dan Permainan Futsal?
- Mikel Arteta Lebih Hebat dari Arne Slot: Yang Satu Cuma Beruntung Warisi Tim Juara dari Jurgen Klopp
- FA Jatuhkan Sanksi pada Arsenal untuk Pelanggaran 8 Bulan Lalu: Tak Sediakan Tiket Suporter Tandang Lawan MU
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Manchester City Tersandung di Kandang West Ham, Harapan Juara Makin Menipis
Liga Inggris 15 Maret 2026, 08:15
-
Bukan Cuma Baju Baru, saatnya Upgrade Parfum Jelang Lebaran
Lain Lain 15 Maret 2026, 08:00
-
Jadwal Premier League di SCTV Hari Ini, Minggu 15 Maret 2026
Liga Inggris 15 Maret 2026, 07:58
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 15 Maret 2025
Bola Indonesia 15 Maret 2026, 07:32
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54




















KOMENTAR