
Bola.net - Kedatangan Thomas Tuchel menjadi kabar baik buat klub raksasa Inggris, Chelsea. Namun tidak demikian dengan salah satu pemain bintangnya, Christian Pulisic.
Tuchel mendarat di Stamford Bridge pada akhir bulan Januari lalu. Ia ditunjuk sebagai pengganti Frank Lampard yang dinilai gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelatih kepala meski the Blues telah jor-joran dalam membeli pemain.
Sewaktu masih diasuh Lampard, kekalahan masih akrab di telinga para pemain Chelsea. Perlu diketahui bahwa mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dalam ajang Premier League terhitung sejak pergantian tahun.
Namun, semuanya berubah ketika Tuchel datang. Chelsea belum merasakan kekalahan sampai sekarang. Dari 10 laga, Mason Mount dkk hanya meraih empat hasil imbang, dan sisanya berhasil disapu dengan kemenangan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Hidup Berat Christian Pulisic
Sudah jelas, kedatangan Tuchel menguntungkan buat Chelsea. Namun tidak demikian dengan Pulisic yang nasibnya semakin memburuk selama ditangani oleh pelatih berdarah Jerman tersebut.
Musim ini, kesempatan bermain Pulisic sudah terbatas karena seringkali mengalami kendala fisik. Sekarang kondisinya telah membaik. Namun Tuchel seringkali melupakan namanya saat menentukan starting XI untuk sebuah pertandingan.
Kendati demikian, Pulisic berusaha untuk berpikir positif. "Ini bukan hal yang mudah. Sudah jelas kalau saya adalah orang yang selalu ingin bermain. Tapi sepertinya saya berada di jalur yang sangat tepat," ujarnya seperti yang dikutip dari Metro.
"Saya suka menghadapi tantangan. Saya senang, bukan untuk membuktikan kalau orang-orang telah salah menilai, tapi untuk membuktikan bahwa saya benar. Jadi saya hanya perlu terus berlatih keras," lanjutnya.
Fokus ke Timnas Amerika Serikat
Pulisic sedang memenuhi panggilan Timnas Amerika Serikat untuk menjalani beberapa pertandingan selama masa jeda internasional. Sekarang ia menyampingkan urusan klub demi memberikan hasil terbaik buat negaranya.
"Mengikuti kamp ini, saya sungguh tidak sabar untuk bisa mendapatkan menit bermain yang lebih banyak dan membela negara saya," tambah pria berumur 22 tahun tersebut.
"Terlepas dari apa yang sedang terjadi pada level klub, saya merasa sangat senang bisa berada di sini dan bersemangat utnuk mewakili lambang ini lagi," pungkasnya.
Pulisic bermain sejak menit awal saat Timnas Amerika Serikat bertemu Jamaika dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Wiener Neustadt, Jumat (26/3/2021). Amerika menang dengan skor 4-1 tanpa ada nama Pulisic di daftar pencetak gol.
(Metro)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tampil Menawan Bagi Inggris, Mount Tuai Pujian dari Legenda Man United
Liga Inggris 26 Maret 2021, 22:24
-
Apapun yang Terjadi, AC Milan Harus Permanenkan Fikayo Tomori
Liga Italia 26 Maret 2021, 22:00
-
Cedera, Timnas Prancis Pulangkan N'Golo Kante ke Chelsea
Piala Dunia 26 Maret 2021, 17:31
-
Willy Caballero: Lionel Messi Suka 'Membunuh' Bek dan Kiper Lawan
Liga Spanyol 26 Maret 2021, 13:21
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Live Streaming Everton vs Man United di Vidio, 24 Februari 2026
Liga Inggris 24 Februari 2026, 01:15
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR