- Mantan pemain Liverpool, Graeme Souness meyakini Ryan Giggs sangat sanggup menggantikan Jose Mourinho sebagai pelatih kepala Manchester United. Dia justru menilai Giggs lebih baik ketimbang Zinedine Zidane, yang namanya terus diberitakan dewasa ini.
Posisi Mourinho di MU memang kian mencemaskan. Dia kesulitan mengembaikan kelas permainan MU yang dahulu selalu ditakuti. Taktik defensif yang digemari Mourinho dinilai sebagai penyebab utamanya.
Alhasil, kegagalan Mourinho ini menimbulkan spekulasi soal siapa pelatih yang tepat untuk menggantikan tugasnya. Beberapa media internasional memberitakan Zinedine Zidane sebagai kandidat terkuat. Mantan pelatih Real Madrid itu memang tengah rehat dari dunia kepelatihan.
Namun, Souness menilai MU akan membuat kesalahan yang sama jika memilih Zidane. Baca penjelasan selengkapnya di bawah ini:
Tak Memilih Zidane
Menurut Souness, jika dirinya berada di poisisi dewan pengurus MU, nama Zidane tak akan pernah terpilih. Menurutnya, nama Zidane saat ini sudah cukup besar, dan hal ini membuat ekspektasi fan MU juga meningkat. Sebaiknya, dalam proses pembangunan kembali, MU memilih pelatih seperti Ryan Giggs.
"Saya tidak akan memilih Zidane. Saya pikir mereka tak ingin nama besar lainnya karena waktu yang sangat singkat untuk mengembalikan kekuatan MU," buka Souness di tribalfootball.
"Jika saya boleh berpendapat, saya akan memilih Ryan Giggs. Seseorang yang akan diberi waktu lebih banyak untuk mengembalikan kekuatan MU. Dengan demikian MU tak perlu belanja besar lagi."
Kesalahan

Lebih lanjut, Souness juga menilai Giggs adalah sosok yang sangat mengenal cara MU bermain di Premier League. Dia menilai MU telah membuat kesalahan besar saat memilih nama-nama seperti David Moyes, Louis van Gaal dan Jose Mourinho yang sama sekali tidak memahami tradisi MU.
"[Pelatih baru ini] haruslah seseorang yang diberi cukup waktu karena hubungan dan sejarahnya dengan klub mereka. Mereka sudah menjajal Van Gaal, mereka mencoba Moyes, yang mengenal cara kerja di Premier League."
"Mereka juga dapat dikatakan memilih nama terbesar dalam Jose Mourinho dan yang terjadi justru bencana menghabiskan uang yang tak tanggung-tanggung," lanjutnya.
"Dan saat itulah MU membuat kesalahan."
Berita Video
Berita video komentar anak berdarah Indonesia yang viral setelah menyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat, Malea Emma Tjandrawidjaja, sebelum laga MLS, LA Galaxy vs Seattle Sounders. Apa yang terjadi dengan Malea setelah momen tersebut?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pogba Banyak Masalah, Deschamps Tak Ingin Ikut Campur
Piala Eropa 4 Oktober 2018, 23:00
-
Siapa Bek Incaran Mourinho Sebenarnya? Capello Beberkan Namanya
Liga Inggris 4 Oktober 2018, 22:35
-
Ince: Pemain MU Ogah-ogahan karena Ingin Mourinho Dipecat
Liga Inggris 4 Oktober 2018, 20:44
-
Roy Keane Kritik Pemain MU: Banyak yang Cengeng!
Liga Inggris 4 Oktober 2018, 20:30
-
MU Terpuruk, Giggs Tetap Ingin Mourinho Bertahan
Liga Inggris 4 Oktober 2018, 20:20
LATEST UPDATE
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
-
Tottenham vs Arsenal: Viktor Gyokeres Akhirnya Menjelma jadi Monster
Liga Inggris 23 Februari 2026, 13:49
-
Pecco Bagnaia Komentari Tim Pilihannya di MotoGP 2027, Ikuti Insting dan Pilih yang Terbaik
Otomotif 23 Februari 2026, 13:33
-
Tembus 964 Gol! Cristiano Ronaldo Kian Dekati 1.000, Catat Rekor Baru
Asia 23 Februari 2026, 13:25
-
Barcelona Menang Besar atas Levante, Jules Kounde: Tidak Semudah Kelihatannya!
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 10:53
-
Ada Apa dengan Marc Marquez? Kurang Fokus, Picu 3 Kecelakaan di Tes MotoGP Thailand 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 10:52
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR