
Bola.net - Bukayo Saka kini bukan sekadar pemain Arsenal, melainkan simbol kebangkitan klub London Utara itu. Kontrak jangka panjang yang baru saja ia tanda tangani menegaskan statusnya sebagai wajah utama proyek Mikel Arteta.
Perjalanan Bukayo Saka menuju level elite tidak terjadi dalam semalam. Ia tumbuh dari bocah Hale End menjadi sosok sentral di skuad utama.
Di balik statistik gemilangnya, ada cerita panjang tentang kerja keras dan karakter. Sejak kecil, Saka sudah menunjukkan sesuatu yang berbeda.
Kini, ketika Arsenal kembali bersaing di papan atas Premier League, nama Saka selalu ada di garis depan. Kisahnya menjadi bukti bahwa mimpi akademi bisa benar-benar jadi nyata.
Bukayo Saka dan Akar Kuat dari Hale End

Bukayo Saka bergabung dengan sistem pra-akademi Arsenal sebelum resmi masuk Hale End pada usia delapan tahun, tepat 5 Mei 2010. Sejak saat itu, ia tumbuh dalam kultur klub yang membentuk identitasnya hingga hari ini.
Salah satu momen awal yang membekas datang saat turnamen Premier League usia muda di Leeds. Ketika menghadapi Chelsea di final, Saka sempat ditarik keluar sebelum akhirnya dimasukkan kembali.
Keputusan itu berbuah manis karena ia mencetak hat-trick dan memastikan trofi untuk Arsenal. Namun yang paling diingat pelatihnya bukan hanya gol, melainkan sikapnya.
“Saya ingat momen itu dengan jelas, tetapi meskipun dia memenangkan pertandingan untuk kami, tidak ada sedikit pun kesombongan darinya,” ujar Luke Hobbs kepada situs resmi Arsenal.
Sejak kecil, Saka dikenal rendah hati dan menyenangkan untuk dilatih. Bahkan ketika mendapat nomor punggung 3 karena urutan alfabet, ia dan sang ayah tak pernah mempermasalahkannya.
Bukayo Saka: Kecerdasan yang Membedakan
Bakat menyerang Saka sudah terlihat sejak remaja, tetapi para pelatih kerap memainkannya sebagai full-back saat naik kelompok usia. Tujuannya sederhana, agar ia lebih sering menyentuh bola dan belajar membaca permainan.
View this post on Instagram
Keputusan itu justru menempa pemahaman taktiknya. Ia belajar kapan harus menggiring, kapan harus melepas umpan.
Trevor Bumstead, pelatih Arsenal U-16 saat itu, sangat terkesan dengan kecerdasannya. Ia menilai Saka punya kombinasi langka antara kecepatan dan pengambilan keputusan.
“Tidak sering Anda menemukan anak-anak yang begitu cepat dan sangat piawai menggiring bola, sekaligus mampu mengambil keputusan dengan sangat baik,” kata Bumstead dalam podcast Down the Tunnel.
“Ia adalah tipe pemain yang bisa melewati lawan. Saat bersama saya di tim U-16, ia mampu melewati dua atau tiga pemain, tetapi ia tahu kapan harus melewati lawan dan kapan harus mengoper bola,” lanjutnya.
Bukayo Saka, Murid Kesayangan Freddie Ljungberg
Perkembangan Saka semakin pesat ketika ditangani Freddie Ljungberg di level U-15. Mantan winger Arsenal itu menjadi mentor penting dalam fase krusial kariernya.
Saka dikenal haus belajar dan tak pernah puas. Ia kerap meminta klip video untuk mengevaluasi kelemahan permainannya sendiri.
“Nasihat terbaik yang pernah ia berikan kepada saya adalah untuk tetap rendah hati,” ujar Saka pada 2019. Nasihat itu terus ia pegang hingga sekarang.
Ljungberg bahkan harus beberapa kali memintanya beristirahat karena terlalu keras berlatih. Dedikasi tersebut menjadi fondasi ketika ia dipromosikan ke tim U-23 meski baru berusia 17 tahun.
Kepercayaan itu membuka jalan ke tim utama di era Unai Emery. Dari panggung Liga Europa, Saka kemudian mencatat sejarah sebagai pemain kelahiran 2001 pertama yang tampil di Premier League.
Bukayo Saka, Pemain Ideal dalam Proyek Arteta
Kedatangan Mikel Arteta menjadi titik balik besar dalam karier Saka. Sejak ditempatkan di sisi kanan serangan, potensinya seperti menemukan bentuk terbaik.
Andrew Mangan dari Arseblog menilai perubahan itu terjadi dengan cepat. Ia sudah melihat ada sesuatu yang istimewa sejak awal.
“Begitu ia dipindahkan ke posisi sayap kanan di bawah Arteta, semuanya langsung berjalan dengan baik,” ujar Mangan.
“Ini soal konsistensi dalam menghasilkan kontribusi nyata sejak usia muda. Jika seorang pemain bisa melakukannya pada usia 18 atau 19 tahun dan terus berkembang dari musim ke musim, maka Anda tahu bahwa Anda sedang melihat sosok dengan potensi yang mungkin lebih tinggi daripada kebanyakan pemain lainnya," tambahnya.
Data membuktikan betapa sentralnya Saka dalam enam tahun era Arteta. Ia mencatat 278 penampilan, 76 gol, dan 63 assist, serta memimpin tim dalam peluang tercipta, tembakan, dribel sukses, dan pelanggaran yang dimenangkan.
Bukayo Saka dan Warisan untuk Generasi Hale End
Status Saka kini melampaui sekadar pemain inti. Ia menjadi poster boy akademi dan inspirasi bagi generasi muda di Hale End.
Momen emosional terjadi setelah gol pertamanya untuk Arsenal di Liga Europa kontra Frankfurt. Ia kembali ke Hale End sambil membawa jersey spesial dari malam itu.
Seragam tersebut kini dipajang di aula masuk akademi. Setiap pemain muda yang melangkah ke sana melihat bukti nyata bahwa jalur dari akademi ke tim utama bukan sekadar mimpi.
Bagi Arsenal, Saka adalah representasi masa depan yang telah menjadi kenyataan. Dan bagi Hale End, ia adalah pengingat bahwa kerja keras dan kerendahan hati selalu menemukan jalannya.
Sumber: Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 20 Februari 2026, 14:16
-
Cerita Bukayo Saka: Dari Akademi Hale End, Kini jadi Wajah Proyek Besar Arsenal
Liga Inggris 20 Februari 2026, 13:38
-
Sudah Pulih, Kapan Romeo Lavia Kembali Main untuk Chelsea?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 12:35
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Februari 2026, 11:35
LATEST UPDATE
-
Penerus Casemiro di Manchester United Berasal dari Jerman?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 15:15
-
Tempat Menonton Persik vs Bhayangkara FC: Apakah Tayang di Indosiar?
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 15:00
-
7 Momen Unik MotoGP di Phillip Island, Sirkuit Cantik Legendaris Favorit Para Pembalap
Otomotif 20 Februari 2026, 14:58
-
Michael Carrick Selangkah Lebih Dekat Jadi Manajer Permanen Manchester United
Liga Inggris 20 Februari 2026, 14:52
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 20 Februari 2026, 14:16
-
Jadwal Siaran Langsung Persija Jakarta vs PSM Makassar Hari Ini, 20 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 13:46
-
Cerita Bukayo Saka: Dari Akademi Hale End, Kini jadi Wajah Proyek Besar Arsenal
Liga Inggris 20 Februari 2026, 13:38
-
Akhiri Puasa 24 Tahun, Comeback Sensasional Alysa Liu Rebut Emas Olimpiade 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Februari 2026, 13:02
-
Hasil FP2 WorldSBK Australia 2026: Nicolo Bulega Kembali Tercepat, Asapi Duet Bimota
Otomotif 20 Februari 2026, 12:59
-
Olimpiade Musim Dingin 2026: Tim AS Rebut Emas di Hoki Es Putri dan Figure Skating
Olahraga Lain-Lain 20 Februari 2026, 12:52
-
Sudah Pulih, Kapan Romeo Lavia Kembali Main untuk Chelsea?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 12:35
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Arema FC 21 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 11:55
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persebaya 21 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 11:50
-
Prediksi BRI Super League: Persis Solo vs PSBS Biak 21 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 11:47
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39





















KOMENTAR