Arsenal Pemuncak Klasemen Terburuk dalam Sedekade? Hasil Imbang Kontra Wolves Buka Ancaman Gagal Juara

Arsenal Pemuncak Klasemen Terburuk dalam Sedekade? Hasil Imbang Kontra Wolves Buka Ancaman Gagal Juara
Reaksi kecewa Declan Rice dkk. dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) (AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Ambisi Arsenal untuk mengunci gelar Liga Inggris kembali mendapat pukulan telak. Hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton, Kamis (19/2/2026) membuat posisi The Gunners di puncak klasemen tak lagi terasa aman.

Lebih dari sekadar kehilangan dua poin, hasil ini memunculkan statistik yang mengkhawatirkan. Berdasarkan raihan angka setelah 27 pertandingan, Arsenal disebut sebagai pemuncak klasemen dengan catatan terburuk dalam satu dekade terakhir di Premier League.

Skuad asuhan Mikel Arteta sebenarnya tampil meyakinkan selama satu jam pertama. Gol Bukayo Saka sebelum turun minum dan tambahan dari Piero Hincapie selepas jeda membuat Arsenal unggul 2-0 atas tim juru kunci.

Namun momentum berubah drastis setelah gol spektakuler Hugo Bueno pada menit ke-60. Gol tersebut membakar semangat Wolves dan mengubah atmosfer pertandingan menjadi penuh tekanan bagi tuan rumah.

1 dari 6 halaman

Petaka Arsenal

Duel Mateus Mane dan Bukayo Saka dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Duel Mateus Mane dan Bukayo Saka dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Petaka datang di masa injury time. Dalam situasi kemelut di kotak penalti, kiper David Raya gagal mengamankan umpan silang saat Gabriel Magalhaes mencoba menyapu bola. Bola liar kemudian jatuh ke kaki Tom Edozie pada menit ke-94.

Tembakan Edozie sempat diblok Riccardo Calafiori, yang baru semenit berada di lapangan, tetapi bola memantul ke tiang dan berakhir masuk setelah mengenai sang bek asal Italia. Skor 2-2 pun tak terhindarkan.

Dua poin melayang, dan tekanan mental langsung meningkat.

2 dari 6 halaman

Ancaman Manchester City Mengintai

Nico O Reilly merayakan gol bersama rekan setimnya dalam laga Premier League antara Manchester City vs Fulham di Etihad Stadium, 12 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Nico O Reilly merayakan gol bersama rekan setimnya dalam laga Premier League antara Manchester City vs Fulham di Etihad Stadium, 12 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Hasil tersebut membuat Arsenal kini hanya unggul lima poin di puncak klasemen. Situasi semakin rumit karena Manchester City masih memiliki satu laga tunda dan belum menjamu Arsenal di Etihad Stadium.

Artinya, jika tim asuhan Pep Guardiola menyapu bersih sisa pertandingan mereka, gelar juara praktis akan kembali ke tangan City.

Skenario ini terasa seperti pengulangan musim 2022/23. Saat itu, Arsenal juga memimpin lima poin setelah 27 laga sebelum akhirnya disalip Manchester City dalam perburuan gelar.

3 dari 6 halaman

Terburuk dalam 10 Tahun?

Skuad Arsenal dalam laga Liga Inggris versus Wolverhampton, Kamis (19/2/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Skuad Arsenal dalam laga Liga Inggris versus Wolverhampton, Kamis (19/2/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Jika melihat data historis, posisi Arsenal saat ini memang tak terlalu meyakinkan. Dalam 15 musim terakhir, hanya Leicester City pada musim 2015/16 yang mengoleksi kurang dari 60 poin (56 poin) setelah 27 pertandingan dan tetap menjadi juara.

Musim tersebut memang anomali. Klub-klub besar tampil inkonsisten, membuka jalan bagi dongeng 5.000 banding 1 Leicester.

Sebaliknya, standar tertinggi di periode yang sama dipegang oleh Liverpool musim 2019/20. Tim asuhan Jurgen Klopp saat itu mengoleksi 79 poin dari kemungkinan 81, 26 kemenangan dan satu hasil imbang, sebelum akhirnya finis dengan 99 poin.

Bahkan skuad “Centurions” Manchester City tak setinggi itu pada fase yang sama, meski akhirnya menembus 100 poin di akhir musim.

4 dari 6 halaman

Seberapa Sering Pemuncak Gagal Juara?

Skuad Arsenal merayakan gol Gabriel Martinelli ke gawang Wigan Athletic, Minggu (15/2/2026) (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Skuad Arsenal merayakan gol Gabriel Martinelli ke gawang Wigan Athletic, Minggu (15/2/2026) (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Kabar baiknya bagi publik Emirates, sejak musim 2011/12 hanya empat tim yang gagal menjadi juara setelah memimpin klasemen di pekan ke-27. Mereka adalah Chelsea (2013/14), Liverpool (2018/19), Arsenal (2022/23), dan Liverpool (2023/24).

Tiga dari empat kegagalan tersebut terjadi karena dominasi Manchester City.

Kini pertanyaannya: apakah Arsenal akan kembali masuk daftar tim yang terpeleset di tikungan akhir?

5 dari 6 halaman

Tidak Boleh Terpeleset Lagi

Selebrasi Piero Hincapie dalam laga Liga Inggris antara Wolverhampton vs Arsenal, Kamis (19/2/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Selebrasi Piero Hincapie dalam laga Liga Inggris antara Wolverhampton vs Arsenal, Kamis (19/2/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

The Gunners masih bersaing di berbagai kompetisi dan bahkan memburu kemungkinan meraih quadruple bersejarah. Namun jika ingin mengakhiri puasa gelar liga selama dua dekade, konsistensi menjadi harga mati.

Satu kesalahan bisa dimaafkan. Dua mungkin masih bisa ditutup. Tapi dalam perburuan gelar melawan mesin seefisien Manchester City, ruang untuk terpeleset hampir tak ada.

Waktu akan menjawab apakah Arsenal mampu bertahan hingga garis finis, atau kembali menyaksikan trofi melayang ke tangan rival mereka.

Sumber: The Sun


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL