
Bola.net - Chelsea lagi-lagi kembali ke setelan pabrik. Di pekan ke-29 Premier League ini, tim asal London Barat itu kembali menelan kekalahan.
Bertanding di markas kebanggaan mereka, Stamford Bridge, Chelsea menjamu salah satu tim kuda hitam EPL musim ini, Aston Villa.
Chelsea berharap melanjutkan momentum positif mereka. Pasalnya sebelum jeda internasional, The Blues tidak terkalahkan di empat laga beruntun dengan rincian tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Namun sayang di laga ini, Chelsea harus menerima kekalahan. Mereka kehilangan tiga poin usai dikalahkan Villa dengan skor 2-0.
Dari kekalahan ini, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik. Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini.
Pilihan Pemain Aneh

Satu hal yang cukup menimbulkan tanda tanya dari skuat Chelsea adalah pemilihan bek mereka.
Di laga ini, Potter memainkan skema tiga bek. Namun anehnya, hanya Kalidou Koulibaly yang merupakan bek tengah murni sementara ia memasang Marc Cucurella dan Reece James di posisi bek tengah, padahal ada Benoit Badiashile Trevoh Chalobah yang bisa dimainkan di posisi itu.
Dampak taktik ini cukup terasa, Ruben Loftus-Cheek yang ditaruh di pos wingback kanan tidak optimal membantu serangan. Sementara Marc Cucurella membuat blunder yang menyebabkan Ollie Watkins mampu mencetak gol pertama Villa di laga ini.
Jadi eksperimen Potter di laga ini gagal dan dampaknya sangat terasa bagi The Blues.
Emiliano Martinez Istimewa

Di laga ini Chelsea tampil cukup dominan. The Blues menguasai hampir 70% bola dan melepaskan total 27 tembakan ke gawang Villa.
Namun gawang Villa tetap perawan hingga akhir laga tidak terlepas dari performa impresif Emiliano Martinez. Sang kiper benar-benar sulit ditaklukkan oleh para penyerang Chelsea.
Terbukti, ia mengemas total delapan penyelamatan di laga ini sehingga para penyerang Chelsea benar-benar frustrasi untuk membobol gawang Villa.
Tidak Punya Plan B

Satu hal yang membuat kredibilitas Graham Potter kian menurun sebagai pelatih Chelsea adalah ia seperti tidak punya rencana B di laga ini.
Usai kebobolan gol Ollie Watkins, Chelsea terlihat semburat. Permainan mereka jadi tidak terorganisir sehingga peluang-peluang yang tercipta tidak maksimal.
Di babak kedua, eks manajer Brighton itu tidak punya solusi untuk membongkar pertahanan rapat Villa. Saking mentoknya, para pemain Chelsea malah memainkan bola-bola atas, padahal mereka tidak punya pemain tipikal nomor sembilan yang bisa menanduk umpan-umpan silang dari kedua sayap.
Tak ayal banyak fans Chelsea menyebutnya sebagai guru penjas, karena ia tidak punya stock taktik yang memadai untuk klub sebesar Chelsea.
Unai Emery Masterclass

Kekalahan Chelsea di laga ini tidak terlepas dari pemilihan taktik yang apik oleh Emery.
Emery yang sadar materi timnya kalah jauh dari Chelsea menerapkan taktik yang jitu. Ia menginstruksikan anak asuhnya untuk bertahan dengan rapat dan ketika ada celah langsung melakukan serangan balik.
Di laga ini, Villa tercatat hanya membuat lima peluang saja, dan dua di antaranya berbuah menjadi gol. Sangat drastis dengan Chelsea yang sanggup membuat 27 peluang namun tidak ada satupun yang masuk ke gawang mereka.
Selain itu, kemenangan ini membuat Emery telah mempersembahkan sembilan kemenangan di ajang EPL untuk Villa. Semenjak ia menjabat jadi manajer The Villans, hanya Arsenal (13) dan Manchester City (10) yang punya kemenangan lebih banyak dari pelatih asal Spanyol itu.
Fix Gagal ke Eropa?

Kekalahan yang didapatkan Chelsea ini semakin mengubur hasrat mereka untuk lolos ke zona Eropa di musim ini.
Ya, kekalahan ini membuat Chelsea kini terdampak di peringkat 11. Jarak mereka dengan posisi empat besar adalah 11 poin.
Dengan persaingan yang super ketat dan sejumlah partai big match yang menanti, rasa-rasanya agak sulit bagi Chelsea untuk bisa finish di zona Eropa.
Bye-bye Potter?

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi masa depan Potter.
Semenjak ia melatih Chelsea, performa The Blues memang tidak pernah stabil. Namun manajemen Chelsea masih terus menaruh kepercayaan pada sang manajer dan terus mendukungnya.
Namun dengan situasi yang seperti sekarang, Chelsea terancam gagal lolos ke Eropa dan itu berarti keuangan Chelsea bakal terdampak besar, sementara kita tahu keuangan The Blues lagi minus usai belanja besar di musim dingin nanti.
Kebetulan di tengah pekan nanti, Chelsea akan berhadapan dengan Liverpool dan jika Chelsea kalah lagi, maka pemecatan Potter nampaknya tidak akan terhindarkan lagi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bulan April yang akan Sangat Menegangkan untuk Chelsea
Liga Inggris 2 April 2023, 23:29
-
Chelsea Kalah, Potter: Itu Tanggung Jawab Saya!
Liga Inggris 2 April 2023, 11:39
-
Kecewanya Graham Potter, Chelsea Main Bagus tapi Kalah
Liga Inggris 2 April 2023, 11:13
-
Punya Banyak Peluang, Chelsea Gagal Jebol Gawang Aston Villa
Open Play 2 April 2023, 09:01
-
Kiper Aston Villa Emiliano Martinez Sukses Bikin Pemain Chelsea Frustrasi
Open Play 2 April 2023, 08:52
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32

























KOMENTAR