Bola.net - Eks penyerang Manchester United, Louis Saha memuji setinggi langit eks rekan setimnya, Cristiano Ronaldo dengan menyebutnya sudah 'jenius' di usia 18 tahun.
Manchester United merekrut Ronaldo pada 2003 silam dari Sporting Lisbon. Sir Alex Ferguson sangat yakin dengan kemampuan Ronaldo muda sampai ia langsung diberi kepercayaan menggunakan nomor punggung 7.
Kala itu. Ronaldo dikenal sebagai pemain sayap yang gemar menggocek bola dan melakukan trik untuk mengelabui lawan, ketimbang menunjukkan ketajamannya di depan gawang lawan.
Pengakuan Louis Saha
Banyak yang tak mengira bahwa Ronaldo akan memiliki masa depan yang sangat cerah. Namun, Saha mengaku sudah melihat tanda-tanda kesuksesan CR7 sejak muda.
"Dia selalu berkembang tapi saya bisa katakan bahwa cara dia tak pernah berubah [sebagai seorang pemain]," ujar Louis Saha kepada MUTV.
"Sepanjang kariernya, Anda melihat dedikasi yang sama dengan yang dia miliki ketika masih berusia 18 tahun, mungkin dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah karena dia mendapat tantangan, dan dia harus membuktikan bahwa dialah pemain terbaik," tambahnya.
"Namun, untuk memiliki kepercayaan diri ketika berlatih, untuk bekerja keras dan konsisten, tak peduli apa yang orang katakan, skillny memang luar biasa. Hal itu lebih baik dari memiliki talenta karena cara dia menganalisis, di usia tersebut, dan tumbuh serta menjaga kualitasnya, bagi saya itu jenius," tukasnya.
Respek Louis Saha untuk Ronaldo
Meski berusia tujuh tahun lebih tua, Saha tetap menaruh respek sangat tinggi untuk Ronaldo karena dedikasi luar biasa yang ia tunjukkan meski sudah memiliki talenta hebat.
"Anda coba tanyakan pada siapa saja. bekerja keras ketika Anda memiliki talenta sebesar itu, tak semua orang melakukannya. Anda bisa berpuas diri atau senang dengan level Anda dan Anda merasa Anda berhasil melakukannya. Namun, dia menginginkan jauh lebih tinggi," tutur Saha.
"Bisa memiliki visi untuk melihat sesuatu, ketika Anda sudah bermain untuk United, di usianya, sangat berat. Dia berhasil melakukannya dan karena itu saya sangat menghormatinya," tandas Saha.
Kenangan Louis Saha
Lebih lanjut, Saha juga menceritakan satu momen yang membuat dirinya menganggap Ronaldo tak pernah kehilangan kepercayaan diri.
"Meski dia lebih muda dari saya, saya ingat dia berkata pada saya: 'Louis, Anda harus lebih sering tersenyum ketika bermain'. Ketika bocah tersebut mengatakan hal itu pada Anda, ketika Anda lebih tua dan lebih berpengalaman, Anda berkata: 'Tunggu sebentar'. Namun, saya menyadari bahwa itu benar," kenang Saha.
"Sepanjang kariernya, dia bisa blak-blakan ketika berbicara dengan orang lain, dan orang lain tak bisa memahami dan frustrasi karena mereka tak satu pemahaman. Dia berada di atas semua orang yang ketika dia berbicara normal, terdengar aneh bagi semua orang. Luar biasa," kata Saha.
"Kekuatan dan kecepatannya, skill merupakan satu hal yang penting dalam karier seorang pemain, tapi menganalisis ketika melakukannya, waktu dan presisinya, tak ada yang bisa melakuka," pungkasnya.
Sumber: MUTV
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR