
Bola.net - Bruno Fernandes belum mampu menampilkan performa terbaiknya bersama Portugal di Piala Dunia 2026. Padahal, gelandang berusia 31 tahun itu datang ke turnamen dengan status sebagai salah satu playmaker paling produktif di Eropa.
Kapten Manchester United kembali menjadi starter saat Portugal mengalahkan Kroasia 2-1 pada babak 32 besar. Namun, ia hanya bermain sekitar satu jam sebelum ditarik keluar oleh pelatih Roberto Martinez.
Penampilan tersebut melanjutkan tren yang kurang memuaskan bagi Fernandes sepanjang turnamen. Di saat sejumlah bintang seperti Kylian Mbappe, Harry Kane, Erling Haaland, Lionel Messi, Ousmane Dembele, dan Vinicius Junior tampil menonjol, kontribusi Fernandes justru belum sesuai ekspektasi.
Kondisi itu cukup kontras dengan performanya di level klub. Bersama Manchester United pada musim 2025/2026, Fernandes mencatatkan sejarah dengan membukukan 21 assist dalam 35 pertandingan Premier League, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Kevin De Bruyne dan Thierry Henry.
Statistik Bruno Fernandes Turun Drastis

Produktivitas Fernandes di Piala Dunia 2026 jauh dari catatan impresifnya bersama Manchester United. Hingga empat pertandingan, ia baru mencetak satu assist, yakni saat membantu Cristiano Ronaldo mencetak gol ke gawang Uzbekistan.
Meski demikian, Roberto Martinez tetap memberikan kepercayaan penuh kepada pemain andalannya tersebut. Pelatih Portugal itu menilai kualitas Fernandes tidak berubah meski kontribusinya belum maksimal.
"Dalam tiga tahun saya berada di tim nasional, konsistensi Fernandes luar biasa. Semua yang dia lakukan di sepertiga akhir lapangan selalu berada di level tertinggi," kata pelatih Portugal, Roberto Martinez, kepada The Athletic.
Namun, angka-angka menunjukkan cerita berbeda. Dalam dua pertandingan terakhir melawan Kolombia dan Kroasia, Fernandes hanya mencatatkan masing-masing 56 dan 46 sentuhan bola, jauh di bawah rata-rata sentuhannya bersama Manchester United pada akhir musim lalu.
Peran Baru Membuat Bruno Kehilangan Pengaruh

Penurunan jumlah sentuhan bukan satu-satunya masalah. Berdasarkan heatmaps pertandingan WhoScored, Fernandes kini lebih sering turun ke area yang lebih dalam untuk menjemput bola dibandingkan beroperasi di sekitar kotak penalti lawan.
Saat membela Manchester United, sebagian besar sentuhan Fernandes terjadi di wilayah sepertiga akhir lapangan. Dari area itulah ia mampu menciptakan peluang maupun memberikan umpan penentu bagi rekan-rekannya.
Di Portugal, situasinya berbeda. Meski Roberto Martinez tidak memainkan Fernandes sebagai gelandang bertahan, ia tetap harus bergerak lebih ke tengah dan lebih dalam agar lebih sering terlibat dalam permainan.
Perubahan peran tersebut membuat pengaruh Fernandes di area berbahaya berkurang. Akibatnya, kreativitas Portugal juga tidak banyak mengalir melalui kaki sang playmaker seperti yang terjadi di Manchester United.
Skema Portugal Lebih Banyak Bertumpu di Sisi Kiri

Faktor lain yang memengaruhi performa Fernandes adalah arah serangan Portugal. Dalam laga melawan Kroasia, mayoritas permainan dibangun melalui sisi kiri lapangan.
Rafael Leao menjadi pemain yang paling sering menerima bola dengan mencatatkan 72 sentuhan. Strategi itu terbukti efektif karena Leao mengirim umpan silang yang kemudian dikonversi Goncalo Ramos menjadi gol kemenangan Portugal.
Namun, pola permainan tersebut membuat Fernandes kehilangan area favoritnya. Ia beberapa kali harus bergeser ke sisi kiri untuk mencari ruang dan mengikuti alur permainan tim.
Berbeda dengan saat membela Manchester United, Fernandes biasanya lebih nyaman menerima bola di sisi kanan sebelum melepaskan umpan-umpan kreatif. Perbedaan peran dan distribusi serangan itulah yang menjadi salah satu alasan Portugal belum mampu mengeluarkan versi terbaik sang maestro di Piala Dunia 2026.
Sumber: MEN Sport
Baca Ini Juga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Fernandes Ketikung, MU Alihkan Fokus ke Wonderkid Maroko Ini?
Liga Inggris 4 Juli 2026, 15:00
LATEST UPDATE
-
Transfer Rodri ke Barcelona: Siapa yang Diuntungkan dan Siapa Saja yang Dirugikan?
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 13:25
-
Timnas Voli Putra Indonesia Uji Kekuatan Kamboja Jelang Asian Games 2026
Voli 19 Agustus 2026, 13:24
-
Diogo Dalot Berharap Rafael Leao Bertahan di AC Milan
Liga Italia 19 Agustus 2026, 13:01
-
Real Madrid Masih Mencari Pengganti Toni Kroos di Lini Tengah
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 12:27
-
Jude Bellingham Jadi Nomor 10, Arda Guler Bisa Berperan sebagai Nomor 6
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 11:21
-
Mourinho Ungkap Alasan Rodri Lebih Pilih Barcelona daripada Real Madrid
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 10:58
-
Jose Mourinho Dituntut Bawa Real Madrid Juara La Liga dan Kalahkan Barcelona
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 10:53
-
Diego Moreira, Amunisi Serbaguna untuk AC Milan
Liga Italia 19 Agustus 2026, 10:27
-
Liverpool Butuh Winger Anyar, Kebutuhan Mendesak di Lini Serang
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 10:16
-
Timnas Voli Putri Indonesia Bawa Semangat HUT RI ke AVC Continental 2026
Voli 19 Agustus 2026, 09:20
-
Menanti Debut Rodri di Barcelona
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 09:00
-
Guglielmo Vicario Jadi Kiper Juventus, Impian Seumur Hidup pun Terwujud
Liga Italia 19 Agustus 2026, 08:24
-
Lubang 54 Gol di Barcelona: Nomor 9 Baru Saja Tidak Cukup
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 08:05
-
Rodri Kirim Pesan Haru untuk Man City Usai Gabung Barcelona
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 07:14
-
Rodri Buka Suara Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 07:09
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR