Dikritik Main Terlalu Aman, Ruben Amorim Tegaskan Man United Selalu Tampil Berani!

Dikritik Main Terlalu Aman, Ruben Amorim Tegaskan Man United Selalu Tampil Berani!
Pemain Manchester United, Joshua Zirkzee, merayakan gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man Utd vs Wolves di Manchester, Inggris, Selasa, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Tekanan terhadap Ruben Amorim terus meningkat seiring hasil Manchester United yang belum stabil di kompetisi domestik. Kritik datang bukan hanya dari suporter, tetapi juga dari sejumlah mantan pemain legendaris klub.

Sorotan utama tertuju pada pendekatan taktik Amorim yang dinilai terlalu aman, terutama terkait keputusan pergantian pemain dalam beberapa laga terakhir. Situasi ini semakin diperbesar oleh performa kandang United yang mengecewakan.

Namun, Amorim menolak anggapan tersebut dan memilih membela pendekatannya dengan merujuk langsung pada data performa timnya di Premier League musim ini.

1 dari 3 halaman

Amorim Menepis Tuduhan Bermain Terlalu Aman

Reaksi penyerang Manchester United, Benjamin Sesko saat melawan Wolverhampton Wanderers di lanjutan Liga Inggris, 30 Desember 2025. (c) AP Photo/Dave Thompson

Reaksi penyerang Manchester United, Benjamin Sesko saat melawan Wolverhampton Wanderers di lanjutan Liga Inggris, 30 Desember 2025. (c) AP Photo/Dave Thompson

Ruben Amorim menegaskan Manchester United justru termasuk tim paling menyerang di Premier League. Ia menyebut timnya menciptakan dan mencetak gol lebih banyak dibanding mayoritas pesaing.

Pernyataan itu muncul setelah United menuai kritik usai hanya bermain imbang 1-1 melawan Wolves di Old Trafford. Hasil tersebut membuat United gagal menyalip Chelsea di posisi kelima dan tetap berada di peringkat keenam klasemen.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amorim juga mendapat tekanan karena performa kandang United yang buruk. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari lima laga terakhir di Old Trafford.

2 dari 3 halaman

Kritik Fans dan Legenda Klub Soal Pergantian Pemain

Kemarahan suporter memuncak ketika Amorim memasukkan pemain bertahan dalam dua laga terakhir melawan Newcastle dan Wolves. Keputusan itu bahkan disambut dengan sorakan tidak puas dari tribun.

Legenda klub seperti Paul Scholes menilai Amorim tidak menghormati tradisi sepak bola menyerang Manchester United. Kritik serupa juga disuarakan Gary Neville dalam dua pertandingan terakhir tim.

Meski demikian, Amorim menilai kritik tersebut tidak sepenuhnya adil. Ia menekankan bahwa keputusan pergantian pemain selalu didasarkan pada kondisi di lapangan dan kebutuhan tim saat itu.

“Hal pertama adalah kami menciptakan dan mencetak gol lebih banyak daripada kebanyakan tim,” kata Amorim dalam konferensi pers.

“Saya memahami tim ini lebih baik daripada siapa pun. Terkadang suporter mempertanyakan keputusan Anda, dan terkadang Anda harus melakukan apa yang Anda yakini benar, meski sulit dipahami.”

3 dari 3 halaman

Statistik Serangan dan Masalah di Lini Pertahanan

Amorim menunjuk statistik untuk memperkuat argumennya bahwa United tampil agresif. Ia menyebut timnya hanya kalah produktif dari satu tim di liga dan menjadi yang paling banyak melepaskan tembakan.

Ia juga menyoroti kontribusi Bruno Fernandes yang menjadi pencipta peluang terbanyak di liga. Catatan itu diraih meski sang kapten absen dalam tiga pertandingan terakhir akibat cedera.

“Kami menciptakan banyak peluang. Kami memiliki lebih banyak tembakan dibanding siapa pun,” ujar Amorim.

“Jika ada satu hal yang benar-benar berbeda dari musim lalu, itu adalah cara kami menyerang. Yang perlu kami tingkatkan adalah cara bertahan.”

Amorim menilai posisi United di klasemen lebih disebabkan oleh kesalahan individu dan lemahnya konsentrasi di momen krusial.

Ia menegaskan masalah tersebut bukan karena kurangnya investasi, mengingat klub telah menghabiskan 208 juta pounds untuk Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko pada musim panas lalu.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL