
Bola.net - Persaingan menghindari degradasi di Premier League memasuki fase krusial dengan perubahan signifikan dalam sepekan terakhir. Dua tim sudah dipastikan turun kasta, sementara beberapa tim lain mulai menjauh dari zona merah.
Tottenham justru bergerak ke arah sebaliknya. Hasil imbang di laga terakhir membuat posisi mereka semakin terancam, bahkan peluang degradasinya kini melonjak drastis.
Di sisi lain, Leeds United dan Nottingham Forest menunjukkan tren positif yang memberi harapan besar untuk bertahan. Dengan hanya beberapa laga tersisa, setiap poin kini terasa seperti penentu nasib.
Dua Tim Sudah Tersingkir, Zona Merah Mulai Terbentuk

Perubahan paling mencolok datang dari kepastian degradasi dua tim. Wolverhampton dan Burnley dipastikan turun ke Championship setelah serangkaian hasil buruk yang tak lagi bisa diselamatkan.
Hasil imbang tanpa gol antara West Ham dan Crystal Palace menjadi penentu nasib Wolves. Sementara itu, kekalahan Burnley dari Manchester City memastikan mereka menyusul ke divisi bawah.
Meski demikian, perebutan untuk menghindari satu slot degradasi tersisa masih berlangsung sengit. Tottenham, West Ham, hingga tim-tim di atasnya masih belum sepenuhnya aman. Begini peta persaingan di papan bawah:
15. Leeds United: 34 laga, 40 poin
16. Nottm Forest: 34 laga, 36 poin
17. West Ham: 33 laga, 33 poin
18. Tottenham: 33 laga, 31 poin
19. Burnley: 34 laga, 20 poin (dipastikan degradasi)
20. Wolves: 33 laga, 17 poin (dipastikan degradasi)
Leeds dan Forest Menjauh, Momentum Jadi Kunci

Nottingham Forest menjadi salah satu tim dengan peningkatan performa paling signifikan. Kemenangan telak 4-1 atas Burnley pekan lalu memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi lima laga.
Performa individu juga jadi pembeda. Morgan Gibbs-White tampil luar biasa dengan enam gol dalam enam pertandingan terakhir, menjadikannya salah satu motor utama tim di fase krusial ini.
Leeds United juga menunjukkan tren serupa. Mereka berhasil mencapai angka 40 poin setelah bermain imbang melawan Bournemouth, hasil yang secara historis sering dianggap cukup untuk bertahan di Premier League.
Tambahan catatan positif, Leeds kini tak terkalahkan dalam lima pertandingan dan mulai menemukan kembali ketajaman di lini depan.
Jadwal Sisa: Leeds Diuntungkan, West Ham Waspada

Jika melihat sisa pertandingan, Leeds menjadi tim dengan keuntungan terbesar. Berdasarkan analisis kekuatan lawan, mereka memiliki jadwal paling ringan dibanding rival di zona bawah.
Laga melawan Burnley di kandang berpotensi menjadi penentu keselamatan mereka jika mampu meraih tiga poin. Situasi ini memberi ruang bagi Leeds untuk bahkan menatap posisi lebih tinggi di klasemen.
Sebaliknya, West Ham menghadapi jalan terjal. Secara statistik, mereka memiliki jadwal tersulit ketiga di antara semua tim Premier League. Laga terakhir melawan Leeds bisa menjadi duel hidup-mati.
Nottingham Forest juga tidak sepenuhnya aman. Setelah laga melawan Sunderland, mereka harus menghadapi serangkaian lawan berat seperti Chelsea, Newcastle, dan Manchester United.
Tottenham Dalam Bahaya
Sorotan terbesar justru tertuju pada Tottenham. Hasil imbang melawan Brighton, ditambah kemenangan rival-rivalnya, memperburuk posisi mereka di klasemen.
Data dari superkomputer Opta menunjukkan peningkatan drastis peluang degradasi Spurs. Kini mereka memiliki kemungkinan turun kasta sebesar 59 persen, naik dari 49 persen pekan sebelumnya.
Angka ini mencerminkan tren performa buruk Tottenham sepanjang tahun 2026. Grafik peluang degradasi mereka terus meningkat sejak pergantian tahun.
Sebaliknya, Leeds dan Nottingham Forest berada dalam posisi jauh lebih aman. Probabilitas degradasi mereka sangat kecil, masing-masing hanya 0,3 persen dan 4,3 persen.
West Ham masih berada di wilayah abu-abu dengan peluang 36 persen. Artinya, satu kesalahan saja bisa menjadi fatal di fase akhir musim ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Memancing di Air Keruh, MU Coba Bajak Bintang Tottenham Ini
Liga Inggris 24 April 2026, 16:19
-
Tottenham Krisis, Man Utd Mencoba Goda Micky van de Ven ke Old Trafford
Liga Inggris 24 April 2026, 08:56
-
Pergerakan Liverpool Dekati Randal Kolo Muani Bikin Juventus Agak Panik
Liga Italia 23 April 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Mengapa Selebrasi Lepas Baju Dihukum Kartu Kuning? Ini Sejarah dan Alasannya
Liga Champions 4 November 2026, 19:27
-
Matheus Cunha Terancam Dapat Sanksi Tambahan Usai MU Kalahkan Roma
Liga Champions 4 November 2026, 19:23
-
Prediksi Sunderland vs Dinamo Zagreb 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:20
-
Prediksi Sparta Praha vs Bournemouth 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:00
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Prediksi Crystal Palace vs Hoffenheim 6 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 18:40
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR