
Bola.net - Tottenham akhirnya bisa bernapas lega setelah memastikan diri bertahan di Premier League pada pekan terakhir musim ini. Kemenangan tipis 1-0 atas Everton menjadi penutup dramatis perjalanan penuh tekanan Spurs di musim yang nyaris berubah menjadi bencana.
Momen emosional langsung terlihat setelah peluit panjang berbunyi. Roberto De Zerbi berlari ke lapangan merayakan keberhasilan timnya, sementara beberapa pemain Tottenham tak mampu menahan air mata setelah lolos dari ancaman degradasi.
Keberhasilan itu terasa spesial karena situasi Spurs begitu buruk ketika De Zerbi datang pada akhir Maret lalu. Dalam waktu kurang dari dua bulan, pelatih asal Italia tersebut berhasil mengubah mentalitas skuad dan membawa Tottenham keluar dari krisis.
Tottenham Nyaris Jatuh ke Championship

Ketika Roberto De Zerbi resmi ditunjuk Tottenham pada 31 Maret dengan kontrak lima tahun, kondisi klub sedang kacau. Spurs hanya unggul satu poin dari zona degradasi setelah kalah 0-3 dari Nottingham Forest dalam laga terakhir Igor Tudor sebagai pelatih.
Tottenham juga menjalani rentetan buruk tanpa kemenangan dalam 13 pertandingan liga. Ancaman turun kasta mulai terasa nyata untuk salah satu klub terkaya di dunia tersebut.
Situasi makin rumit karena De Zerbi harus menghadapi badai cedera. Dominic Solanke, Cristian Romero, Xavi Simons, hingga Mohammed Kudus sempat absen di periode krusial musim ini.
Meski begitu, Spurs mampu meraih 11 poin dari tujuh pertandingan di bawah De Zerbi. Jumlah itu cukup untuk memastikan mereka tetap bermain di kasta tertinggi musim depan.
Selebrasi para pemain setelah laga kontra Everton menunjukkan betapa besar pengaruh De Zerbi di ruang ganti. Guglielmo Vicario bahkan langsung melompat ke punggung sang pelatih saat merayakan gol Joao Palhinha.
Pedro Porro juga terlihat menangis di lapangan sebelum dipeluk De Zerbi. Archie Gray kemudian mengangkat sang pelatih ke udara di tengah euforia para pemain Tottenham.
Pendekatan Roberto De Zerbi Ubah Mental Pemain

Salah satu kekuatan terbesar De Zerbi adalah kemampuannya membangun hubungan dengan pemain. Beberapa sumber internal klub menyebut komunikasi mantan pelatih Brighton tersebut menjadi faktor penting kebangkitan Spurs.
Sebelum De Zerbi datang, suasana ruang ganti Tottenham disebut kehilangan kepercayaan diri. Pernyataan para pelatih sebelumnya juga beberapa kali dinilai memberi dampak negatif terhadap mental tim.
Thomas Frank, yang sempat menangani Spurs musim panas lalu, pernah membuat komentar yang dianggap terlalu pesimistis soal peluang timnya. Sementara Igor Tudor sempat menyinggung adanya pemain yang tidak sejalan dengan arah tim setelah kekalahan dari Crystal Palace.
Berbeda dengan para pendahulunya, De Zerbi justru tampil penuh keyakinan sejak hari pertama. Setelah hasil imbang dramatis melawan Brighton pada laga keduanya, ia tetap menegaskan Spurs masih bisa memenangi seluruh pertandingan tersisa.
“Para pemain harus lebih kuat dan datang ke tempat latihan dengan senyum. Saya tidak punya waktu untuk melihat orang negatif, pemain sedih, atau staf yang murung," kata De Zerbi.
Pendekatan itu ternyata memberi efek besar terhadap mental skuad. James Maddison bahkan mengaku penunjukan De Zerbi mungkin telah menyelamatkan Tottenham dari bencana degradasi.
Sentuhan Personal yang Membuat Pemain Percaya Diri Lagi

De Zerbi tidak hanya memperbaiki atmosfer tim lewat pidato motivasi. Ia juga bekerja sangat detail di lapangan latihan dan memberi perhatian personal kepada para pemain.
Conor Gallagher menjadi salah satu contoh paling jelas. Gelandang yang didatangkan dari Atletico Madrid pada Januari itu sempat kesulitan tampil konsisten dan kehilangan tempat di tim utama era Igor Tudor.
Meski begitu, De Zerbi berhasil menghidupkan kembali performa Gallagher. Sang pelatih bahkan menunjukkan video performa terbaik Gallagher saat masih membela Chelsea untuk membangkitkan rasa percaya dirinya.
Gallagher mengaku sangat terbantu dengan pendekatan tersebut. “Dia benar-benar mengubah awal karier saya di Spurs,” ujar Gallagher.
“Dia menunjukkan kepercayaan kepada saya dan mengembalikan rasa percaya diri saya. Saya bisa kembali memainkan permainan terbaik saya di lapangan.”
Tak hanya Gallagher, De Zerbi juga dikenal aktif menjaga hubungan personal dengan pemain lain. Ia pernah mengatakan ingin menghabiskan waktu sarapan, makan siang, dan makan malam bersama Randal Kolo Muani demi membantu sang penyerang kembali percaya diri.
Detail Taktik dan Kepemimpinan Jadi Kunci

Selain membangun mental tim, De Zerbi juga melakukan sejumlah perubahan taktik penting. Ia mendorong Gallagher bermain lebih maju dan memilih pengalaman Rodrigo Bentancur serta Joao Palhinha di lini tengah.
Salah satu sumber senior di klub menyebut kualitas kepelatihan De Zerbi sebagai “kelas satu”. Para pemain juga terkesan dengan detail instruksi yang diberikan dalam sesi latihan.
De Zerbi bahkan tinggal di pusat latihan bersama staf pelatih demi memaksimalkan persiapan pertandingan. Ia menghabiskan banyak waktu untuk menyusun rencana permainan di tengah krisis cedera yang melanda tim.
Pendekatan kepemimpinannya juga terasa saat menangani Antonin Kinsky. Kiper muda tersebut sempat mengalami masa sulit usai laga melawan Atletico Madrid di Liga Champions.
Alih-alih mencoretnya, De Zerbi justru memberi dukungan penuh. Ia bahkan sempat mempertimbangkan memberikan ban kapten kepada Kinsky saat melawan Sunderland.
Tottenham Bersiap Bangun Era Baru
Setelah berhasil bertahan di Premier League, perhatian Tottenham kini beralih ke pembangunan skuad musim depan. De Zerbi menegaskan Spurs membutuhkan perubahan besar agar tidak kembali terjebak dalam situasi serupa.
Tottenham sudah mulai bergerak di bursa transfer. Klub disebut telah melakukan pendekatan terhadap Marcos Senesi dan Andy Robertson yang tersedia secara gratis.
Meski begitu, masih ada sejumlah persoalan yang harus diselesaikan. Richarlison hanya menyisakan satu tahun kontrak, sementara masa depan Yves Bissouma dan Ben Davies juga belum jelas.
Joao Palhinha ingin bertahan secara permanen setelah masa peminjamannya dari Bayern Munchen berakhir. Spurs memiliki opsi pembelian senilai 30 juta euro untuk gelandang Portugal tersebut.
Sementara itu, Wilson Odobert dan Xavi Simons diperkirakan absen cukup lama musim depan akibat cedera ACL. Posisi Vicario juga mulai mendapat persaingan serius setelah performa impresif Antonin Kinsky.
De Zerbi menegaskan Tottenham harus bergerak cepat membangun tim yang lebih kompetitif. “Mulai malam ini kami harus mulai membangun tim baru,” kata De Zerbi.
Jangan Lewatkan!
- Mengupas Konflik Roy Keane vs Bruno Fernandes: Apa yang Sebenarnya Terjadi? Bagaimana Sikap Fans MU?
- Di Balik Transfer Anthony Gordon: Newcastle Korbankan Bintang, Barcelona Dapat Uang dari Mana?
- Masterclass Atalanta: Ederson Dibeli Hanya Rp456 Miliar, Dijual ke Manchester United Rp1.09 Trilun
- Juventus Gagal Tikung Tottenham dalam Perburuan Andy Robertson
- Mau Benjamin Sesko Makin Gahar, MU Wajib Hukumnya Rekrut Lewandowski!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Gagal Tikung Tottenham dalam Perburuan Andy Robertson
Liga Inggris 28 Mei 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
15 Hari Jelang Piala Dunia, Neymar Kembali Bikin Cemas Timnas Brasil
Piala Dunia 28 Mei 2026, 12:28
-
Juventus Hampir Angkut Alisson, Tapi Liverpool Bikin Manuver Kejutan
Liga Inggris 28 Mei 2026, 11:03
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
























KOMENTAR