Klasemen Akhir Premier League Tanpa VAR: Arsenal Gagal Juara di Detik Terakhir, Tottenham Malah Naik Posisi

Bola.net - Teknologi VAR kembali jadi bahan perdebatan di Premier League musim ini. Di tengah kontroversi yang terus muncul sepanjang kompetisi, sebuah simulasi klasemen tanpa campur tangan VAR menunjukkan hasil yang benar-benar berbeda, termasuk soal perebutan gelar juara.
Berdasarkan analisis terhadap 102 keputusan yang berubah setelah intervensi VAR, perebutan trofi Premier League disebut bakal ditentukan hingga detik terakhir musim. Hasilnya, bukan Arsenal yang keluar sebagai juara, melainkan Manchester City milik Pep Guardiola.
Dalam simulasi tersebut, setiap pertandingan dihitung ulang seandainya keputusan awal wasit di lapangan tetap berlaku tanpa koreksi dari ruang VAR di Stockley Park.
Manchester City Juara karena Gol Phil Foden

Drama terbesar terjadi pada laga terakhir Manchester City kontra Aston Villa di Etihad Stadium. Saat itu, Ollie Watkins sempat dianulir karena offside sebelum VAR mengesahkan gol yang membuat Villa unggul 2-1.
Di sisi lain, gol penyeimbang Phil Foden di menit akhir justru dibatalkan setelah pemeriksaan VAR.
Namun dalam skenario tanpa VAR, keputusan awal wasit tetap berlaku. Artinya, gol Watkins tidak sah dan gol Foden disahkan. Situasi itu membuat City mendapatkan kemenangan krusial yang akhirnya menentukan gelar juara Premier League.
Pada klasemen akhir versi tanpa VAR, Manchester City dan Arsenal sama-sama mengoleksi 80 poin. Meski begitu, City unggul selisih gol dengan +34, sementara Arsenal hanya +33.
Dengan demikian, Pep Guardiola tetap mengakhiri musim sebagai kampiun Liga Inggris.
Arsenal Kehilangan Momentum Penting

Arsenal justru menjadi salah satu tim yang paling diuntungkan VAR sepanjang musim. The Gunners disebut mendapat tambahan bersih lima poin dari sejumlah keputusan yang dibalik oleh VAR.
Salah satu momen paling vital terjadi saat menghadapi West Ham United. Gol penyama kedudukan The Hammers di masa injury time dianulir karena pelanggaran terhadap David Raya, setelah sebelumnya sempat disahkan wasit di lapangan.
Tanpa VAR, Arsenal diyakini bakal kehilangan poin penting dalam pertandingan tersebut.
Selain itu, tim asuhan Mikel Arteta juga mendapat keuntungan dalam beberapa laga lain. Mereka tetap dianggap menang 3-1 atas Newcastle United andai penalti Viktor Gyokeres tidak dianulir setelah insiden dengan Nick Pope.
Arsenal juga mempertahankan kemenangan 2-0 atas Fulham ketika keputusan pelanggaran terhadap Bukayo Saka dibatalkan VAR.
Namun ada pula hasil yang berubah menjadi kerugian. Kemenangan atas Everton berubah menjadi hasil imbang tanpa gol karena keputusan handball Jake O’Brien tidak akan diberikan tanpa VAR.
Sementara hasil seri 2-2 kontra Wolves justru berubah menjadi kekalahan karena gol lawan yang sempat dianulir offside tetap sah.
Tottenham Justru Diuntungkan

Nasib berbeda dialami Tottenham Hotspur. Dalam klasemen tanpa VAR, Spurs justru tampil lebih baik dibanding posisi asli mereka di akhir musim.
Tottenham disebut finis di posisi ke-14 dengan tambahan enam poin lebih banyak dan naik tiga peringkat dibanding klasemen resmi Premier League.
Sementara itu, West Ham United harus turun ke zona lebih rendah dan finis di bawah Nottingham Forest.
Bournemouth Lolos Liga Champions

Perubahan besar juga terjadi di zona Eropa. Bournemouth menjadi salah satu tim paling diuntungkan dalam simulasi tanpa VAR.
Klub berjuluk The Cherries itu berhasil finis di posisi kelima dan merebut tiket Liga Champions, menggusur Liverpool dari zona elite Eropa.
Brighton juga naik ke posisi ketujuh untuk mendapatkan tiket Liga Europa. Sedangkan Fulham berhak tampil di UEFA Conference League setelah menempati peringkat kedelapan.
Menariknya lagi, Sunderland yang pada klasemen resmi bersaing di papan atas justru anjlok hingga posisi ke-13 dalam tabel tanpa VAR. Mereka hanya unggul selisih gol atas Tottenham dan berada di bawah Newcastle United.
VAR Masih Jadi Perdebatan

Meski simulasi ini tidak bisa sepenuhnya menggambarkan bagaimana musim berjalan tanpa teknologi video assistant referee, hasil tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh VAR terhadap perjalanan kompetisi.
Sejak diperkenalkan di Premier League, VAR memang terus memunculkan perdebatan. Sebagian pihak menilai teknologi itu membantu menciptakan keadilan, tetapi tidak sedikit pula yang menganggap VAR justru menghilangkan emosi alami sepak bola.
Musim ini, kontroversi keputusan VAR kembali menjadi sorotan utama dan tampaknya perdebatan itu masih akan terus berlanjut di sepak bola Inggris.
Klasemen Premier League 2025/2026 Tanpa VAR
Klasemen akhir Premier League 2025/2026 Tanpa VAR. (c) The Sun
Klasemen Premier League 2025/2026
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR