
Bola.net - Pertandingan Liverpool vs Man City pada pekan ke-25 Premier League 2025-2026 berlangsung di Anfield, Minggu (8/2/2026) pukul 23.30 WIB. Laga ini menjadi titik balik pahit bagi tuan rumah yang sempat berada di atas angin.
Liverpool membuka skor melalui gol jarak jauh Dominik Szoboszlai pada menit ke-74 yang membuat publik Anfield terhenyak. Akan tetapi, Manchester City membalikkan keadaan lewat gol Bernardo Silva pada menit ke-84 dan penalti Erling Haaland pada menit ke-90+3.
Hasil ini membuat Liverpool kembali gagal mengamankan kemenangan yang sudah di depan mata. Di sisi lain, Manchester City memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal, menjadi enam poin dan mengokohkan posisi kedua.
Gol Indah yang Berujung Malapetaka

Gol Szoboszlai lahir saat Liverpool tampil jauh lebih agresif pada babak kedua dibandingkan paruh pertama. Mohamed Salah, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike mulai menemukan ritme permainan yang sempat hilang sebelumnya.
Momen tersebut seharusnya cukup untuk mengunci tiga poin di kandang sendiri. Namun, kesalahan kolektif pada menit-menit akhir kembali menghantui skuad asuhan Arne Slot.
Situasi makin rumit ketika Szoboszlai mendapat kartu merah usai tinjauan VAR karena menarik kaus Haaland demi mencegah peluang gol dari tembakan Rayan Cherki yang kemudian dianulir. Absennya Szoboszlai pada laga berikutnya melawan Sunderland memunculkan tanda tanya besar pada sektor bek kanan Liverpool.
Statistik Buruk dan Tekanan Klasemen

Liverpool kini tercatat telah kebobolan empat gol penentu kemenangan lawan pada menit ke-90 atau lebih musim ini di liga. Catatan itu menyamai rekor terburuk dalam satu musim Premier League yang sebelumnya dipegang Watford, West Ham, dan Southampton.
Kesalahan Alisson yang menjatuhkan Matheus Nunes di kotak penalti menjadi titik terendah laga ini. Keputusan tersebut mengantar Haaland mencetak gol kemenangan yang membuat suasana Anfield berubah drastis.
Bagi Manchester City, kemenangan di laga Liverpool vs Man City menegaskan mental juara saat tekanan berada di puncak. Josep Guardiola sebelumnya menilai Anfield sebagai panggung bagi pemain berkarakter besar, dan kali ini tim tamu yang membuktikannya di lapangan.
Liverpool kini tertahan di peringkat keenam dan berjarak empat poin dari Chelsea di posisi kelima. Jalan menuju zona Liga Champions masih terbuka, tetapi kegagalan mempertahankan keunggulan seperti ini dapat menjadi hambatan serius dalam sisa musim.
Kekalahan ini menegaskan bahwa kualitas saja tidak cukup tanpa konsistensi hingga peluit akhir. Laga Liverpool vs Man City menjadi pengingat pahit bahwa satu momen kelengahan bisa menghapus kerja keras sepanjang pertandingan.
Sumber: BBC Sport
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Ketajaman Lewandowski, Konsistensi Rashford, Mentalitas Kolektif Barcelona
- Kekalahan di Final Tak Menghapus Makna Perjalanan Luar Biasa Timnas Futsal Indonesia
- Simbol Keberanian dan Kualitas Permainan Timnas Futsal Indonesia di Final Piala Asia 2026
- Wolves vs Chelsea: Sinyal Kebangkitan Cole Palmer jelang Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cuma Satu Stadion yang Belum Ditaklukkan Erling Haaland di Premier League, Di Mana?
Liga Inggris 9 Februari 2026, 19:51
-
Seberapa Bagus Gianluigi Donnarumma Dibanding Kiper Premier League Lain?
Liga Inggris 9 Februari 2026, 19:48
-
Carragher Menyerah, Sepakat dengan Roy Keane: Liverpool Adalah Juara yang Buruk
Liga Inggris 9 Februari 2026, 16:03
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia Kalah Tipis, Jay Idzes Tetap Bangga dengan Perjuangan Tim
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:57
-
Timnas Indonesia Terhubung dengan Baik Selama 90 Menit
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:51
-
Timnas Indonesia Dominan, tapi Tumbang
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:45
-
Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah di Final FIFA Series 2026
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:03
LATEST EDITORIAL
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56




















KOMENTAR