Hancur di Eropa dan Domestik, Liverpool OTW Nirgelar

Hancur di Eropa dan Domestik, Liverpool OTW Nirgelar
Para pemain Liverpool merayakan gol dalam laga Premier League melawan Fulham, Sabtu (11/4/2026) (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Liverpool mendapat pukulan telak di panggung Eropa pekan lalu. Bertandang ke markas PSG di Parc des Princes di leg pertama perempat final Liga Champions, The Reds tampil jauh dari ekspektasi.

Pasukan Arne Slot bahkan terlihat kehilangan arah sejak menit awal. Skema lima bek yang diterapkan justru membuat permainan mereka semakin pasif dan mudah ditekan.

Statistik berbicara jelas soal buruknya performa Liverpool di laga tersebut. Mereka hanya mampu melepaskan tiga tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang lawan.

Hasil akhirnya pun pahit untuk diterima. Liverpool tumbang 0-2 lewat gol Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia, membuat peluang lolos ke semifinal Liga Champions semakin menipis.

1 dari 5 halaman

Terpeleset di Semua Ajang Domestik

Antoine Semenyo mencoba merebut bola dari kaki Florian Wirtz di laga Manchester City vs Liverpool (c) AP Photo/Jon Super

Antoine Semenyo mencoba merebut bola dari kaki Florian Wirtz di laga Manchester City vs Liverpool (c) AP Photo/Jon Super

Kegagalan Liverpool ternyata bukan hanya terjadi di Liga Champions. Di kompetisi domestik, performa mereka juga jauh dari kata meyakinkan sejak awal musim.

Di ajang EFL Cup, langkah mereka bahkan terhenti terlalu cepat. The Reds tersingkir di ronde keempat setelah dipermalukan Crystal Palace dengan skor telak 0-3 di Anfield.

Situasi serupa kembali terjadi di FA Cup. Kali ini, Liverpool melangkah hingga perempat final sebelum dihancurkan Manchester City dengan skor mencolok 0-4 di Etihad Stadium.

Dua kekalahan telak tersebut memperlihatkan satu hal yang sama. Liverpool tampak rapuh, kehilangan organisasi permainan, dan tak mampu bersaing dengan tim-tim besar.

Kondisi ini membuat musim 2025/2026 perlahan berubah menjadi mimpi buruk. Harapan meraih trofi domestik pun sudah sepenuhnya sirna bagi The Reds.

2 dari 5 halaman

Jurang Terlalu Dalam, Arsenal Tak Lagi Terjangkau

Pemain Arsenal, Noni Madueke (kiri), dan pemain Liverpool, Alexis Mac Allister, saling berebut bola dalam pertandingan Liga Inggris, Jumat (9/1/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Pemain Arsenal, Noni Madueke (kiri), dan pemain Liverpool, Alexis Mac Allister, saling berebut bola dalam pertandingan Liga Inggris, Jumat (9/1/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Di ajang Premier League, situasi Liverpool juga tidak jauh lebih baik. Mereka memang sempat meraih kemenangan penting atas Fulham dengan skor 2-0.

Gol dari Rio Ngumoha dan Mohamed Salah memberi sedikit harapan. Namun kemenangan itu tidak cukup untuk memperbaiki posisi mereka secara signifikan di klasemen.

Hingga pekan ke-32, Liverpool baru mengoleksi 52 poin. Angka tersebut membuat mereka tertinggal sangat jauh dari Arsenal yang kokoh di puncak klasemen.

Selisih 18 poin menjadi jurang yang nyaris mustahil dijembatani. Dengan sisa pertandingan yang ada, peluang Liverpool untuk mengejar Arsenal praktis sudah tertutup.

Kini, target realistis mereka hanyalah finis di zona Liga Champions. Bahkan itu pun masih harus diperjuangkan ketat karena mereka masih harus bersaing dengan tim seperti Manchester United dan Aston Villa.

3 dari 5 halaman

Bisakah Comeback Lawan PSG?

Pemain PSG Desire Doue (kanan) disambut oleh Achraf Hakimi setelah mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Pemain PSG Desire Doue (kanan) disambut oleh Achraf Hakimi setelah mencetak gol pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026 (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Liverpool memang masih punya bekal main di kandang sendiri. Namun pertanyaannya, bisakah mereka memanfaatkan hal tersebut untuk meraih kemenangan?

Sulit rasanya untuk merasa optimis Liverpool akan bisa membalikkan situasi melawan PSG. Alasan terbesarnya adalah karena masalah konsistensi dan kesulitan Slot untuk mencari taktik yang tepat bagi timnya.

Arne Slot kesulitan membuat anak-anak asuhnya tampil garang dari laga ke laga. Contohnya, Liverpool memang sempat mengamuk dengan melumat Galatasaray 4-0 di Anfield tapi kemudian mereka dihajar Brighton dan Manchester City.

Hasil yang paling mengkhawatirkan tentu saja adalah lawan City karena Liverpool dengan mudah dihancurkan dengan skor telak 4-0. Dengan melihat komposisi pemain PSG, yang sama kuatnya dengan The Citizen atau bahkan lebih berkualitas, dan hasil di leg pertama, bukan tak mungkin The Reds nanti dipermak lagi di Anfield.

4 dari 5 halaman

Arne Slot Out?

Manajer Liverpool, Arne Slot, memberi isyarat dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions kontra PSG, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Manajer Liverpool, Arne Slot, memberi isyarat dalam pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions kontra PSG, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Aurelien Morissard

Tekanan kini sepenuhnya mengarah ke sosok Arne Slot. Pelatih asal Belanda itu dinilai belum mampu membawa Liverpool keluar dari krisis performa musim ini.

Memang musim lalu ia berhasil membawa Liverpool keluar sebagai juara Liga Inggris. Namun performa mereka sebagai juara bertahan sangat memprihatinkan.

Nasib Slot kini di ujung tanduk. Ada kabar ia tak akan dipertahankan jika Liverpool nanti gagal mendapat tiket ke Liga Champions musim depan.

Jika itu benar-benar terjadi, Slot memang layak untuk didepak. Sebab sebagai pelatih, ia gagal untuk menunjukkan dirinya layak untuk dipertahankan, baik melalui performa Liverpool di atas lapangan maupun melalui sikapnya di luar lapangan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL