
Bola.net - Igor Tudor resmi berpisah dengan Tottenham setelah hanya memimpin tujuh pertandingan dalam kurun 44 hari. Keputusan ini diambil menyusul performa buruk yang membuat klub terancam degradasi.
Penunjukan Igor Tudor pada 13 Februari lalu diharapkan memberi dampak instan setelah menggantikan Thomas Frank. Namun, hasil di lapangan jauh dari ekspektasi, dengan Spurs terjebak di papan bawah klasemen.
Kekalahan telak 0-3 dari Nottingham Forest menjadi titik akhir masa kerja Igor Tudor. Hasil tersebut membuat Tottenham turun ke posisi 17 dan hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.
Performa Buruk dalam Waktu Singkat

Igor Tudor hanya meraih satu poin dari lima laga di Premier League. Satu-satunya hasil positif datang saat bermain imbang 1-1 melawan Liverpool.
Selain itu, Tottenham juga tersingkir di babak 16 besar Liga Champions. Mereka kalah agregat 5-7 dari Atletico Madrid dalam dua leg yang berlangsung sengit.
Awal masa jabatan Igor Tudor bahkan langsung diwarnai tiga kekalahan beruntun. Spurs tumbang dari Arsenal, Fulham, dan Crystal Palace.
Keputusan Cepat demi Hindari Degradasi

Manajemen Tottenham mengambil langkah cepat demi menyelamatkan musim. Dengan tujuh laga tersisa, klub tidak ingin mengambil risiko lebih besar.
Dalam pernyataan resmi, klub memastikan perpisahan dilakukan secara kesepakatan bersama. Selain Igor Tudor, staf pelatih seperti Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci juga meninggalkan klub.
Klub juga menyampaikan dukungan moral kepada Igor Tudor yang tengah mengalami masa sulit secara pribadi. Pihak manajemen menegaskan bahwa pembaruan terkait pelatih baru akan segera diumumkan.
Kandidat Pengganti Mulai Mengemuka

Sambil menunggu pelatih baru, Bruno Saltor akan memimpin sesi latihan sementara. Ia menangani pemain yang tidak mengikuti jeda internasional.
Tottenham menargetkan pelatih baru sudah hadir sebelum laga berikutnya melawan Sunderland pada 12 April. Kandidat utama yang muncul adalah Roberto De Zerbi.
Namun, De Zerbi dikabarkan lebih memilih kembali melatih pada musim panas. Selain itu, sebagian suporter Tottenham menyuarakan penolakan terkait rekam jejaknya saat menangani Marseille.
Pergantian ini membuat Tottenham berpotensi memiliki tiga pelatih dalam satu musim. Situasi tersebut terakhir terjadi pada musim 2022-2023 saat era Antonio Conte, Cristian Stellini, dan Ryan Mason.
Sumber: Goal International
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Igor Tudor Dipecat Tottenham Setelah hanya 7 Laga dalam 44 Hari
Liga Inggris 29 Maret 2026, 22:18
-
Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Mengejutkan di Premier League
Editorial 24 Maret 2026, 11:00
-
Bukan ke MU, Roberto De Zerbi Bakal Latih Klub Ini?
Liga Inggris 24 Maret 2026, 10:20
-
Igor Tudor Mendapat Kabar Ayahnya Meninggal usai Tottenham Kalah
Liga Inggris 24 Maret 2026, 01:41
LATEST UPDATE
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


















KOMENTAR