
Bola.net - Manajer Chelsea, Frank Lampard membeberkan alasan di balik keputusannya menurunkan Michy Batshuayi melawan Newcastle. Lampard mengakui bahwa sang striker diturunkan untuk membantu timnya mengejar ketertinggalan.
Sejak Lampard mengambil alih kursi pelatih Chelsea, ia memiliki skema permainan yang baku. Ia menurunkan skema satu striker, dengan Tammy Abraham sebagai ujung tombak timnya.
Pada laga melawan Newcastle kemarin malam, Lampard memutuskan untuk menarik keluar Abraham jelang akhir laga. Sebagai gantinya, ia memasukkan Michy Batshuayi untuk menjadi juru gedornya.
Lampard mengakui bahwa pergantian itu harus dibuat untuk mengejar ketertinggalan. "Kami memasukkan Michy untuk mengubah suasana lini serang kami," beber Lampard kepada situs resmi Chelsea.
Baca komentar lengkap sang pelatih di bawah ini.
Maksimalkan Peluang
Lampard mengakui bahwa pada laga tersebut, Abraham terlihat beberapa kali buang-buang peluang.
Untuk itu ia menilai masuknya Batshuayi bisa memberikan dimensi yang berbeda untuk lini serangnya.
"Kami membuat banyak peluang, sehingga kami memasukkan Michy. Dia bisa masuk dan membuat perbedaan karena dia sangat berbahaya di kotak penalti, jadi kami memutuskan mengambil langkah itu."
Terlalu Beresiko
Lampard mengakui bahwa ia sebenarnya bisa menurunkan Batshuayi untuk bermain bersama Abraham. Namun ia memutuskan untuk tidak mengambil opsi itu karena terlalu beresiko.
"Terkadang kami bisa bermain dengan skema dua penyerang, jika kami merasa pertandingan ini cocok untuk dimainkan dengan dua striker."
"Namun jika kami mengambil langkah itu, maka kami harus menarik keluar N'Golo Kante yang bermain apik sepanjang laga atau Jorginho yang menjadi pusat permainan kami. Kami harus berhati-hati dengan serangan balik mereka, sehingga kami tidak mengambil opsi itu." ujarnya.
Laga Berikutnya
Chelsea akan menggelar partai akbar pada tengah pekan nanti.
Mereka akan menjamu Arsenal di Stamford Bridge pada pertandingan pekan ke-24 EPL musim ini.
(Chelsea FC)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebobolan di Ujung Laga, Kekalahan yang Sulit Diterima oleh Chelsea
Liga Inggris 19 Januari 2020, 21:00
-
Maaf MU dan Chelsea, Issa Diop Tidak Dijual!
Liga Inggris 19 Januari 2020, 15:20
-
Ini Alasan Lampard Mainkan Michy Batshuayi Lawan Newcastle
Liga Inggris 19 Januari 2020, 11:00
-
Frank Lampard: Chelsea Tidak Bisa Bergantung Terus pada Tammy Abraham
Liga Inggris 19 Januari 2020, 10:40
LATEST UPDATE
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR