
Bola.net - Kobbie Mainoo benar-benar hampir bergabung dengan Napoli. Minat klub Italia itu sempat menguat, muncul saat sang gelandang muda menjalani musim yang sulit dan nyaris terlupakan di Manchester United.
Untungnya, kenyataan berbicara lain. Di bawah arahan pelatih kepala baru, Michael Carrick, mimpi buruk Mainoo berakhir. Ia kembali dipercaya, kembali mengenakan merah, dan ikut mengantar Manchester United merangkai empat kemenangan beruntun di Premier League.
Kemenangan terbaru, skor 2-0 atas Tottenham Hotspur di Old Trafford, menjadi potret paling jelas perubahan itu. Meski kartu merah Cristian Romero membantu situasi, penampilan Mainoo di jantung lini tengah tetap menjadi pembeda utama.
Kembalinya Mainoo dan Perubahan Arah Manchester United

Perbaikan performa Manchester United dalam beberapa pekan terakhir bukan kebetulan. Ada dua perubahan besar yang langsung terlihat sejak Michael Carrick mengambil alih, yaitu peralihan formasi dari tiga bek ke empat bek, serta keputusan mengembalikan Kobbie Mainoo ke starting XI.
Kedua langkah itu saling terkait. Formasi empat bek memberi stabilitas, sementara kehadiran Mainoo membuat aliran bola di lini tengah kembali hidup. Dalam waktu singkat, United terlihat lebih tenang, lebih rapi, dan lebih terkontrol.
Sulit untuk tidak membandingkan situasi ini dengan era Ruben Amorim. Ada alasan untuk memahami tekanan yang dihadapi pelatih Portugal itu, tetapi tetap sulit menjelaskan mengapa Mainoo sempat tersingkir begitu lama.
Faktanya, Mainoo kini sudah mencatat menit bermain Premier League lebih banyak bersama Carrick musim ini dibandingkan seluruh masa di bawah Amorim.
Dominasi Mainoo di Lini Tengah

Sekilas, Mainoo bukan tipe pemain yang selalu mencuri sorotan. Namun justru di situlah nilainya. Ia mengendalikan tempo, menghubungkan lini, dan membuat keputusan yang sering luput dari perhatian.
Hal itu terlihat jelas pada gol pertama United ke gawang Tottenham. Skema sepak pojok pendek yang dipuji Carrick memang cerdas, tetapi eksekusinya bergantung pada detail kecil.
Pergerakan Mainoo dari tiang dekat menuju bendera sudut dilakukan dengan timing sempurna, sebelum ia melepas umpan tanpa melihat ke arah Bryan Mbeumo yang berujung gol pembuka.
Sentuhan seperti itu kerap ia lakukan sepanjang 90 menit. Sebagian besar tak tercatat di statistik, namun satu momen tersebut krusial karena membawa United unggul kurang dari sepuluh menit setelah Tottenham kehilangan Romero.
Carrick sendiri menegaskan pentingnya gol pembuka itu, menyebut keunggulan awal sebagai kunci untuk mengendalikan laga.
Kepercayaan Carrick dan Proses Pendewasaan Mainoo
Michael Carrick tak pernah ragu soal kualitas Mainoo. Usai laga, ia menekankan bahwa sang pemain masih sangat muda dan terus belajar memahami permainan di level tertinggi.
Menurut Carrick, Mainoo sempat mengalami fase ekstrem, yaitu dari sorotan besar ke periode minim bermain. Situasi itu kerap membuat publik lupa bahwa usia sang gelandang baru menginjak 20 tahun.
Meski sempat lama di bangku cadangan, Mainoo tak kehilangan sentuhan. Ia tetap mampu membelokkan bola sesuai kemauannya, baik lewat umpan pendek cerdas maupun flick halus di ruang sempit.
Salah satu sentuhan lembut di babak kedua bahkan membuka ruang bagi Diogo Dalot untuk mengirim umpan silang yang diselesaikan Bruno Fernandes menjadi gol kedua.
Carrick juga menyoroti proses belajar Mainoo di samping Casemiro. Banyak hal yang diserap sang pemain muda, bahkan tanpa ia sadari, sebagai bagian dari perjalanan perkembangannya.
Dari Old Trafford ke Pintu Timnas Inggris
Performa konsisten Mainoo kini memunculkan spekulasi baru, yaitu peluang masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia. Ia sudah menyumbang assist saat United menang 3-2 di kandang Arsenal, dan terus menunjukkan grafik menanjak.
Jika performa ini berlanjut hingga jeda internasional Maret mendatang, akan sulit bagi pelatih Inggris, Thomas Tuchel, untuk mengabaikannya.
Terlebih, Mainoo bukan wajah asing di level internasional. Kurang dari dua tahun lalu, ia masih remaja saat menjadi starter di final Kejuaraan Eropa bersama timnas.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Sudah Ambil Sikap Tegas soal Kepulangan Cristiano Ronaldo
Liga Inggris 9 Februari 2026, 21:50
-
Digosipkan Bakal Gabung MU, Cole Palmer: Kata Siapa Tuh?
Liga Inggris 9 Februari 2026, 12:01
-
Beruntungnya Manchester United Punya Pemain Seperti Bruno Fernandes
Liga Inggris 9 Februari 2026, 11:27
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR