
Bola.net - Kabar mengejutkan mengguncang Stamford Bridge tepat di awal tahun baru. Enzo Maresca dipastikan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Chelsea.
Keputusan drastis ini diambil hanya beberapa saat sebelum laga krusial. The Blues harus menghadapi Manchester City pada lanjutan Liga Inggris tanpa sang pelatih di pinggir lapangan.
Pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, lebih dulu mengonfirmasi perpisahan mendadak ini. Tak lama berselang, Chelsea akhirnya merilis pernyataan resmi untuk memvalidasi kabar tersebut.
"Chelsea Football Club dan Pelatih Kepala Enzo Maresca telah berpisah," bunyi pengumuman resmi klub yang dirilis hari ini.
Manajemen The Blues tetap mengapresiasi kontribusi sang pelatih selama ini. Terutama kesuksesan meraih trofi UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub.
"Prestasi tersebut akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah terkini Klub, dan kami berterima kasih atas kontribusinya kepada Klub," lanjut pernyataan tersebut.
Perubahan ini dinilai sebagai langkah terbaik demi mengejar target di empat kompetisi tersisa. Kedua pihak sepakat bahwa tim butuh momentum baru untuk kembali ke jalur yang benar.
Situasi memang memanas dengan sangat cepat dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Manajemen Chelsea kini dipaksa bergerak cepat untuk menunjuk pengganti sebelum pertandingan besar dimulai.
Pemicu Retaknya Hubungan

Prahara ini sebenarnya tidak terjadi dalam semalam, melainkan akumulasi dari ketegangan sepanjang Desember. Chelsea tercatat hanya menang satu kali dalam tujuh laga terakhir Premier League.
Namun, hasil buruk di lapangan bukanlah satu-satunya penyebab utama perpecahan. Komentar kontroversial Maresca usai kemenangan melawan Everton menjadi bensin yang membakar jembatan hubungannya dengan klub.
Kala itu, Maresca melontarkan pernyataan yang mengejutkan banyak pihak internal. Ia menyebut ada pihak-pihak yang membuat situasinya menjadi sangat sulit.
Maresca mengatakan: "Banyak orang telah membuat ini menjadi 48 jam terburuk saya sejak bergabung dengan klub."
Pernyataan tersebut dianggap menyerang hierarki klub secara terbuka di hadapan media. Padahal, tim saat itu baru saja meraih kemenangan yang seharusnya menjadi momen positif.
Pemberontakan Sunyi Sang Pelatih

Di balik komentar pedas tersebut, ternyata tersimpan masalah yang jauh lebih kompleks. Maresca dikabarkan merasa tidak senang dengan berbagai intervensi yang terjadi, termasuk dorongan untuk memainkan pemain tertentu.
Ketidakbahagiaan itu kemudian tumpah dalam bentuk protes simbolis yang sunyi. Sang pelatih belakangan ini dilaporkan semakin sering menghindari pemakaian baju olahraga resmi klub (tracksuit).
Ia lebih memilih mengenakan pakaian pribadinya sendiri dalam berbagai kesempatan. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa hatinya sudah tidak sejalan dengan identitas klub.
Selain itu, friksi juga terjadi terkait aktivitas di luar lapangan. Maresca sempat ingin menerbitkan buku namun langkah tersebut diblokir oleh pihak manajemen.
Ia bahkan sempat berbicara di acara Il Festival dello Sport di Italia tanpa izin resmi. Semua tindakan ini memperlebar jurang pemisah antara dirinya dan para pemilik Chelsea.
Akhir Tragis Sang Juara Dunia

Perpisahan pahit ini terasa sangat ironis jika melihat pencapaian Maresca sebelumnya. Pelatih asal Italia itu sejatinya memiliki rekam jejak yang cukup mentereng selama menangani The Blues.
Ia sukses membawa Chelsea kembali ke kompetisi Liga Champions musim lalu. Prestasi itu dianggap secara internal sebagai pencapaian terpentingnya.
Tidak berhenti di sana, Maresca juga mempersembahkan gelar Europa Conference League. Puncaknya, ia membawa Chelsea mengalahkan PSG untuk meraih gelar juara dunia antarklub.
Sayangnya, deretan trofi tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan posisinya. Hubungan yang sudah retak akibat masalah non-teknis ternyata lebih dominan daripada prestasi di lapangan.
Krisis Jelang Jadwal Neraka
Kini, Chelsea harus menanggung konsekuensi berat dari keputusan ini. Mereka ditinggalkan sang nahkoda tepat saat kapal sedang memasuki badai jadwal pertandingan yang sangat padat.
Asisten manajer, Willy Caballero, sebelumnya sempat berdalih bahwa Maresca sedang "tidak enak badan". Namun, fakta sebenarnya adalah sang pelatih sedang menimbang langkah untuk pergi.
Padahal, The Blues dihadapkan pada jadwal neraka di bulan Januari. Setelah melawan Manchester City, mereka masih harus bertemu Arsenal dan Napoli di kompetisi berbeda.
Klub kini berpacu dengan waktu untuk mencari solusi terbaik. Chelsea harus segera bangkit dari chaos ini jika ingin menyelamatkan sisa musim mereka.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dipecat Chelsea, Jejak Komunikasi Enzo Maresca dengan Man City Terungkap
Liga Inggris 1 Januari 2026, 22:38
-
Inilah Alasan Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Sukses Persembahkan 2 Trofi
Liga Inggris 1 Januari 2026, 20:21
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48























KOMENTAR