
Bola.net - Skor akhir 4-1 di papan skor Anfield mungkin terlihat seperti kemenangan rutin bagi klub sekelas Liverpool. Namun, angka tersebut menyembunyikan drama dan ketegangan nyata yang sempat mencekam suporter tuan rumah hingga menit-menit akhir.
Melawan tim League One, Barnsley, di putaran ketiga Piala FA, armada Arne Slot dipaksa berkeringat dingin.
Gol indah Dominik Szoboszlai dan Jeremie Frimpong di babak pertama seolah menjanjikan pesta gol yang mudah. Namun, sebuah momen sembrono dari Szoboszlai mengubah segalanya, memberi nafas bagi tim tamu, dan memaksa Liverpool bekerja keras hingga peluit panjang.
Beruntung, kualitas individu dari bangku cadangan, Florian Wirtz dan Hugo Ekitike, akhirnya menjadi pembeda, memastikan The Reds melaju ke putaran keempat FA Cup untuk menantang Brighton.
Dominasi Awal dan Dosa Szoboszlai

Liverpool memulai laga dengan intensitas yang diharapkan. Dominik Szoboszlai awalnya terlihat akan menjadi pahlawan tunggal malam itu.
Gelandang Hungaria tersebut memecah kebuntuan lewat tendangan jarak jauh brilian yang tak mampu dijangkau kiper Barnsley, Murphy Cooper. Jeremie Frimpong kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-36 lewat sepakan kaki kiri, membuat Anfield bergemuruh nyaman.
Namun, hanya empat menit berselang, kenyamanan itu runtuh akibat kecerobohan yang tak perlu.
Szoboszlai mencoba melakukan backheel di dalam kotak penaltinya sendiri ke arah kiper Giorgi Mamardashvili. Bola tidak bergulir sempurna, dan Adam Phillips—pemain Barnsley yang juga jebolan akademi Liverpool—dengan sigap menyambar bola tersebut untuk mencetak gol di depan tribun The Kop.
Mantan gelandang Liverpool, Steve McManaman, melontarkan kritik keras atas aksi tersebut.
"Saya sama sekali tidak menyukainya dari Szoboszlai. Anda tidak akan pernah melakukan itu saat melawan Arsenal atau Manchester City," ujarnya tajam.
Ketegangan dan Trauma Plymouth

Gol balasan itu menyuntikkan energi luar biasa bagi 6.000 suporter tandang Barnsley. Di babak kedua, tim tamu tampil menekan dan bahkan sempat meminta penalti ketika Reyes Cleary jatuh setelah berduel dengan Szoboszlai.
Manajer Barnsley, Conor Hourihane, tampak murka di pinggir lapangan. Namun, ketiadaan VAR di putaran ketiga Piala FA membuat protes tersebut menguap begitu saja.
Ketegangan ini membangkitkan trauma musim lalu, di mana Liverpool tersingkir secara memalukan oleh Plymouth Argyle. Arne Slot jelas tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.
Berbeda dengan musim lalu yang menurunkan skuad minim pengalaman, kali ini Slot menepati janjinya dengan menurunkan starting XI yang kuat, termasuk Federico Chiesa dan talenta muda Rio Ngumoha.
Meski terpaut 57 peringkat di piramida liga, Barnsley memberikan perlawanan yang patut diacungi jempol. Mereka bahkan nyaris unggul di menit pertama jika sundulan Davis Keillor-Dunn tidak membentur mistar gawang.
Kualitas Cadangan Mengakhiri Perlawanan

Sadar situasi makin genting, Slot memasukkan artileri berat di satu jam pertandingan berjalan: Ibrahima Konate, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike.
Keputusan ini terbukti krusial. Kombinasi pemain pengganti inilah yang akhirnya mematahkan semangat juang The Tykes.
Pada menit ke-84, Wirtz melepaskan tembakan tak terbendung ke pojok atas gawang setelah menerima umpan backheel cerdik dari Ekitike. Gol ini seketika meredakan ketegangan di Anfield.
Di masa injury time, duo ini kembali beraksi. Kali ini giliran Wirtz yang melayani Ekitike untuk mencetak gol tap-in di tiang jauh, menutup laga dengan skor 4-1.
Momen Emosional Adam Phillips

Di balik kekalahan Barnsley, ada kisah manis bagi Adam Phillips. Mencetak gol di Anfield adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi pemain yang memulai karier profesionalnya di pusat pelatihan Liverpool di Kirkby ini.
Phillips pernah ikut tur pramusim Liverpool ke Amerika Serikat pada 2014 bersama Steven Gerrard dan Philippe Coutinho, namun gagal menembus tim utama.
Malam ini, meski timnya kalah, ia pulang dengan kepala tegak. Ia berhasil memanfaatkan kesalahan Szoboszlai dan mencatatkan namanya di papan skor stadion yang dulu menjadi rumah impiannya.
Langkah Selanjutnya: Brighton Menanti

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Liverpool atas Barnsley menjadi 11 pertandingan. Lebih penting lagi, hasil ini menjaga asa The Reds untuk meraih trofi di musim yang berat, di mana gelar Premier League tampak sulit dijangkau dan mereka sudah tersingkir dari Piala Liga.
Tantangan berikutnya sudah menunggu: Brighton akan datang ke Anfield di putaran keempat.
Arne Slot boleh bernapas lega. Eksperimennya menurunkan tim kuat terbayar lunas, meski harus melewati drama yang tak terduga akibat ulah kapten Hungaria-nya sendiri.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
6 Pelajaran dari Liverpool vs Barnsley: Drama Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 13 Januari 2026, 11:18
-
Disebut Remehkan Lawan dan Disentil Arne Slot, Szoboszlai Minta Maaf
Liga Inggris 13 Januari 2026, 08:27
LATEST UPDATE
-
Kapan Alvaro Arbeloa Jalani Debut sebagai Pelatih Real Madrid?
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 12:12
-
Tujuh Bulan yang Penuh Gejolak: Mengurai Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 12:01
-
Rapor Pemain Juventus saat Hajar Cremonese: Thuram dan McKennie Menggila
Liga Italia 13 Januari 2026, 11:35
-
6 Pelajaran dari Liverpool vs Barnsley: Drama Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 13 Januari 2026, 11:18
-
Beres Tes Medis, Joao Cancelo Segera Dikenalkan Barcelona
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 11:02
-
Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2025/2026
Liga Inggris 13 Januari 2026, 10:57
LATEST EDITORIAL
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55



















KOMENTAR