
Bola.net - Chelsea berada dalam misi sulit untuk bisa mendapatkan penyerang baru pada awal musim 2021/2022 ini. Nama Patrik Schick bisa jadi alternatif jika Chelsea sulit mendatangkan Erling Haaland atau Romelu Lukaku.
Lukaku secara terbuka telah menyatakan tidak ingin keluar dari Inter Milan. Lukaku bahagia bersama Inter. Lukaku punya musim yang bagus. Musim lalu, dia meraih gelar scudetto.
Hampir mirip dengan Lukaku, Haaland juga ingin bertahan di Dortmund. Haaland ingin bertahan setidaknya untuk satu musim ke depan. Dortmund pun berulang kali membuat pernyataan tidak akan melepas Haaland.
Patrik Schick tampil bagus di Euro 2020. Pemain asal Republik Ceko mencetak lima gol, sama dengan jumlah gol Cristiano Ronaldo yang menjadi top skor. Torehan apik itu membuat bomber Bayer Leverkusen layak dilirik Chelsea.
Berikut adalah lima alasan mengapa The Blues harus membeli Schick jika gagal membawa Lukaku dan Haaland ke Stamford Bridge:
Sesuai Kriteria Thomas Tuchel

Schick akan sangat sesuai dengan skema yang diracik Tuchel. Salah satu harapan besar Tuchel adalah mendapat penyerang bertipe target man. Schick akan sangat cocok dengan keinginan manajer asal Jerman itu.
Schick bahkan bisa memberi lebih banyak bagi Chelsea. Schick bisa bermain dalam skema penyerang tunggal [4-2-3-1], dua penyerang [3-5-2], atau tiga penyerang [3-4-3]. Schick adalah penyerang yang sangat fleksibel.
Lebih Murah

Jika dibanding Lukaku atau Haaland, maka Chelsea akan mendapat penyerang yang lebih murah pada diri Schick. Pemain kelahiran 24 Januari 1996 itu bisa dibeli dengan harga maksimal 75 juta euro, merujuk pada klausul pelepasannya.
Harga jual Schick, meskipun terlihat cukup mahal, masih jauh lebih murah dibanding Lukaku dan Haaland. Pasalnya, Chelsea harus menggelontorkan dana lebih dari 100 juta euro untuk bisa membeli mereka dari Inter dan Dortmund.
Jika Chelsea mampu menekan harga transfer Schick, maka mereka bisa membeli pemain lain. Misalnya, Jules Kounde.
Kemampuan Lengkap

Schick mungkin tidak setenar Lukaku atau Erling Haaland. Namun, ada beberapa kemiripan antara eks Sampdoria itu dengan dua target utama Chelsea. Schick punya kemampuan yang lengkap sebagai seorang penyerang.
Schick, dengan tinggi 187 cm, sangat kuat dalam duel bola udara. Schick juga kuat dalam duel satu lawan satu. Dia juga bisa menjaga bola dengan baik. Kemampuan yang tidak dimiliki penyerang Chelsea lainnya.
Schick, secara sederhana, bisa disebut sebagai Olivier Giroud versi lebih cepat dan muda.
Produktif dan Percaya Diri

Schick adalah tipikal penyerang yang produktif dan oportunis. Schick memang belum menunjukkan konsistensi yang luar bisa di top level, tapi aksinya di Euro 2020 bisa jadi gambaran kualitasnya.
Gol dari jarak jauh ke gawang Skotlandia jadi bukti kejelian Schick mengendus peluang gol. Schick memiliki apa yang tidak dimiliki Werner atau Michy Batsuayi, kepercayaan diri ketika berada di depan gawang.
Musim lalu, Schick mencetak sembilan gol dari 20 laga di Bundesliga. Dengan dukungan gelandang top Chelsea, Schick mungkin bisa mencetak gol lebih banyak.
Koneksi dengan Timo Werner

Kehadiran Patrik Schick bisa membuat nuansa Jerman, tepatnya Bundesliga, makin kental di skuad Chelsea. Sebab, telah bermain di Bundesliga dalam dua musim terakhir. Dia membela Bayer Leverkusen dan RB Leipzig.
Schick pernah bermain dengan Timo Werner di RB Leipzig. Mereka punya kombinasi yang bagus. Kombinasi Schick dan Werner mampu menghasilkan 38 gol di Bundesliga. Mereka punya karakter yang saling melengkapi.
Schick punya fisik yang prima dan bisa jadi pemantul bola. Schick bisa menahan bola dan memberi waktu bagi Werner untuk mencari celah. Sebaliknya, Schick juga bisa menjadi target umpan Werner.
Sumber: Sportskeeda
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Yakin Raphael Varane Lebih Baik dari Bek Manchester United yang Lain?
- Update Transfer Resmi Premier League: Arsenal Beli Ben White, Palace Dapat Gelandang Chelsea
- Mengerikan! Begini Rupa Starting XI Liverpool Kalau Paul Pogba Beneran Datang
- Transfer Chelsea: Kisah Unik Ketika Kurt Zouma Mendadak Menjadi Primadona
- 10 Pelatih Lokal yang Pernah Juara Sejak Era Liga Indonesia - Bagian 2
- 7 Tim Paling Hedon di Bursa Transfer Musim Panas 2021, MU Gak Ada Obat!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Pramusim: Ben White Debut, Arsenal Menyerah 1-2 dari Chelsea
Liga Inggris 1 Agustus 2021, 23:12
-
Jules Kounde, Calon Pemain Baru Chelsea dengan Julukan 'Cafu'
Liga Inggris 1 Agustus 2021, 08:18
-
Lupakan Haaland dan Lukaku, 5 Alasan Chelsea Harus Beli Patrik Schick
Liga Inggris 1 Agustus 2021, 05:47
-
Transfer Jules Kounde ke Chelsea: Pemain Sepakat Pindah, Tapi Banyak Kendala
Liga Inggris 1 Agustus 2021, 05:17
LATEST UPDATE
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


















KOMENTAR