
Bola.net - Manchester United menderita ketika harus berjumpa Manchester City pada duel pekan ke-28 Premier League 2021/2022. Bukan hanya kalah dari sisi skor, United juga berada di bawah dominasi Man City.
Pada duel di Stadion Etihad, Minggu (6/3/2022) malam WIB, United harus mengakui kemenangan Man City dengan skor 4-1. Kevin De Bruyne dan Riyad Mahrez mencetak dua gol. Gol hiburan United dicetak Jadon Sancho.
Hasil ini membuat United tidak pernah menang pada tiga laga terakhir di semua ajang. Sementara, Man City tetap duduk manis di puncak klasemen Premier League. Man City unggul enam poin dari Liverpool.
Performa United saat dipermak Man City menjadi sorotan. Terutama pada babak kedua. Lantas, apa yang terjadi dengan tim racikan Ralf Rangnick? Simak selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Hanya 8 Persen!

Babak kedua laga Derbi Manchester jadi milik Man City. Pada sebuah momen, dalam durasi 15 menit, Man City mampu mendapatkan penguasaan bola hingga 92 persen. Sementara, United hanya punya 8 persen saja.
Tentu situasi ini mendapat respon yang keras dari eks kapten United, Gary Neville. "Selama 25 menit terakhir, Man United tidak bersemangat. Mereka berjalan di kelilig lapangan," ucapnya.
This actually happened ... 🤯 pic.twitter.com/VoCFXXm6IM
— ESPN FC (@ESPNFC) March 6, 2022
"Setelah gol ketiga tercipta, City memiliki 92% penguasaan bola. Itu belum pernah terjadi sebelumnya, itu tidak pernah terdengar dan tidak bisa dimaafkan, tidak cukup bagus," tegasnya.
Apa yang Dilakukan MU?

United sejatinya memberi perlawanan sengit pada City pada babak pertama. Terlepas dari kedudukan 2-1, United cukup berbahaya dengan serangan baliknya. Tapi, pada babak kedua, Setan Merah tidak berdaya.
Squawka mencatat United tidak mampu melepas satu pun shots sepanjang babak kedua. United hanya empat kali menyentuh bola di kotak penalti Man City. Penguasaan bola hanya 21 persen dan akurasi umpan hanya 75 persen.
United tidak mampu menciptakan peluang. Di sisi lain, ada dua gol yang bersarang di gawang David de Gea.
Masalahnya Apa?

Manajer United, Rafl Rangnick, mengaku jika performa United di babak kedua sangat berbeda dengan babak pertama. Rangnick bahkan meyakini mereka bisa mencetak satu atau dua gol lainnya pada babak pertama.
"Kami menyebabkan masalah bagi mereka dalam transisi dan juga penguasaan bola, tetapi jelas ketika Anda kebobolan dua gol di babak pertama, Anda harus mencoba dan menyamakan kedudukan dan kami tidak melakukannya," ucap Rangnick.
"Lima menit setelah memasukkan Jesse [Lingard] dan Marcus [Rashford], kami kebobolan dari set-piece yang fantastis. Sejak saat itu, hampir tidak mungkin untuk kembali ke pertandingan melawan tim terbaik di dunia," ucap Rangnick.
Klasemen Premier League
Sumber: BBC Sport, Squawka, ESPN
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- MU Dipermalukan Man City, Ralf Rangnick: Susah, Lawannya Tim Terbaik Dunia!
- Pemenang dan Pecundang Derbi Manchester: Bek Termahal Dunia dkk Diobok-Obok Pemain 21 Tahun
- Manchester United Gagal Jegal Man City, Fans Liverpool Ikutan Ribut
- 6 Pelajaran Laga Watford vs Arsenal: 'Assist' Arteta dan PR di Pertahanan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Scott McTominay Umbar Penyebab MU Dibantai Manchester City
Liga Inggris 7 Maret 2022, 16:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR