Man City Dikritik Selebrasi Berlebihan Usai Kalahkan Arsenal, Pep Guardiola: Itu Komentar Bodoh!

Man City Dikritik Selebrasi Berlebihan Usai Kalahkan Arsenal, Pep Guardiola: Itu Komentar Bodoh!
Erling Haaland dan pemain Manchester City merayakan gol ke gawang Arsenal pada lanjutan Premier League 19 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, akhirnya buka suara terkait kritik pedas terhadap perayaan timnya usai kemenangan atas Arsenal akhir pekan lalu. Selebrasi itu memicu banyak perdebatan panas di media.

Para pemain Man City merayakan hasil tersebut dengan sangat emosional di Etihad Stadium. Banyak pihak menilai selebrasi Erling Haaland dan kolega dianggap terlalu berlebihan.

Mantan pemain Manchester United, Wayne Rooney bahkan menyebut tindakan skuad The Citizens bisa menjadi bumerang. Namun, Guardiola justru merasa perayaan tersebut sangat wajar mengingat kualitas lawan.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan pentingnya menghargai momen kemenangan bagi pemain. Ia tidak ingin skuadnya menahan kegembiraan hanya karena opini negatif pihak luar.

1 dari 3 halaman

Balasan Menohok untuk Kritik Wayne Rooney

Kritik mengenai selebrasi prematur muncul setelah Man City melakukan putaran penghormatan di lapangan. Rooney mengklaim reaksi tersebut bisa memberikan motivasi ekstra bagi Arsenal untuk bangkit.

Guardiola secara mengejutkan mengangkat masalah ini sendiri sebelum sempat ditanya oleh jurnalis. Ia dengan tegas membela anak asuhnya dan menyebut kritik yang beredar sangatlah bodoh.

"Orang-orang bisa mengatakan hal bodoh apa pun yang ingin mereka katakan. Mereka merayakannya karena mereka tahu nilai dari lawan yang dihadapi," kata Pep Guardiola.

"Mereka tahu jika kami tidak menang, maka perburuan gelar akan berakhir. Mereka menang dan kami masih di sana, bagaimana mungkin tidak merayakannya?" tambah Pep Guardiola.

2 dari 3 halaman

Arsenal Adalah Tim yang Sangat Merepotkan

Guardiola memberikan apresiasi yang luar biasa tinggi terhadap kualitas permainan anak asuh Mikel Arteta. Ia menyebut Arsenal sebagai tim papan atas yang memiliki mentalitas juara.

Pertandingan melawan The Gunners diakui sangat menguras tenaga dan pikiran seluruh elemen tim. Kemenangan tersebut dianggap sebagai pencapaian besar karena mengalahkan kandidat kuat juara Liga Champions.

"Ketika saya di pinggir lapangan dan melihat bagaimana Arsenal bermain, saya memberikan apresiasi luar biasa. Mereka adalah tim papan atas dan pesaing juara Liga Champions," ucap Pep Guardiola.

"Mereka bermain bola pendek dengan baik, tapi juga unggul dalam bola panjang. Situasi bola mati mereka adalah sebuah mimpi buruk bagi pertahanan kami," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Menikmati Setiap Momen Kemenangan

Bagi Guardiola, merayakan keberhasilan bersama para suporter adalah bagian terpenting dalam sepak bola. Ia tidak ingin anak asuhnya baru bersuka cita saat kompetisi telah berakhir.

Pelatih berusia 55 tahun itu memandang laga melawan Arsenal selayaknya sebuah partai final. Ia meminta para pemainnya untuk selalu menunjukkan rasa syukur kepada para pendukung setia.

"Tunggu sampai akhir musim untuk merayakannya? Ayo kawan. Saya katakan kepada pemain untuk menikmati momen bersama penggemar di setiap pertandingan," tutur Pep Guardiola.

"Mungkin bagi mereka bukan final, tapi bagi kami itu adalah final. Tentu saja Anda harus merayakannya bersama para penggemar kami," tegasnya.

Manchester City kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya melawan Burnley di tengah pekan nanti. Kemenangan di laga tunda tersebut akan membawa mereka semakin dekat dengan puncak klasemen Premier League.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL