Man City Ditahan West Ham, Pep Guardiola Akui Salah Pilih Pemain

Man City Ditahan West Ham, Pep Guardiola Akui Salah Pilih Pemain
Pemain West Ham, Aaron Wan-Bissaka, melakukan tekel terhadap pemain Manchester City, Erling Haaland dalam laga Premier League, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Pep Guardiola jarang mengakui secara terbuka kesalahan taktisnya. Namun, setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan West Ham, manajer asal Spanyol itu membuat pengakuan yang cukup mengejutkan.

Guardiola mengakui keputusan susunan pemainnya tidak tepat, khususnya karena tidak menurunkan Rayan Cherki sejak awal pertandingan. Pengakuan itu muncul saat ia menganalisis performa City yang dinilai kurang tajam dan kehilangan kreativitas di lini depan.

Situasi ini terjadi hanya beberapa hari setelah kekalahan telak 0-3 dari Real Madrid di Liga Champions, membuat keputusan Guardiola terkait susunan pemain semakin menjadi sorotan.

1 dari 5 halaman

Guardiola Akui Kesalahan Tak Memainkan Cherki

Selebrasi gelandang Manchester City, Rayan Cherki usai mencetak gol ke gawang Newcastle di leg 1 semifinal Carabao Cup, 14 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selebrasi gelandang Manchester City, Rayan Cherki usai mencetak gol ke gawang Newcastle di leg 1 semifinal Carabao Cup, 14 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pep Guardiola secara langsung mengakui bahwa ia membuat keputusan yang keliru dalam pemilihan pemain saat menghadapi West Ham.

Ketika ditanya apakah Rayan Cherki seharusnya dimainkan sebagai playmaker ketimbang Antoine Semenyo, Guardiola tidak mencoba menghindar dari kritik tersebut.

Ia bahkan secara terbuka menerima tanggung jawab atas keputusan tersebut. “Ya, Anda benar, tentu saja. Untuk peran itu, tentu saja. Tidak ada yang lebih baik dari dia,” kata Guardiola ketika membahas Cherki.

Saat ditanya mengapa pemain Prancis itu tidak dimainkan sejak awal, Guardiola memberikan jawaban yang sangat jujur.

“Pemilihan yang buruk. Sekarang Anda boleh mengkritik saya sekeras mungkin untuk keputusan itu. Sekarang saya pantas mendapatkannya.”

2 dari 5 halaman

Masalah Kreativitas Yang Menghantui Manchester City

Jean-Clair Todibo dan Erling Haaland berebut bola dalam laga Liga Inggris antara West Ham United vs Manchester City di London Stadium, 15 Maret 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Jean-Clair Todibo dan Erling Haaland berebut bola dalam laga Liga Inggris antara West Ham United vs Manchester City di London Stadium, 15 Maret 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Dalam pertandingan melawan West Ham, Manchester City dinilai tampil kurang tajam di sepertiga akhir lapangan. Guardiola sendiri mengakui timnya tidak memiliki percikan kreativitas yang cukup untuk membongkar pertahanan lawan.

Ia menyoroti beberapa aspek permainan yang tidak berjalan baik, terutama umpan terakhir yang sering gagal. Menurutnya, tim juga terlihat kehilangan gagasan dalam menciptakan peluang berbahaya.

City bahkan terlihat cukup kaku pada babak pertama, terutama dalam 15 menit awal pertandingan. Dalam periode itu, Antoine Semenyo beberapa kali mendapatkan bola di area berbahaya di antara lini tengah dan pertahanan West Ham.

Sayangnya, sentuhan yang kurang bersih membuat peluang yang muncul tidak bisa dimaksimalkan menjadi kesempatan yang lebih konkret.

3 dari 5 halaman

Performa Cherki Yang Sebenarnya Menjanjikan

Keputusan tidak memainkan Rayan Cherki sejak awal terasa semakin dipertanyakan jika melihat kontribusinya musim ini. Pemain asal Prancis tersebut beberapa kali menjadi sumber kreativitas utama Manchester City.

Cherki telah mencetak sembilan gol di semua kompetisi musim ini. Selain itu, ia juga mengoleksi delapan assist di Premier League.

Jumlah tersebut hanya kalah dari Bruno Fernandes yang mencatatkan 14 assist di kompetisi yang sama.

Dalam kondisi Phil Foden dan Tijjani Reijnders yang performanya sedang menurun, Cherki sebenarnya terlihat sebagai kandidat kuat untuk memainkan peran kreatif di belakang dua striker City.

Sayangnya, secara mengejutkan ia hanya menjadi starter dalam empat dari sepuluh pertandingan liga terakhir sejak awal Januari.

4 dari 5 halaman

Alasan Guardiola: Menjaga Keseimbangan Tim

Meski mengakui kesalahan dalam pemilihan pemain, Guardiola tetap menjelaskan alasan taktis di balik keputusannya. Menurutnya, memasukkan terlalu banyak pemain menyerang bisa mengganggu keseimbangan tim.

Ia mengingat pengalaman di awal musim ketika kombinasi beberapa pemain ofensif justru membuat tim kehilangan stabilitas. “Kadang ini soal keseimbangan,” kata Guardiola.

“Kami belajar di awal musim bahwa ketika kami memainkan Erling Haaland bersama Jeremy Doku atau Cherki pada saat itu, kami tidak memiliki stabilitas yang harus dimiliki tim di Premier League.”

5 dari 5 halaman

Skuad Man City Masih Berproses

Guardiola juga menegaskan bahwa ia sangat menyukai kontribusi Cherki, terutama ketika pemain tersebut masuk dari bangku cadangan.

“Tim ini masih berkembang, belum selesai. Saya tidak akan mengatakan bahwa saya tidak suka memainkan Rayan, terutama ketika dia masuk dari bangku cadangan. Dampaknya selalu luar biasa," sambung Pep.

Meski begitu, ia juga menilai karakter permainan Cherki kadang tidak sepenuhnya cocok dengan kebutuhan struktur tim.

“Kadang dia tidak memiliki kecepatan. Tim lebih stabil ketika Semenyo dan Nico O’Reilly bermain di sayap lalu masuk ke dalam kotak penalti. Saya masih mencari cara terbaik untuk mendapatkan stabilitas dan konsistensi.”


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL