Bola.net - - Pep Guardiola dikenal sebagai salah satu pelatih yang sering mengutak-atik susunan skuatnya di Manchester City. Pemain sehebat Sergio Aguero, dan Raheem Sterling sering menjadi korban ketegasan Guardiola ini.
Skuat Man City memang cukup mumpuni untuk sering melakukan rotasi. Perbedaan kualitas pemain inti dengan pemain cadangan tidak terlalu jauh, yang artinya Guardiola bisa lebih bebas mengutak-atik skuat.
Musim 2018/19 ini saja, kekuatan Man City tidak terlalu tereduksi ketika Kevin De Bruyne lebih banyak menepi lantaran cedera panjang. Man City masih punya Bernardo Silva, salah satu pemain terfavorit Guardiola
Bagaimana penjelasan Guardiola soal rotasi skuat ini? Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Wajib
Menurut Pep, rotasi skuat adalah kewajiban bagi tim sebesar Man City yang bersaing di banyak kompetisi. Dia tidak bisa memainkan line-up yang itu-itu saja, sebab pemain akan rentan cedera dan justru membahayakan tim.
"Kami tidak bisa cuma bermain dengan Bernardo [Silva] dan Raheem [Sterling]. Mereka harus berlatih lebih keras, bersaing lebih keras sebab mereka akan bermain lebih banyak laga," kata Pep di Mancity.com.
"Kami mencetak gol melawan Schalke karena Leroy [Sane]. Kami tidak bisa mempertahankan pemain yang sama setiap tiga hari. Semua pemain harus berkontribusi."
"Kami tidak bisa berjalan hanya dengan Sergio [Aguero] - dalam 15 menit terakhir dia kelelahan," lanjut Pep.
Perlu Setiap Bantuan

Lebih lanjut, jika Man City ingin menjadi juara, Guardiola percaya rotasi memang salah satu penentu. Kini Man City sudah memasuki bulan yang padat, artinya Guardiola memerlukan setiap pemain untuk siap bertanding.
"Ketika anda bermain tiga hari sekali, di Maret dan April, itu sangat menuntut. Semua pemain perlu sedikit waktu istirahat, dan kami membutuhkan semua pemain untuk membantu berjuang di semua kompetisi yang masih bisa kami raih."
"Sekarang kami memiliki jarak [cukup lebar] antara dua tim puncak dengan peringkat ketiga [Premier League]," tandas dia.
Guardiola bicara soal selisih poin antara Liverpool, Man City, dengan Tottenham Hotspur di peringkat ketiga. The Reds dan Man City mulai tidak terkejar.
Berita Video
Berita video para pemain yang berpeluang menggantikan Philippe Coutinho di Barcelona.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Galak! De Bruyne Usir Rekan Setimnya dari Skuat Man City
Liga Inggris 28 Februari 2019, 20:19
-
Cole Dukung Keputusan Sarri Tepikan Kepa dan Mainkan Caballero
Liga Inggris 28 Februari 2019, 18:58
-
Pedro: Kami Semua Menghormati Sarri
Liga Inggris 28 Februari 2019, 18:37
-
Kapal Chelsea Tidak Oleng Meski Ada Insiden Kepa vs Sarri
Liga Inggris 28 Februari 2019, 18:17
-
Duel Liverpool - City, Menurut Zabaleta, Akan Berlangsung Sampai Pekan Terakhir
Liga Inggris 28 Februari 2019, 17:45
LATEST UPDATE
-
Bahagianya Marc Marquez Akhirnya Latihan Pakai Ducati Panigale V2 Usai Cedera Bahu
Otomotif 9 Januari 2026, 11:23
-
Kok Bisa Benjamin Sesko Yakin Man Utd Bakal Keluar dari Zaman Kegelapan?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 10:47
-
Pelatih Baru Persebaya Bernardo Tavares Waspadai Malut United
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 10:46
-
Mikel Arteta Kembali Gagal Kalahkan Arne Slot
Liga Inggris 9 Januari 2026, 10:25
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 9 Januari 2026, 10:07
-
6 Pelajaran dari Arsenal vs Liverpool: Peluang Emas Terbuang di Emirates
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:48
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25





















KOMENTAR