Manchester City vs Arsenal: Benarkah Momentum The Gunners Sudah Tamat?

Manchester City vs Arsenal: Benarkah Momentum The Gunners Sudah Tamat?
Ekspresi Declan Rice usai gawang Arsenal dijebol Bournemouth untuk kedua kalinya, Sabtu (11/04/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Paul Scholes yakin Arsenal bakal gagal juara Premier League musim ini. Legenda Manchester United tersebut melihat momentum kini sepenuhnya berada di tangan Manchester City.

Keunggulan sembilan poin The Gunners baru saja terpangkas secara drastis pekan lalu. Hal ini terjadi setelah Arsenal tumbang secara mengejutkan saat menjamu Bournemouth di kandang.

Di sisi lain, skuad Man City asuhan Pep Guardiola tampil sangat perkasa di Stamford Bridge. Mereka melibas Chelsea lewat performa klinis pada babak kedua pertandingan yang sangat dominan.

Tekanan kini berpindah ke pundak Mikel Arteta menjelang duel krusial di Etihad. Scholes meragukan kemampuan mental Meriam London dalam menghadapi laga-laga besar penentu gelar juara.

1 dari 3 halaman

Momentum Manchester City

Pemain Arsenal, Declan Rice, tampak kecewa setelah kebobolan gol dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Shopland

Pemain Arsenal, Declan Rice, tampak kecewa setelah kebobolan gol dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Shopland

Kemenangan telak City atas Chelsea memberikan sinyal bahaya yang sangat nyata. Pasukan Guardiola menunjukkan ketajaman yang luar biasa tepat di momen paling krusial musim ini.

Gol-gol dari Nico O’Reilly, Marc Guehi, dan Jeremy Doku membuktikan kedalaman skuad City. Mereka kini hanya butuh hasil maksimal di laga sisa untuk mengudeta posisi puncak.

"Saya rasa Arsenal sudah habis. Saya hanya berpikir semua momentum sekarang ada pada City. Pada satu titik, Anda harus mengalahkan rival Anda. Saya belum melihat mereka melakukannya, mereka tidak memenangkan pertandingan besar," ungkap Paul Scholes.

Eks rekan setimnya, Nicky Butt, juga sepakat bahwa bayang-bayang kegagalan masa lalu mulai menghantui. Ia melihat rasa takut gagal kembali muncul di wajah para pemain Arsenal.

2 dari 3 halaman

Masalah Mentalitas di Skuad Meriam London

Skuad Arsenal berkumpul sebelum duel lawan Bournemouth di Liga Inggris, Sabtu (11/04/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Skuad Arsenal berkumpul sebelum duel lawan Bournemouth di Liga Inggris, Sabtu (11/04/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Arsenal belum pernah meraih kemenangan di Etihad Stadium sejak tahun 2015 silam. Beban psikologis ini menghantui skuad asuhan Mikel Arteta saat harus bersaing di papan atas.

Mentalitas tim seringkali dipertanyakan saat mereka harus menghadapi tekanan dari sang juara bertahan. Jika gagal melewati rintangan ini, mimpi juara dipastikan akan kembali menguap begitu saja.

"Sampai Anda memenangkannya, atau melewati rintangan itu, itu adalah mimpi buruk mutlak," ungkap Nicky Butt.

"Anda hanya berpikir bahwa Anda akan mengecewakan mereka lagi, dan Anda bisa melihatnya sekarang pada Arsenal dan City, terutama dengan Pep yang memegang kendali," tambahnya

Butt menekankan bahwa kehadiran Pep Guardiola yang sudah sering juara membuat City sulit dihentikan. Hal tersebut menjadi tantangan mental terbesar bagi skuad muda Arsenal yang belum berpengalaman juara.

3 dari 3 halaman

Tuntutan Kepemimpinan untuk Declan Rice

Sementara itu, Roy Keane menyoroti kurangnya kepemimpinan dari para pemain senior di ruang ganti Arsenal. Ia secara khusus meminta Declan Rice untuk lebih vokal dalam mengendalikan situasi tim.

Kesalahan fatal saat melawan Bournemouth dianggap sebagai bukti kegugupan yang tidak perlu terjadi. Pemain bintang harus mampu mengendus bahaya sebelum situasi menjadi semakin sulit dikendalikan.

"Rice harus menunjukkan lebih banyak keterampilan kepemimpinan. Itu adalah performa yang gugup di laga sebelumnya. Tidak apa-apa merasa gugup, yang penting adalah bagaimana Anda menghadapinya," ujar Roy Keane.

"Fans tidak akan membantu Anda mengatasi situasi itu, manajer hanya bisa berbuat maksimal untuk tim, dia sudah punya skuad hebat. Arsenal harus segera bangkit, atau gelar itu akan hilang begitu saja," pungkasnya.

Arsenal akan terlebih dahulu meladeni tantangan Sporting Lisbon di ajang Liga Champions. Setelah itu, seluruh fokus akan tertuju pada pertarungan hidup mati di Etihad Stadium.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL