Manchester City vs Crystal Palace: Menang atau Serahkan Trofi ke Tangan Arsenal!

Manchester City vs Crystal Palace: Menang atau Serahkan Trofi ke Tangan Arsenal!
Pemain Manchester City, Jeremy Doku, merayakan gol yang dicetaknya dalam laga semifinal FA Cup melawan Southampton, Sabtu (25/4/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Persaingan memperebutkan mahkota Premier League musim ini telah memasuki fase yang sangat krusial dan mendebarkan. Manchester City kini berada dalam posisi yang terjepit setelah Arsenal berhasil memetik kemenangan kontroversial atas West Ham di laga Liga Inggris akhir pekan lalu.

Kemenangan 1-0 tersebut membuat The Gunners kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan keunggulan lima poin dari skuad asuhan Josep Guardiola. Situasi ini menuntut Manchester City untuk menyapu bersih poin di sisa laga jika tidak ingin melihat trofi terbang ke London Utara.

Pertandingan tunda pekan ke-31 melawan Crystal Palace pada Kamis (14/5/2026) dini hari nanti akan menjadi titik balik bagi perburuan gelar juara. Laga ini bukan sekadar mengejar tiga poin, melainkan upaya menjaga napas di tengah dominasi Arsenal yang kian tak terbendung.

Bagi City, hasil selain kemenangan di Stadion Etihad akan menjadi sinyal kiamat bagi ambisi mereka mempertahankan gelar. Tekanan kini sepenuhnya berada di pundak Erling Haaland dan kawan-kawan untuk terus menempel ketat sang rival utama.

1 dari 3 halaman

Skenario Wajib Menang Lawan Palace

Pemain Manchester City Omar Marmoush (tengah) merayakan gol bersama Erling Haaland (kiri) pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brentford, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Manchester City Omar Marmoush (tengah) merayakan gol bersama Erling Haaland (kiri) pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brentford, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Jika Manchester City berhasil mengamankan poin penuh saat menjamu Crystal Palace, selisih poin dengan Arsenal akan terkikis menjadi dua angka saja. Kondisi ini akan membuat kedua tim sama-sama menyisakan dua pertandingan pamungkas hingga akhir musim nanti.

Kemenangan ini sangat krusial untuk menjaga moral tim sekaligus memberikan tekanan psikologis bagi skuad Mikel Arteta. City harus terus menang hingga pekan terakhir pada 24 Mei mendatang untuk memastikan persaingan tetap hidup sampai detik penghabisan.

Namun, jika The Sky Blues hanya mampu bermain imbang atau bahkan kalah dari Palace, jalan Arsenal menuju tangga juara akan semakin lapang. Kehilangan poin di laga ini berarti City hampir dipastikan keluar dari jalur perebutan gelar meskipun secara matematis peluang tersebut belum tertutup sepenuhnya.

Kegagalan meraih poin penuh akan membuat jarak tetap lebar, yakni empat atau lima poin. Dengan hanya dua laga sisa setelahnya, Manchester City akan sangat bergantung pada keajaiban atau terpelesetnya Arsenal di pertandingan lain.

2 dari 3 halaman

Arsenal Bisa Juara Lebih Cepat

Kapten Manchester City, Bernardo Silva (kanan) tampak kecewa setelah timnya bermain imbang 3-3 melawan Everton di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kapten Manchester City, Bernardo Silva (kanan) tampak kecewa setelah timnya bermain imbang 3-3 melawan Everton di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Skenario terburuk bagi Manchester City adalah jika mereka kehilangan poin dari Crystal Palace dan di saat bersamaan Arsenal menang di laga berikutnya. Arsenal berpeluang dinobatkan sebagai jawara Premier League secepatnya pada Senin, 18 Mei mendatang.

Jika Meriam London berhasil menumbangkan Burnley di pekan ke-37, mereka akan unggul tujuh poin di puncak klasemen. Dengan jumlah poin maksimal City yang hanya tersisa enam, maka Arsenal tidak akan mungkin lagi terkejar oleh rivalnya tersebut.

Keberhasilan ini akan sangat emosional bagi publik Emirates Stadium karena mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun. Penantian panjang sejak era The Invincibles akhirnya berpotensi berakhir manis pada pertengahan Mei ini.

Superkomputer Opta bahkan sudah menjagokan Arsenal dengan peluang juara mencapai 87,2 persen. Angka ini mencerminkan betapa besarnya dominasi dan keuntungan posisi yang saat ini dimiliki oleh tim asuhan Mikel Arteta tersebut.

3 dari 3 halaman

Potensi Drama Poin Sama dan Aturan Head-to-Head

Suporter Arsenal di laga melawan Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions, 6 Mei 2026 di Emirates Stadium. (c) AP Photo/Alastair Grant

Suporter Arsenal di laga melawan Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions, 6 Mei 2026 di Emirates Stadium. (c) AP Photo/Alastair Grant

Menariknya, kompetisi masih menyisakan celah untuk terjadinya drama besar di mana kedua tim finis dengan perolehan poin yang identik. Hal ini bisa terjadi jika City memenangi tiga laga sisa sementara Arsenal meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang.

Berdasarkan aturan Premier League, jika poin kedua tim sama, penentuan posisi pertama akan dimulai dari selisih gol, kemudian jumlah gol yang dicetak. Saat ini selisih gol kedua tim sangat tipis, di mana Arsenal mengantongi +42 dan City menyusul dengan +40.

Jika selisih gol dan produktivitas gol masih sama kuat, Manchester City memiliki keuntungan besar karena unggul dalam rekor pertemuan langsung. Musim ini, City berhasil mengamankan empat poin dari Arsenal hasil dari satu kemenangan dan satu hasil imbang.

Skenario ini mengingatkan publik pada musim ikonik 2011-12 saat Sergio Aguero mencetak gol di detik terakhir untuk mengalahkan Manchester United lewat selisih gol. Namun, melihat jadwal Arsenal yang relatif lebih ringan menghadapi Burnley dan Palace yang fokus ke final Eropa, City butuh lebih dari sekadar kerja keras.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL