
Bola.net - Marcus Rashford menyampaikan kritik pedas terhadap manajemen Manchester United yang dinilai kehilangan arah sejak berakhirnya era Sir Alex Ferguson pada 2013. Striker yang kini dipinjamkan ke Barcelona itu menilai kebijakan klub terlalu reaktif dan tidak memiliki visi jangka panjang yang kokoh.
Pemain berusia 27 tahun tersebut menyoroti kebiasaan pergantian manajer yang terlalu sering hingga membuat tim terombang-ambing di "no man's land". United telah mengangkat tujuh pelatih permanen selama 11 tahun terakhir, termasuk penunjukan Ruben Amorim yang menggantikan Erik ten Hag pada November lalu.
Pandangan kritis Rashford terbentuk dari pengalaman panjangnya di Old Trafford sejak bergabung dengan akademi pada usia tujuh tahun. Meskipun dia tidak pernah bermain di tim utama saat Ferguson masih memimpin, ia menyaksikan langsung perubahan filosofi klub dari dekat.
Hilangnya Kesinambungan Era Ferguson
Dalam wawancara di podcast Rest is Football, Rashford mengungkapkan bagaimana prinsip bermain di era Ferguson tidak hanya diterapkan pada tim senior. Filosofi tersebut juga menjadi fondasi seluruh sistem akademi yang menciptakan kesinambungan bertahun-tahun.
Menurut Rashford, kepergian Ferguson mengakibatkan hilangnya fondasi kokoh tersebut karena setiap manajer baru membawa konsep dan strategi yang berbeda-beda. Kondisi ini membuat klub tidak pernah benar-benar memulai proses transisi yang sering diklaim pihak manajemen.
"Untuk bisa disebut transisi, Anda harus memulainya. Rasanya transisi itu bahkan belum dimulai," ungkap Rashford dengan nada kecewa. Pernyataan ini menggambarkan frustrasinya terhadap ketidakjelasan arah klub selama lebih dari satu dekade.
Dampak Pergantian Manajer Beruntun

Ole Gunnar Solskjaer tercatat sebagai manajer dengan masa jabatan terpanjang sejak Ferguson, yakni selama tiga tahun. Namun, bahkan di bawah kepemimpinannya, United gagal merebut gelar Premier League yang terakhir kali diraih pada musim 2012/2013.
Rashford menilai pergantian pelatih yang berkelanjutan membuat orientasi klub selalu berubah-ubah tanpa memiliki benang merah yang jelas. Meskipun sesekali berhasil menjuarai kompetisi piala, dia menganggap itu lebih berkat kualitas individual pelatih dan pemain ketimbang strategi jangka panjang yang matang.
"Jika arah selalu berubah, Anda tidak bisa berharap memenangkan liga. Anda berakhir di no man's land," tegas Rashford menggambarkan kondisi klub saat ini. Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinannya terhadap inkonsistensi yang terus berulang.
Dilema Ganda Sebagai Pemain dan Penggemar
Rashford menekankan bahwa kegagalan United mempertahankan konsistensi memberikan dampak emosional yang mendalam baginya. Posisinya yang ganda sebagai pemain sekaligus penggemar sejak kecil membuat rasa kecewa semakin terasa.
Dia berharap ke depannya United dapat kembali memiliki identitas permainan yang tegas dan konsisten. Hal ini akan memungkinkan setiap pelatih dan pemain baru berintegrasi dengan mudah tanpa mengubah karakter dasar klub.
"Sebagai pemain dan sebagai fan, rasanya 100 persen menyakitkan melihat klub seperti ini," pungkas Rashford. Pengakuan jujur ini menunjukkan betapa dalam rasa frustrasi yang dialami oleh salah satu produk akademi terbaik United terhadap kondisi klubnya saat ini.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Nelangsa Barcelona Lihat Benjamin Sesko Gabung MU
- Onana di Bawah Sorotan: Disebut Pembelian Terburuk MU Jelang Musim Baru
- Wagelaseh! Manchester United Ingin Boyong Harry Kane dari Bayern Munchen
- Kata Pemain Real Betis: Kami Menunggumu Kembali, Wahai Antony!
- Dipepet MU, Barcelona Tergoda untuk Jual Fermin Lopez?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ngebet Carlos Baleba, MU Siap Tumbalkan Jadon Sancho ke Brighton
Liga Inggris 14 Agustus 2025, 23:47
-
AS Roma Siapkan Rute 'Pelarian Diri' Jadon Sancho dari MU
Liga Italia 14 Agustus 2025, 22:57
-
Prediksi Premier League Legenda Man United: Mohamed Salah Masih Raja Gol Musim Depan
Liga Inggris 14 Agustus 2025, 20:59
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR